Pelemahan KPK Akan Dilaporkan ke Konvensi Antikorupsi PBB
Jumat, 30/10/2009 20:52 WIB
Jakarta
Koalisi masyarakat sipil akan melakukan tindakan atas pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selain berniat turun ke jalan, tindakan pelemahan juga akan dilaporkan ke konvensi antikorupsi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) di Doha, Qatar pada 9-13 November 2009 mendatang.
"Melaporkan kondisi buruk pelemahan KPK dan tindakan pembiaran presiden terhadap masalah ini dalam konferensi negara-negara peserta penandatangan konvensi antikorupsi PBB," kata Wakil Koordinator ICW, Emerson Yuntho dalam surat elektroniknya dari Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (30/10/2009).
Koalisi masyarakat sipil juga mendesak Presiden SBY agar membentuk tim penyelidik independen untuk mengusut dugaan keterlibatan petinggi-petinggi Kepolisian dan Kejaksaan Agung dalam skenario penetapan tersangka Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah.
"Polri dan Kejagung seharusnya menonaktifkan pejabat-pejabat yang namanya disebut dalam transkrip rekaman untuk memudahkan pengusutan. Dan apabila terbukti, maka pejabat tersebut harus diberhentikan dan diproses secara hukum," jelas Emerson.
Bila hal itu tidak juga digubris, koalisi masyarakat sipil akan mendorong upaya pemakzulan (impeachment) terhadap Presiden melalui parlemen. "Serta mengajukan upaya hukum gugatan perdata secara class action," tutupnya.
(ndr/nwk)
"Melaporkan kondisi buruk pelemahan KPK dan tindakan pembiaran presiden terhadap masalah ini dalam konferensi negara-negara peserta penandatangan konvensi antikorupsi PBB," kata Wakil Koordinator ICW, Emerson Yuntho dalam surat elektroniknya dari Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (30/10/2009).
Koalisi masyarakat sipil juga mendesak Presiden SBY agar membentuk tim penyelidik independen untuk mengusut dugaan keterlibatan petinggi-petinggi Kepolisian dan Kejaksaan Agung dalam skenario penetapan tersangka Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah.
"Polri dan Kejagung seharusnya menonaktifkan pejabat-pejabat yang namanya disebut dalam transkrip rekaman untuk memudahkan pengusutan. Dan apabila terbukti, maka pejabat tersebut harus diberhentikan dan diproses secara hukum," jelas Emerson.
Bila hal itu tidak juga digubris, koalisi masyarakat sipil akan mendorong upaya pemakzulan (impeachment) terhadap Presiden melalui parlemen. "Serta mengajukan upaya hukum gugatan perdata secara class action," tutupnya.
(ndr/nwk)
Baca Juga
- Bibit & Chandra Ditahan
Usai SBY & Kapolri Jumpa Pers, Dukungan di Facebook Dekati 50 Ribu - Minta Ditahan, Erry Riyana Surati Susno
- Rekayasa Kasus Chandra & Bibit
Lihat Pengakuan Wisnu di TV, Kejagung Minta Klarifikasi - Bibit dan Chandra Ditahan
Penjelasan Kapolri Soal Penyalahgunaan Wewenang Panjang, Penyuapan Pendek
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 14:35 WIB
Gagal Curi Motor Kamerawan TVRI, Hendra Beraksi di Karawang
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 14:23 WIB
PKB Belum Siapkan Capres 2014, Tunggu Pileg
-
Minggu, 27/05/2012 13:40 WIB
Corby Diusulkan Jadi Duta Anti Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 13:40 WIB
Jelang Pilkada DKI, Alex Noerdin Diangkat Jadi Dewan Kehormatan MKGR
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
Minggu, 27/05/2012 13:40 WIB
Corby Diusulkan Jadi Duta Anti Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 13:23 WIB
Komisi III DPR: Konser Lady Gaga Batal Terganjal Persyaratan
-
Minggu, 27/05/2012 11:14 WIB
Konser Lady Gaga Batal!
-
630 Komentar
-
288 Komentar
-
254 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
