detikcom

Korban Ledakan Peshawar Capai 105 Orang, Pakistan Berkabung

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Jumat, 30/10/2009 05:30 WIB
(Foto: AFP)
Peshawar Pakistan tetapkan hari berkabung nasional pasca ledakan besar bom mobil yang meluluhlantakkan pasar padat pengunjung di Peshawar, Pakistan. Jumlah korban tewas bertambah menjadi 105 orang, sedangkan 217 korban lainnya mengalami luka-luka.

"Total 105 orang tewas, 71 diantaranya berhasil diidentifikasi. 13 korban adalah anak-anak dan 27 korban adalah perempuan," ujar salah satu dokter di Rumah Sakit Lady Reading dr Zafar Iqbal, seperti dilansir AFP, Jumat (30/10/2009).

Militer Pakistan menyerang balik para militan, Kamis (29/10/2009), di wilayah Kanigurram yang menjadi basis operasional militan Uzbek dan Tehreek-e-Taliban. Dalam serangan balasan tersebut dilaporkan 11 militan dan seorang tentara tewas.

Akibat serangan yang terus merajalela ini, warga sipil terjebak dalam pertarungan kedua pihak, militan dan militer Pakistan. Pusat perbelanjaan dan pasar di Peshawar pun ditutup selama 3 hari sebagai tanda berkabung.

Banyak warga yang menutup rapat-rapat rumah mereka. Bahkan ratusan sekolah di Pakistan telah ditutup sebelumnya karena takut akibat serangan yang terus meningkat.

Ledakan besar pernah terjadi di Pakistan pada Oktober 2007 lalu, saat serangan dilancarkan pada mantan Perdana Menteri Benazir Bhutto. Ledakan tersebut menewaskan sedikitnya 140 orang.

Hilary Clinton melakukan kunjungan kenegaraan selama 3 hari di Pakistan untuk memperbarui hubungan AS dengan Pakistan. Namun, dia juga menyampaikan pernyataannya yang sedikit ketus dengan mengatakan tidak percaya bila tak seorangpun masyarakat Pakistan yang tidak mengetahui persembunyian militan Al-Qaeda yang selama ini dikenal memiliki basis di Pakistan.

"Al-Qaeda memiliki tempat berlindung yang aman di Pakistan sejak 2002. Susah dipercaya jika tak ada seorangpun dalam pemerintahan yang tahu keberadaan mereka dan tidak bisa menangkap mereka jika mereka benar-benar berusaha. Mungkin itulah permasalahannya, mereka tidak mudah dijangkau," kata Hilary kepada media lokal dalam sebuah pertemuan di Lahore.

(nvc/gah)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel