Polisi Bubarkan Demo Buruh di Medan
Selasa, 27/10/2009 17:49 WIB
Medan
Ratusan polisi anti huru-hara Poltabes Medan, membubarkan aksi buruh PT. WRP Buana Coorpora, saat berunjukrasa di halaman gedung DPRD Sumatera Utara (Sumut), Selasa (27/10/2009) sore. Akibatnya, para buruh pabrik pembuatan sarung tangan ini gagal bertemu dengan anggota dewan.
Sebelumnya, para buruh sempat menggelar aksi unjukrasa di depan gedung DPRD Medan, sekitar seratus meter dari gedung DPRD Sumut. Akibat aspirasinya tidak mendapat tanggapan, buruh kemudian bergeser ke gedung DPRD Sumut. Namun rencana para buruh mendapat halangan dari ratusan polisi anti huru-hara Poltabes Medan yang melakukan pembubaran secara paksa.
Ironisnya, aparat kepolisian yang dikomandoi Kapolsekta Medan Barat, AKP M. Adenan, langsung mendesak para buruh agar segera meninggalkan halaman gedung DPRD Sumut dengan cara mendorong hingga sejumlah buruh terjatuh, terutama buruh perempuan.
Tindakan aparat ini dinilai berlebihan dan mendapat protes dari para buruh. Akibatnya, para buruh menghujani aparat dengan sumpah serapah dan makian.
Vina, salah seorang buruh menyatakan, petugas polisi tidak lagi menganyomi masyarakat, namun lebih menggunakan kekerasan fisik.
"Kalau polisi bertindak santun, para buruh tidak protes. Tapi ini tidak, polisi malah melakukan kekerasan kepada rakyat," kata Vina.
Aksi para buruh PT. WRP ini adalah aksi kesekian kali dalam memperjuangkan hak normatif yang tidak dipenuhi pihak manajemen sejak lima bulan terakhir.
(rul/djo)
Sebelumnya, para buruh sempat menggelar aksi unjukrasa di depan gedung DPRD Medan, sekitar seratus meter dari gedung DPRD Sumut. Akibat aspirasinya tidak mendapat tanggapan, buruh kemudian bergeser ke gedung DPRD Sumut. Namun rencana para buruh mendapat halangan dari ratusan polisi anti huru-hara Poltabes Medan yang melakukan pembubaran secara paksa.
Ironisnya, aparat kepolisian yang dikomandoi Kapolsekta Medan Barat, AKP M. Adenan, langsung mendesak para buruh agar segera meninggalkan halaman gedung DPRD Sumut dengan cara mendorong hingga sejumlah buruh terjatuh, terutama buruh perempuan.
Tindakan aparat ini dinilai berlebihan dan mendapat protes dari para buruh. Akibatnya, para buruh menghujani aparat dengan sumpah serapah dan makian.
Vina, salah seorang buruh menyatakan, petugas polisi tidak lagi menganyomi masyarakat, namun lebih menggunakan kekerasan fisik.
"Kalau polisi bertindak santun, para buruh tidak protes. Tapi ini tidak, polisi malah melakukan kekerasan kepada rakyat," kata Vina.
Aksi para buruh PT. WRP ini adalah aksi kesekian kali dalam memperjuangkan hak normatif yang tidak dipenuhi pihak manajemen sejak lima bulan terakhir.
(rul/djo)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 12:41 WIB
Mayat Penuh Luka Ditemukan Terapung di Sungai Sei Putih
-
Sabtu, 26/05/2012 12:32 WIB
Coret Baju dan Konvoi Sepeda Motor Ramaikan Kelulusan SMA di Yogya
-
Sabtu, 26/05/2012 12:17 WIB
Corby Diberi Grasi, Bagaimana dengan Ekstradisi Adrian Kiki?
-
Sabtu, 26/05/2012 12:13 WIB
Menkum: Apa yang Mereka Lakukan untuk WNI yang Dibui di Luar Negeri?
-
Sabtu, 26/05/2012 11:57 WIB
Pria Korban Penganiayaan Ditemukan Tewas di Tambak
-
Sabtu, 26/05/2012 11:03 WIB
Ini Alasan Mahfud MD Ikut Sambut Bachtiar Chamsyah di Cipinang
-
Sabtu, 26/05/2012 10:59 WIB
Ini Sketsa Wajah Pelaku Penembakan 2 Satpam IPB
-
Sabtu, 26/05/2012 12:13 WIB
Menkum: Apa yang Mereka Lakukan untuk WNI yang Dibui di Luar Negeri?
-
Sabtu, 26/05/2012 12:17 WIB
Corby Diberi Grasi, Bagaimana dengan Ekstradisi Adrian Kiki?
-
279 Komentar
-
245 Komentar
-
236 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
