Keluar dari Golkar
Yuddy: Saya Pertimbangkan Gabung Gerindra atau Hanura
Rabu, 04/11/2009 14:41 WIB
Jakarta
Alasan Yuddy Chrisnandi mundur dari Partai Golkar karena sudah tidak mendapat tempat di partai itu. Namun, Yuddy mengaku tetap ingin berpolitik. Yuddy sedang memilih antara bergabung dengan Hanura atau Gerindra.
"Saat ini saya sedang pertimbangkan bergabung dengan Gerindra atau Hanura," jawab Yuddy ketika ditanya akan bergabung dengan partai mana. Yuddy menyampaikan ini saat berbincang lewat telepon dengan detikcom, Rabu (4/11/2009).
Alasan Yuddy memilih kedua partai itu, diakuinya karena dia menilai keduanya adalah partai yang masih baru dan masih memiliki idealisme yang mampu menampung gagasan dia.
Hal ini sejalan dengan alasan mantan anggota Komisi I ini meninggalkan Partai Golkar, yakni karena merasa gagasan-gagasannya sudah tidak mendapat tempat lagi.
Alasan lain Yuddy memilih kedua partai itu karena keduanya masih 'beraroma' Golkar. Diakui Yuddy, banyak kader partai kedua partai itu yang sudah dia kenal. "Kedua partai ini didirikan oleh tokoh Golkar. Tak jauh berbeda nuansanya dengan Golkar," beber Yuddy.
Yuddy pun tidak khawatir jika kepindahannya dari Golkar ke salah satu partai itu dinilai sebagai barisan sakit hati. Yuddy mengatakan, tidak akan menghiraukan anggapan itu.
"Keputusan saya hijrah sudah saya konsultasikan dengan keluarga dan konstituen saya, dan ternyata mereka mendukung. Saya tidak khawatir kalau dibilang (barisan sakit hati) itu," kata Yuddy.
(Rez/yid)
"Saat ini saya sedang pertimbangkan bergabung dengan Gerindra atau Hanura," jawab Yuddy ketika ditanya akan bergabung dengan partai mana. Yuddy menyampaikan ini saat berbincang lewat telepon dengan detikcom, Rabu (4/11/2009).
Alasan Yuddy memilih kedua partai itu, diakuinya karena dia menilai keduanya adalah partai yang masih baru dan masih memiliki idealisme yang mampu menampung gagasan dia.
Hal ini sejalan dengan alasan mantan anggota Komisi I ini meninggalkan Partai Golkar, yakni karena merasa gagasan-gagasannya sudah tidak mendapat tempat lagi.
Alasan lain Yuddy memilih kedua partai itu karena keduanya masih 'beraroma' Golkar. Diakui Yuddy, banyak kader partai kedua partai itu yang sudah dia kenal. "Kedua partai ini didirikan oleh tokoh Golkar. Tak jauh berbeda nuansanya dengan Golkar," beber Yuddy.
Yuddy pun tidak khawatir jika kepindahannya dari Golkar ke salah satu partai itu dinilai sebagai barisan sakit hati. Yuddy mengatakan, tidak akan menghiraukan anggapan itu.
"Keputusan saya hijrah sudah saya konsultasikan dengan keluarga dan konstituen saya, dan ternyata mereka mendukung. Saya tidak khawatir kalau dibilang (barisan sakit hati) itu," kata Yuddy.
(Rez/yid)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Kamis, 24/05/2012 23:18 WIB
Paket Isi Ganja untuk Anak Renny Jayusman Dites Laboratorium
-
Kamis, 24/05/2012 22:59 WIB
Napi LP Narkotika Cipinang Cukup Tempel Sidik Jari untuk Tahu Sisa Hukuman
-
Kamis, 24/05/2012 22:34 WIB
NU Desak Polisi Selidiki Buku Bergambar Nabi Muhammad
-
Kamis, 24/05/2012 22:27 WIB
Ketua F-PD: Grasi Corby Bukan Hasil Intervensi Australia ke RI
-
Kamis, 24/05/2012 22:03 WIB
Api Lalap Kasur & Atap Rumah Penduduk di Warakas
-
Kamis, 24/05/2012 23:18 WIB
Paket Isi Ganja untuk Anak Renny Jayusman Dites Laboratorium
-
Kamis, 24/05/2012 21:50 WIB
Pramugari Anggi Seharusnya Menjadi Ikon Sukhoi Superjet
-
Kamis, 24/05/2012 22:34 WIB
NU Desak Polisi Selidiki Buku Bergambar Nabi Muhammad
-
Kamis, 24/05/2012 22:59 WIB
Napi LP Narkotika Cipinang Cukup Tempel Sidik Jari untuk Tahu Sisa Hukuman
-
702 Komentar
-
261 Komentar
-
239 Komentar
-
227 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 894.000
- Rp 572.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
