Balita Dianiaya Paman Hingga Lebam
Selasa, 27/10/2009 14:28 WIB
dok detikcom
Semarang
Aksi brutal terhadap balita tak hanya dilakukan orang asing, tapi bisa juga anggota keluarga sendiri. Di Semarang, seorang balita lebam karena dianiaya pamannya. Tak terima dengan hal itu, orang tua bocah malang itu pun melapor ke polisi.
Saat ditemui di Mapolwiltabes Semarang, Jl Dr Sutomo, Selasa (27/10/2009), tanda-tanda bekas penganiayaan masih terlihat jelas pada bocah bernama Friska Anggrainingsih. Kedua kelopak mata bocah lincah itu menghitam, seperti darah yang mengental.
Di kepolisian, Friska yang baru berusia tiga tahun ditemani ibunya, Erna Ambarningsih. Di hadapan polisi, Erna mengaku anaknya dihajar pamannya, Eko alias Andes (30).
"Katanya, Friska kejedut lemari. Tapi melihat lukanya, rasanya tidak mungkin. Tetangga bilang, Friska dihajar," kata Erna.
Menurut Erna, selama ini Friska dititipkan di rumah adiknya, Gamawati, di Kebonrejo, Mranggen, Demak. Eko, adik Erna lainnya, juga tinggal di rumah tersebut. Sementara Erna tinggal di Srondol, Semarang agar lebih dekat dengan tempat kerjanya.
Erna menambahkan, penganiayaan terhadap anaknya dilakukan Eko pada Senin (19/10) pekan lalu. Erna tak tahu mengapa adiknya tega melakukan itu terhadap Friska.
Mungkin, karena masih balita, Friska juga tak tahu kenapa dia dihajar. Dia hanya menjawab "tidak" saat ditanya apakah dirinya menangis saat merasakan sakit.
Dalam laporan itu, Erna membawa hasil pemeriksaan medis. Sejauh ini, polisi belum menangkap Eko. Namun mereka menjerat pelaku dengan pasal 69 UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak.
(try/djo)
Saat ditemui di Mapolwiltabes Semarang, Jl Dr Sutomo, Selasa (27/10/2009), tanda-tanda bekas penganiayaan masih terlihat jelas pada bocah bernama Friska Anggrainingsih. Kedua kelopak mata bocah lincah itu menghitam, seperti darah yang mengental.
Di kepolisian, Friska yang baru berusia tiga tahun ditemani ibunya, Erna Ambarningsih. Di hadapan polisi, Erna mengaku anaknya dihajar pamannya, Eko alias Andes (30).
"Katanya, Friska kejedut lemari. Tapi melihat lukanya, rasanya tidak mungkin. Tetangga bilang, Friska dihajar," kata Erna.
Menurut Erna, selama ini Friska dititipkan di rumah adiknya, Gamawati, di Kebonrejo, Mranggen, Demak. Eko, adik Erna lainnya, juga tinggal di rumah tersebut. Sementara Erna tinggal di Srondol, Semarang agar lebih dekat dengan tempat kerjanya.
Erna menambahkan, penganiayaan terhadap anaknya dilakukan Eko pada Senin (19/10) pekan lalu. Erna tak tahu mengapa adiknya tega melakukan itu terhadap Friska.
Mungkin, karena masih balita, Friska juga tak tahu kenapa dia dihajar. Dia hanya menjawab "tidak" saat ditanya apakah dirinya menangis saat merasakan sakit.
Dalam laporan itu, Erna membawa hasil pemeriksaan medis. Sejauh ini, polisi belum menangkap Eko. Namun mereka menjerat pelaku dengan pasal 69 UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak.
(try/djo)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Kamis, 24/05/2012 22:34 WIB
NU Desak Polisi Selidiki Buku Bergambar Nabi Muhammad
-
Kamis, 24/05/2012 22:27 WIB
Ketua F-PD: Grasi Corby Bukan Hasil Intervensi Australia ke RI
-
Kamis, 24/05/2012 22:03 WIB
Api Lalap Kasur & Atap Rumah Penduduk di Warakas
-
Kamis, 24/05/2012 21:50 WIB
Pramugari Anggi Seharusnya Menjadi Ikon Sukhoi Superjet
-
Kamis, 24/05/2012 21:42 WIB
Anas Sebut Tak Ada Ancaman Fisik Saat Berkunjung ke Maluku Utara
-
Kamis, 24/05/2012 22:34 WIB
NU Desak Polisi Selidiki Buku Bergambar Nabi Muhammad
-
Kamis, 24/05/2012 19:48 WIB
Siswi SMAN 2 Kuningan Raih Nilai UN Murni Tertinggi
-
Kamis, 24/05/2012 20:17 WIB
Soal Lady Gaga, Mendikbud: Cari Saja Penyanyi yang Nggak Kontroversi
-
Kamis, 24/05/2012 21:50 WIB
Pramugari Anggi Seharusnya Menjadi Ikon Sukhoi Superjet
-
702 Komentar
-
260 Komentar
-
239 Komentar
-
227 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,010.000
- Rp 572.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
