Laporan dari Jepang
Merasakan Kereta Peluru Shinkansen
Senin, 26/10/2009 08:48 WIB
Dadan K/detikcom
Terkait
Tokyo
Berkunjung ke negeri Sakura rasanya tak lengkap untuk mencoba salah satu moda angkutan favorit warga Jepang yakni kereta. Jepang memiliki jaringan kereta yang sangat lengkap, ada kereta bawah tanah dan juga kereta supercepat yakni Shinkansen.
Perjalanan yang cukup jauh dari Nagoya menuju Tokyo membuat kami menjatuhkan pilihan untuk menggunakan si bullet train, Shinkansen. Jika menggunakan mobil, Tokyo-Nagoya bisa ditempuh dalam waktu 8-10 jam. Namun jika menggunakan Shinkansen waktu tempuhnya jadi 1 jam 45 menit. Karena itulah, naik kereta lebih menghemat waktu, meski ongkosnya cukup mahal, 10 ribu Yen atau setara Rp 1 juta.
Kami mulai menaiki Shinkansen dari stasiun Nagoya dengan tujuan Tokyo. Oh iya, di Jepang, stasiun boleh jadi merupakan salah satu pusat ekonomi. Di sekitar stasiun berkembang berbagai fasilitas mulai dari pusat perbelanjaan hingga hotel.
Khusus untuk hotel, semakin mendekat ke stasiun, ruang kamarnya biasanya semakin menyusut dan semakin mahal. Bahkan ada istilah hotel kapsul, kamar hotel berukuran sangat kecil dan hanya cukup untuk tidur saja.
Kembali ke Shinkansen, kereta yang kami gunakan datang sekitar pukul 08.55 waktu Jepang. Kereta berangkat tepat 5 menit kemudian. Karena masuk di jam-jam sibuk atau rush hour, pengguna Shinkansen sebagian besar adalah kalangan pebisnis.
Tak seperti pesawat yang kadang mengumumkan final call bagi para penggunanya, Shinkansen tidak begitu. Terlambat sedikit saja kita bakal ketinggalan kereta. Makanya kami pun tak mau telat tiba di stasiun.
Kebetulan kereta yang kami tumpangi adalah tipe tercepat dari Shinkansen yakni Nozomi yang diperkenalkan tahun 1992. Nozomi bisa menyentuh kecepatan tertinggi hingga 330 km per jam. Tipe Shinkansen yang lain ada Hikari dan Kodama (sejak 1964) yang memiliki kecepatan maksimum sekitar 280 km per jam, keduanya lebih rendah kecepatannya dibanding Nozomi. Namun ketiganya sama-sama menggunakan listrik.
Kecepatan Shinkansen yang sangat tinggi kadang membuat telinga ini terasa berdengung, namun hal ini terobati dengan pemandangan yang indah selama perjalanan.
Dari jalur Nagoya-Tokyo kita bisa melihat berbagai kota industri di Jepang, dan Gunung Fuji. Saya pun mendapat berkah istimewa, Fuji mau menyingkapkan puncak kawah putihnya yang cantik. Padahal jarang-jarang Fuji mau menampakkan dirinya di tengah kabut seperti yang kami lihat.
Sekadar pengingat, Shinkansen mulai beroperasi pada tahun 1964 lalu dan dioperasikan oleh JR Central. Dan setelah itu langsung menjadi ikon kebanggaan warga Jepang.
Dan kini Jepang tengah mengembangkan Shinkansen baru yang bisa melaju hingga 550 km per jam. Pemerintah Jepang yang semakin sadar lingkungan, menyarankan warganya untuk bepergian dengan kereta listrik seperti Shinkansen ketimbang menggunakan pesawat yang kandungan emisi CO2 lebih tinggi. (ddn/nrl)
Perjalanan yang cukup jauh dari Nagoya menuju Tokyo membuat kami menjatuhkan pilihan untuk menggunakan si bullet train, Shinkansen. Jika menggunakan mobil, Tokyo-Nagoya bisa ditempuh dalam waktu 8-10 jam. Namun jika menggunakan Shinkansen waktu tempuhnya jadi 1 jam 45 menit. Karena itulah, naik kereta lebih menghemat waktu, meski ongkosnya cukup mahal, 10 ribu Yen atau setara Rp 1 juta.
Kami mulai menaiki Shinkansen dari stasiun Nagoya dengan tujuan Tokyo. Oh iya, di Jepang, stasiun boleh jadi merupakan salah satu pusat ekonomi. Di sekitar stasiun berkembang berbagai fasilitas mulai dari pusat perbelanjaan hingga hotel.
Khusus untuk hotel, semakin mendekat ke stasiun, ruang kamarnya biasanya semakin menyusut dan semakin mahal. Bahkan ada istilah hotel kapsul, kamar hotel berukuran sangat kecil dan hanya cukup untuk tidur saja.
Kembali ke Shinkansen, kereta yang kami gunakan datang sekitar pukul 08.55 waktu Jepang. Kereta berangkat tepat 5 menit kemudian. Karena masuk di jam-jam sibuk atau rush hour, pengguna Shinkansen sebagian besar adalah kalangan pebisnis.
Tak seperti pesawat yang kadang mengumumkan final call bagi para penggunanya, Shinkansen tidak begitu. Terlambat sedikit saja kita bakal ketinggalan kereta. Makanya kami pun tak mau telat tiba di stasiun.
Kebetulan kereta yang kami tumpangi adalah tipe tercepat dari Shinkansen yakni Nozomi yang diperkenalkan tahun 1992. Nozomi bisa menyentuh kecepatan tertinggi hingga 330 km per jam. Tipe Shinkansen yang lain ada Hikari dan Kodama (sejak 1964) yang memiliki kecepatan maksimum sekitar 280 km per jam, keduanya lebih rendah kecepatannya dibanding Nozomi. Namun ketiganya sama-sama menggunakan listrik.
Kecepatan Shinkansen yang sangat tinggi kadang membuat telinga ini terasa berdengung, namun hal ini terobati dengan pemandangan yang indah selama perjalanan.
Dari jalur Nagoya-Tokyo kita bisa melihat berbagai kota industri di Jepang, dan Gunung Fuji. Saya pun mendapat berkah istimewa, Fuji mau menyingkapkan puncak kawah putihnya yang cantik. Padahal jarang-jarang Fuji mau menampakkan dirinya di tengah kabut seperti yang kami lihat.
Sekadar pengingat, Shinkansen mulai beroperasi pada tahun 1964 lalu dan dioperasikan oleh JR Central. Dan setelah itu langsung menjadi ikon kebanggaan warga Jepang.
Dan kini Jepang tengah mengembangkan Shinkansen baru yang bisa melaju hingga 550 km per jam. Pemerintah Jepang yang semakin sadar lingkungan, menyarankan warganya untuk bepergian dengan kereta listrik seperti Shinkansen ketimbang menggunakan pesawat yang kandungan emisi CO2 lebih tinggi. (ddn/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 12:41 WIB
Mayat Penuh Luka Ditemukan Terapung di Sungai Sei Putih
-
Sabtu, 26/05/2012 12:32 WIB
Coret Baju dan Konvoi Sepeda Motor Ramaikan Kelulusan SMA di Yogya
-
Sabtu, 26/05/2012 12:17 WIB
Corby Diberi Grasi, Bagaimana dengan Ekstradisi Adrian Kiki?
-
Sabtu, 26/05/2012 12:13 WIB
Menkum: Apa yang Mereka Lakukan untuk WNI yang Dibui di Luar Negeri?
-
Sabtu, 26/05/2012 11:57 WIB
Pria Korban Penganiayaan Ditemukan Tewas di Tambak
-
Sabtu, 26/05/2012 11:03 WIB
Ini Alasan Mahfud MD Ikut Sambut Bachtiar Chamsyah di Cipinang
-
Sabtu, 26/05/2012 10:59 WIB
Ini Sketsa Wajah Pelaku Penembakan 2 Satpam IPB
-
Sabtu, 26/05/2012 12:13 WIB
Menkum: Apa yang Mereka Lakukan untuk WNI yang Dibui di Luar Negeri?
-
Sabtu, 26/05/2012 12:17 WIB
Corby Diberi Grasi, Bagaimana dengan Ekstradisi Adrian Kiki?
-
279 Komentar
-
245 Komentar
-
236 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
