detikcom

Skandal Bank Century

Priyo: Kalau Tidak Ada Apa-apanya, Kita Minta Ditutup

Laurencius Simanjuntak - detikNews
Senin, 02/11/2009 12:36 WIB
Jakarta Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso mengatakan partainya masih menunggu hasil final audit investigatif Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait skandal Bank Centrury sebelum memutuskan mendukung penggunaan hak angket DPR atau tidak. Menurutnya, Golkar berserah penuh pada audit yang sedang dilakukan BPK.

"Kalau tidak ada apa-apanya, ya kita minta ditutup. Kalau ada apa-apanya kita cari solusinya," kata Priyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (2/11/2009).

Apa yang dikemukakan Priyo ini agak berbeda dengan sebagian besar fraksi di DPR, yang menilai perlunya langkah politik lewat hak angket ketika hasil audit BPK menunjukkan tidak ada unsur pidana dalam pencairan dana Bank Century senilai Rp 6,7 triliun.

Hanya saja, kata Priyo, laporan sementara audit BPK yang didatangani Ketua BPK saat itu Anwar Nasution perlu menjadi bahan pertimbangan. Dalam laporan semetaranya, BPK sudah melihat adanya indikasi tindak pidana dalam pencairan dana talangan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Priyo juga kembali menegaskan Fraksi Partai Golkar di DPR tidak memprakarsai penggunaan hak angket. Kalau pun ada anggota yang mendukung, katanya, itu adalah sikap personal dan bukan institusi. Golkar juga tidak akan memberi sanksi atas sikap anggota yang sudah menyatakan dukungannya.

"Golkar tidak berada dalam posisi angket atau bukan angket," tegasnya.

(lrn/yid)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel