Skenario Rekayasa Kriminalisasi Pimpinan KPK Diatur Wisnu & Anggodo
Rabu, 28/10/2009 14:44 WIB
foto: Anggoro Widjojo
Jakarta
Rekayasa kriminalisasi pimpinan KPK diduga diatur oleh mantan Jamintel Wisnu Subroto dan adik buron KPK, Anggodo Widjojo. Dalam transkip rekaman yang beredar, kedua orang itu menskenariokan rekayasa.
Dalam rekaman itu, dari penggalan percakapan orang yang diduga Anggodo dan Wisnu pada 30 Juli 2009, tergambarkan, susunan skenario yang akan dijalankan. Skenario rekayasa akan melibatkan Kosasih, yang disebut sebagai orang dekat Anggodo.
Selain nama Kosasih, nama lain yang disebut dalam percakapan ini adalah Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji, Ari Muladi yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan dan penggelapan, serta Eddy Soemarsono yang juga sahabat dekat Antasari Azhar, Deputi Penindakan KPK Ade Raharja, Chandra M Hamzah.
Percakapan Anggodo dan Wisnu terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Dalam dialog, Anggodo tampak berbicara mengenai kasusnya, sedang Wisnu mengatur bagaimana skenario merekayasa kriminalisasi pimpinan KPK itu akan dilakukan.
Berikut petikan rekaman:
Wisnu : Saya udah telepon Kosasih supaya di-clear-kan. Teknisnya kan yang sangat mengetahui dia yang ke situ-situ
Anggodo : Yang saya penting dia menyataken waktu itu supaya mbayar Chandra atas perintah Antasari.
Wisnu : Nah itu.
Anggodo: Itu pun bapak denger, saya lapor bapak juga kan.
Wisnu : wong waktu di malem si itu dipeluk anu tak tanya, kok situ bisa ngomong. Si Ari itu dipeluk teriak-teriak, dipeluk sama Candra itu kejadian.
Anggodo : Bohong gak ada kejadian, kamuflase aja.
Wisnu : Ga ada memang, jadi dia cuma dikasih tau, disuruh Ari gitu. Dia curiga duite dimakan Ari.
Dalam percakapan itu, Wisnu mengarahkan kepada seseorang bernama Kosasih yang diduga teman dekat Anggodo, diatur bagaimana seolah-olah ada orang yang menyerahkan duit ke KPK.
Wisnu : Pokoknya yang kunci-kuncinya itu sudah saya omong sama Kosasih, kalo tidak ada lagi, nyampe ya berarti ya enggak bisa kasus ini gitu.
Anggodo : Yang penting buat saya Pak, si Ari, kan dia ngurusi Ade Raharja segala. Ujug-ujug dia dapat perintah nyerahken ke Chandra itu siapa pak? Kan nggak nyambung pak.
Wisnu: Iya coba nanti. Kosasih sudah tahu.
Anggodo : Saya juga pamit sama bapak, ini kali ya mesti mbantu Anggodo to Pak.
Wisnu : kemana?
Anggodo : Ya urusan ini pak, supaya dia (Ari) ngaku donk.
Wisnu : Loh iyaa dia misalnya bilang saya nggak ngomong gitu ya susah ngotot. Cuma masalahnya kalo ngotot kan gak kena gitu. Sampe ada yang Toni, kalo Toni ada pasti selesai kata dia. Toni...dikeluarken, karena Pak Susno juga sudah tau ada. Kosasih juga waktu ketemu terakhir sebelum pulang ke Surabaya dipanggil juga cerita Pak Susno, Pak Susno juga cerita ke saya, hanya itu aja kata dia.
Anggodo : Tapi Susno udah tahu pak, Toni itu Anggodo Pak.
Wisnu : Katanya engak kok. Pak Edi sudah tak tanya Toni itu Anggodo? Enggak tak ada karena saya dikasih tau oleh Pak susno kemarin dari dia dipanggil kalau itu ada nyampe ke orang-orang (uang sampai ke pimpinan KPK) ini.
Anggodo : Pak Winsu kan percaya saya, soal Toni kan saya ngomong ke bapak
Dalam skenario ini, Ari Muladi diketahui menarik pernyataannya bila dia telah menyerahkan uang ke pimpinan KPK. Dia mengaku hanya menyerahkan uang dari Anggodo ke seseorang bernama Yulianto, yang mengaku kenal orang di KPK. Hingga kini sosok Yulianto belum jelas.
Sedang kubu Anggodo, melalui pengacaranya Bonaran Situmeang menegaskan bila isi percakapan ini hanya guyonan. Dia pun pernah mempersilakan KPK mengungkapnya ke publik. Sedang Wisnu membantah bila dirinya terlibat rekayasa kriminalisasi. (ndr/iy)
Dalam rekaman itu, dari penggalan percakapan orang yang diduga Anggodo dan Wisnu pada 30 Juli 2009, tergambarkan, susunan skenario yang akan dijalankan. Skenario rekayasa akan melibatkan Kosasih, yang disebut sebagai orang dekat Anggodo.
Selain nama Kosasih, nama lain yang disebut dalam percakapan ini adalah Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji, Ari Muladi yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan dan penggelapan, serta Eddy Soemarsono yang juga sahabat dekat Antasari Azhar, Deputi Penindakan KPK Ade Raharja, Chandra M Hamzah.
Percakapan Anggodo dan Wisnu terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Dalam dialog, Anggodo tampak berbicara mengenai kasusnya, sedang Wisnu mengatur bagaimana skenario merekayasa kriminalisasi pimpinan KPK itu akan dilakukan.
Berikut petikan rekaman:
Wisnu : Saya udah telepon Kosasih supaya di-clear-kan. Teknisnya kan yang sangat mengetahui dia yang ke situ-situ
Anggodo : Yang saya penting dia menyataken waktu itu supaya mbayar Chandra atas perintah Antasari.
Wisnu : Nah itu.
Anggodo: Itu pun bapak denger, saya lapor bapak juga kan.
Wisnu : wong waktu di malem si itu dipeluk anu tak tanya, kok situ bisa ngomong. Si Ari itu dipeluk teriak-teriak, dipeluk sama Candra itu kejadian.
Anggodo : Bohong gak ada kejadian, kamuflase aja.
Wisnu : Ga ada memang, jadi dia cuma dikasih tau, disuruh Ari gitu. Dia curiga duite dimakan Ari.
Dalam percakapan itu, Wisnu mengarahkan kepada seseorang bernama Kosasih yang diduga teman dekat Anggodo, diatur bagaimana seolah-olah ada orang yang menyerahkan duit ke KPK.
Wisnu : Pokoknya yang kunci-kuncinya itu sudah saya omong sama Kosasih, kalo tidak ada lagi, nyampe ya berarti ya enggak bisa kasus ini gitu.
Anggodo : Yang penting buat saya Pak, si Ari, kan dia ngurusi Ade Raharja segala. Ujug-ujug dia dapat perintah nyerahken ke Chandra itu siapa pak? Kan nggak nyambung pak.
Wisnu: Iya coba nanti. Kosasih sudah tahu.
Anggodo : Saya juga pamit sama bapak, ini kali ya mesti mbantu Anggodo to Pak.
Wisnu : kemana?
Anggodo : Ya urusan ini pak, supaya dia (Ari) ngaku donk.
Wisnu : Loh iyaa dia misalnya bilang saya nggak ngomong gitu ya susah ngotot. Cuma masalahnya kalo ngotot kan gak kena gitu. Sampe ada yang Toni, kalo Toni ada pasti selesai kata dia. Toni...dikeluarken, karena Pak Susno juga sudah tau ada. Kosasih juga waktu ketemu terakhir sebelum pulang ke Surabaya dipanggil juga cerita Pak Susno, Pak Susno juga cerita ke saya, hanya itu aja kata dia.
Anggodo : Tapi Susno udah tahu pak, Toni itu Anggodo Pak.
Wisnu : Katanya engak kok. Pak Edi sudah tak tanya Toni itu Anggodo? Enggak tak ada karena saya dikasih tau oleh Pak susno kemarin dari dia dipanggil kalau itu ada nyampe ke orang-orang (uang sampai ke pimpinan KPK) ini.
Anggodo : Pak Winsu kan percaya saya, soal Toni kan saya ngomong ke bapak
Dalam skenario ini, Ari Muladi diketahui menarik pernyataannya bila dia telah menyerahkan uang ke pimpinan KPK. Dia mengaku hanya menyerahkan uang dari Anggodo ke seseorang bernama Yulianto, yang mengaku kenal orang di KPK. Hingga kini sosok Yulianto belum jelas.
Sedang kubu Anggodo, melalui pengacaranya Bonaran Situmeang menegaskan bila isi percakapan ini hanya guyonan. Dia pun pernah mempersilakan KPK mengungkapnya ke publik. Sedang Wisnu membantah bila dirinya terlibat rekayasa kriminalisasi. (ndr/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 14:23 WIB
PKB Belum Siapkan Capres 2014, Tunggu Pileg
-
Minggu, 27/05/2012 13:40 WIB
Corby Diusulkan Jadi Duta Anti Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 13:40 WIB
Jelang Pilkada DKI, Alex Noerdin Diangkat Jadi Dewan Kehormatan MKGR
-
Minggu, 27/05/2012 13:38 WIB
Polisi: Konser Lady Gaga Hanya Kurang Izin dari Dinas Pariwisata
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
Minggu, 27/05/2012 13:40 WIB
Corby Diusulkan Jadi Duta Anti Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 13:23 WIB
Komisi III DPR: Konser Lady Gaga Batal Terganjal Persyaratan
-
Minggu, 27/05/2012 11:14 WIB
Konser Lady Gaga Batal!
-
608 Komentar
-
288 Komentar
-
254 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
