Batal Menyita, Polri Akan Minta Rekaman Anggodo Cs Via Tim 8
Kamis, 05/11/2009 22:55 WIB
Jakarta
Mabes Polri batal menyita rekaman telepon yang diduga berisi perekayasaan kasus dua pimpinn KPK Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto melalui putusan pengadilan. Mereka akan meminta rekaman pembicaraan yang diputar di MK itu melalui Tim 8.
"Rekaman itu sampai hari ini belum kami dapatkan. Kami minta difasilitasi lewat Tim Verifikasi (Tim 8). Nanti kalau menggunakan putusan pengadilan, kami akan dianggap arogan," kata Kapolri Jendral Pol Bambang Hendarso Danuri (BHD).
Hal itu dikatakan dia dalam rapat kerja Komisi III-Kapolri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (5/11/2009).
"Nanti berkembang pernyataan seolah-olah arogan dengan penyitaan. Karena di kantor KPK sudah dipasang barikade dari masyarakat tertentu yang seoalah-oleh kalau polisi datang akan ada langkah dari mereka," lanjut BHD.
BHD mengajak masyarakat untuk tidak meragukan maksud kepolisian mendapatkan rekaman itu. Saat ini, menurutnya, masyarakat curiga polisi akan mengubah keaslian rekaman tersebut sehingga dapat merugikan.
Dikatakan dia, polisi belum bisa bertindak lebih jauh untuk mengusut adanya tindak pidana dalam pembicaraan telepon antara orang dekat Anggoro Widjojo dengan penegak hukum. Di samping belum mendapatkan rekaman itu, keaslian rekaman tersebut juga harus diuji lebih dahulu.
"Rekaman itu harus ada pada kami dulu. Kmi harus kerjasama dengan Menkominfo untuk menguji benar atau tidaknya rekaman itu," pungkas BHD. (irw/asy)
"Rekaman itu sampai hari ini belum kami dapatkan. Kami minta difasilitasi lewat Tim Verifikasi (Tim 8). Nanti kalau menggunakan putusan pengadilan, kami akan dianggap arogan," kata Kapolri Jendral Pol Bambang Hendarso Danuri (BHD).
Hal itu dikatakan dia dalam rapat kerja Komisi III-Kapolri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (5/11/2009).
"Nanti berkembang pernyataan seolah-olah arogan dengan penyitaan. Karena di kantor KPK sudah dipasang barikade dari masyarakat tertentu yang seoalah-oleh kalau polisi datang akan ada langkah dari mereka," lanjut BHD.
BHD mengajak masyarakat untuk tidak meragukan maksud kepolisian mendapatkan rekaman itu. Saat ini, menurutnya, masyarakat curiga polisi akan mengubah keaslian rekaman tersebut sehingga dapat merugikan.
Dikatakan dia, polisi belum bisa bertindak lebih jauh untuk mengusut adanya tindak pidana dalam pembicaraan telepon antara orang dekat Anggoro Widjojo dengan penegak hukum. Di samping belum mendapatkan rekaman itu, keaslian rekaman tersebut juga harus diuji lebih dahulu.
"Rekaman itu harus ada pada kami dulu. Kmi harus kerjasama dengan Menkominfo untuk menguji benar atau tidaknya rekaman itu," pungkas BHD. (irw/asy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 10:59 WIB
Ini Sketsa Wajah Pelaku Penembakan 2 Satpam IPB
-
Sabtu, 26/05/2012 10:39 WIB
Isu Pencapresan Ani Yudhoyono Tunjukkan PD Tak Solid
-
Sabtu, 26/05/2012 10:38 WIB
Presiden SBY Jalan Santai di Borobudur
-
Sabtu, 26/05/2012 10:32 WIB
Ini Kronologi Penembakan 2 Satpam IPB oleh Maling Motor
-
Sabtu, 26/05/2012 10:30 WIB
Polisi Pelajari Proyektil Peluru yang Ditembakkan Pencuri Motor di IPB
-
Sabtu, 26/05/2012 11:03 WIB
Ini Alasan Mahfud MD Ikut Sambut Bachtiar Chamsyah di Cipinang
-
Sabtu, 26/05/2012 10:32 WIB
Ini Kronologi Penembakan 2 Satpam IPB oleh Maling Motor
-
Sabtu, 26/05/2012 10:22 WIB
SBY Diyakini Akan Pegang Ucapannya, Ani Yudhoyono Tak Akan Maju di 2014
-
Sabtu, 26/05/2012 10:38 WIB
Presiden SBY Jalan Santai di Borobudur
-
278 Komentar
-
245 Komentar
-
236 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
