detikcom

DPO Pabrik Ekstasi Beromset Miliaran di Depok Ditangkap di Malaysia

E Mei Amelia R - detikNews
Kamis, 05/11/2009 20:46 WIB
foto: ilustrasi
Jakarta Andi Irawan alias Wawan, DPO dalam kasus ekstasi beromset miliaran di Depok pada Mei 2009 lalu akhirnya ditangkap. Wawan yang menjadi aktor dalam kasus tersebut ditangkap di Malaysia.

"Penangkapan Wawan berkat kerjasama antara Direktorat IV Narkoba Bareskrim Mabes Polri, Polda Metro Jaya dan Polisi Diraja Malaysia (PDRM)," kata Direktur IV Narkoba Bareskrim Mabes Polri, Brigjen Arman Depari saat dihubungi wartawan, Kamis (5/11/2009).

Wawan ditangkap di Penang, Malaysia pada Sabtu pekan lalu. Selain Wawan, PDRM juga menangkap Rembo alias Petro Haryanto dan 2 tersangka lainnya.

"PDRM memberikan informasi bahwa pihaknya menangkap WNI yang terlibat narkoba. Setelah kita cek kesana ternyata Wawan adalah DPO kita," tuturnya.

Di Malaysia, Wawan memiliki 2 pabrik pengolahan pil eksatasi skala home industry. "Pabriknya ada di Penang dan Perak," kata Arman.

Di Penang, Anwar dan rekannya memproduksi sekitar 40 ribu butir pil ekstasi dan sekitar 300 kg bahan baku. Sedangkan di Perak, Malaysia, Anwar memproduksi pil ekstasi dalam jumlah kecil.

"Omsetnya miliaran rupiah. Yang di Perak, dia baru bukam" ujar Arman.

Anwar, seperti diketahui adalah buronan polisi yang diduga sebagai otak dalam pembuatan ekstasi di Depok. Pada Mei 2009 lalu, Polda Metro Jaya menggerebek rumah yang dijadikan pabrik sabu beromset Rp 150 miliar per bulan.

Di Depok, polisi menyita 27 drum yang berisi bahan baku pil ekstasi yang disimpan di gudang bawah tanah. Anwar cs mengedarkan pil haram tersebut ke sejumlah tempat seperti Tulung Agung, Jepara dan Bali.

Sementara itu, Direktur Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Anjan Pramuka Putra mengatakan, Rembo yang juga DPO polisi merupakan koki pembuat ekstasi.

"Statusnya tahanan PDRM. Setelah proses di Malaysia selesai, mungkin ditarik kesini untuk diproses untuk kasus yang di Depok," ungkap Anjan.

Anjan memastikan jika Anwar dan 3 rekannya yang ditangkao di Malaysia ini terlibat dengan jaringan internasional. "Pasti ada kaitan dengan jaringan internasional. Makanya dia buat pabrik di Malaysia dan Indonesia," jelas Anjan.

(mei/ndr)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel