Anggodo Belum Tersangka
Kecewa pada Polri, Ratusan Warga Yogya Makan 'Buaya'
Kamis, 05/11/2009 12:25 WIB
Yogyakarta
Gelombang kekecewaan terhadap Polri yang belum juga menetapkan Anggodo sebagai tersangka terus berlanjut. Di Yogyakarta, ratusan orang mewujudkan kekecewaan itu dengan memakan roti buaya.
Aksi yang diprakarsai Aliansi Masyarakat Untuk KPK (AMUK) Yogyakarta itu digelar di depan Monumen Serangan Oemoem 1 Maret 1949 di simpang empat Kantor Pos Besar Yogyakarta di Jl Senopati, Kamis (5/11/2009). Selain diikuti aktivis LSM, advokat Yogyakarta, dosen dan mahasiswa, aksi ini juga diikuti oleh para nasabah/korban Bank Century dari Yogyakarta.
Dalam aksinya, para demonstran mengenakan pakaian serba hitam. Begitu pula dengan kain spanduk dan poster yang mereka bawa, semuanya serba hitam. Spanduk dan poster itu antara lain bertuliskan "Aksi Keprihatinan Pelemahan KPK AMUK Yogyakarta". Massa juga menyanyikan lagu "KPK Didadaku" yang merupakan gubahan dari lagu "Garuda Didadaku'.
Masih belum cukup, para demonstran juga membawa ratusan roti berbentuk buaya. "Ini untuk mengingatkan bahwa kami terus akan mendukung KPK," kata salah seorang peserta Budi wahyuni sambil mengalungkan roti buaya itu kepada peserta lainnya.
Selain diisi orasi, 4 pengunjuk rasa juga melakukan aksi teatrikal. Mereka mengikat tangannya dengan tali plastik dan sekujur tubuhnya dilumuri cat warna-warni. Aksi ini menggambarkan perlawanan terhadap para koruptor dan mafia peradilan yang akan melemahkan KPK.
Salah satu korban Bank Century, Ny Tri Janualdi, bersama rekan-rekannya turut bergabung dalam aksi itu. Mereka juga membawa poster bertuliskan "SBY-Boediono, kembalikan uang kami nasabah Bank Century."
"Kami mengumpulkan uang rupiah demi rupah. Kami dibohongi. Kami ingin uang kami kembali," kata Tri.
Tri mengaku nasib dananya sebesar Rp 3,4 miliar di Bank Century tidak jelas. Padalah uang tersebut milik 900 anggota Kelompok Penyegaran Hidup yang ada di Yogyakarta. Masih banyak lagi nasabah Bank Century di Yogyakarta yang sampai sekarang belum ada kejelasan pengembaliannya.
Usai berorasi untuk mengungkapkan kekecewaannya Tri Janualdi bersama rekannya Bunadi mengajak semua peserta untuk memakan roti buaya. Roti buaya hanya dimakan di bagian kepala setelah itu muntahkan kembali. "Hoek, hoek, hoek, Ini cicak yang berani memakan kepala buaya," kata Tri.
(bgs/djo)
Aksi yang diprakarsai Aliansi Masyarakat Untuk KPK (AMUK) Yogyakarta itu digelar di depan Monumen Serangan Oemoem 1 Maret 1949 di simpang empat Kantor Pos Besar Yogyakarta di Jl Senopati, Kamis (5/11/2009). Selain diikuti aktivis LSM, advokat Yogyakarta, dosen dan mahasiswa, aksi ini juga diikuti oleh para nasabah/korban Bank Century dari Yogyakarta.
Dalam aksinya, para demonstran mengenakan pakaian serba hitam. Begitu pula dengan kain spanduk dan poster yang mereka bawa, semuanya serba hitam. Spanduk dan poster itu antara lain bertuliskan "Aksi Keprihatinan Pelemahan KPK AMUK Yogyakarta". Massa juga menyanyikan lagu "KPK Didadaku" yang merupakan gubahan dari lagu "Garuda Didadaku'.
Masih belum cukup, para demonstran juga membawa ratusan roti berbentuk buaya. "Ini untuk mengingatkan bahwa kami terus akan mendukung KPK," kata salah seorang peserta Budi wahyuni sambil mengalungkan roti buaya itu kepada peserta lainnya.
Selain diisi orasi, 4 pengunjuk rasa juga melakukan aksi teatrikal. Mereka mengikat tangannya dengan tali plastik dan sekujur tubuhnya dilumuri cat warna-warni. Aksi ini menggambarkan perlawanan terhadap para koruptor dan mafia peradilan yang akan melemahkan KPK.
Salah satu korban Bank Century, Ny Tri Janualdi, bersama rekan-rekannya turut bergabung dalam aksi itu. Mereka juga membawa poster bertuliskan "SBY-Boediono, kembalikan uang kami nasabah Bank Century."
"Kami mengumpulkan uang rupiah demi rupah. Kami dibohongi. Kami ingin uang kami kembali," kata Tri.
Tri mengaku nasib dananya sebesar Rp 3,4 miliar di Bank Century tidak jelas. Padalah uang tersebut milik 900 anggota Kelompok Penyegaran Hidup yang ada di Yogyakarta. Masih banyak lagi nasabah Bank Century di Yogyakarta yang sampai sekarang belum ada kejelasan pengembaliannya.
Usai berorasi untuk mengungkapkan kekecewaannya Tri Janualdi bersama rekannya Bunadi mengajak semua peserta untuk memakan roti buaya. Roti buaya hanya dimakan di bagian kepala setelah itu muntahkan kembali. "Hoek, hoek, hoek, Ini cicak yang berani memakan kepala buaya," kata Tri.
(bgs/djo)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Kamis, 24/05/2012 23:57 WIB
Duh! Satpol PP Mencuri di Kantor Pemrtintahan Lampung
-
Kamis, 24/05/2012 23:42 WIB
Truk Tangki Tabrak Kontainer, Tangan Sopir Putus Akibat Terjepit
-
Kamis, 24/05/2012 23:18 WIB
Paket Isi Ganja untuk Anak Renny Jayusman Dites Laboratorium
-
Kamis, 24/05/2012 22:59 WIB
Napi LP Narkotika Cipinang Cukup Tempel Sidik Jari untuk Tahu Sisa Hukuman
-
Kamis, 24/05/2012 22:34 WIB
NU Desak Polisi Selidiki Buku Bergambar Nabi Muhammad
-
Kamis, 24/05/2012 16:42 WIB
'Bidadari' Beraksi di Bundaran HI, Lalu Lintas Tersendat
-
Kamis, 24/05/2012 15:35 WIB
Kaca Retak, Lion Air Bayar Rp 45 Juta pada Penumpang
-
Kamis, 24/05/2012 14:49 WIB
HTI Aksi Tolak Lady Gaga di Bundaran HI, 50 'Bidadari' Antre Berdemo
-
Kamis, 24/05/2012 16:36 WIB
Rusia Selidiki Dugaan Sukhoi Disabotase AS!
-
702 Komentar
-
261 Komentar
-
239 Komentar
-
227 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 572.000
- Rp 2,801.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
