Laporan dari Wassenaar
RI Merintis Pusat Kebudayaan di Belanda Ala Erasmus Huis
Minggu, 25/10/2009 16:33 WIB
Wassenaar
Dimulai dengan bahasa. Kelas reguler kursus Bahasa Indonesia di Belanda sudah berjalan. Lembaga ini digagas dan dirintis oleh Wakepri Djauhari Oratmangun dan tim khusus Sekolah Indonesia Nederland.
Memanfaatkan gedung SIN Wassenaar yang representatif dengan fasilitas area parkir sangat luas, lembaga ini ke depan bisa menjadi Pusat Kebudayaan Indonesia di bawah naungan Kedubes RI Den Haag. Kursus bahasa dan tari-tarian Indonesia, pameran dan ceramah kebudayaan bisa dipusatkan di sini.
Kelas reguler kursus Bahasa Indonesia saat ini telah berjalan dengan tiga tingkat kemahiran: Beginner voor Kinderen (Tingkat Dasar Anak-anak), Beginner voor Volwassenen ( Tingkat Dasar Dewasa), dan Intermediate Volwassenen (Tingkat Madya Dewasa).
"Program kursus Bahasa Indonesia ini merupakan bagian dari lapisan-lapisan multi-track diplomacy dan oleh sebab itu KBRI Den Haag mendukung sepenuhnya," ujar Korfungsi Ekonomi merangkap Kuasa Usaha Ad Interim Henk Saroinsong dalam sambutan pembukaan kelas perdana (24/10/2009).
Di hadapan peserta kursus angkatan pertama, Henk mewakili Dubes yang sedang ada tugas di Jakarta, juga menjelaskan peran penting bahasa Indonesia dalam proses terbentuknya beragam suku menjadi satu bangsa Indonesia dan selanjutnya menjadi bahasa persatuan.
Dubes RI J.E. Habibie sangat antusias dengan realisasi perintisan Pusat Kebudayaan Indonesia yang dimulai dengan kursus bahasa ini. Menurut Habibie, hubungan Indonesia-Belanda yang istimewa saat ini perlu dukungan pula dari aspek diplomasi kebudayaan, sebuah peranan yang bisa dimainkan bersama oleh KBRI Den Haag dan SIN Wassenaar.
Animo Tinggi
Pembukaan kursus Bahasa Indonesia di Belanda ini langsung diserbu peminat. Tercatat jumlah peserta kursus angkatan pertama ada 50 orang. Mereka terdiri dari bule Belanda dan Indo, anggota masyarakat Indonesia asal Maluku yang lahir dan besar di Belanda, orangtua dan siswa SIN Wassenaar yang berkultur Belanda, bahkan ada dari kalangan masyarakat Jawa Suriname.
"Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah mengingat animo untuk belajar Bahasa Indonesia di Belanda sangat tinggi," ujar staf pengajar SIN Gunaryadi kepada detikcom.
Saat ini para instruktur kursus Bahasa Indonesia ini terdiri dari 3 orang. Seorang dikirim dari Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia untuk masa tugas 3 bulan. Sedangkan 2 orang instruktur lainnya dari Belanda.
Erasmus Huis
Direktur SIN Wassenaar Saidan menjelaskan bahwa lembaga ini berawal dari gagasan yang sudah dirintis dan digodok sejak 2007 oleh Djauhari Oratmangun (Wakepri saat itu, kini Dirjen Kerjasama ASEAN Deplu, red) dengan tim khusus SIN Wassenaar.
"Sebagai pengembangan peran dan fungsi SIN Wassenaar dan pusat kebudayaan Indonesia di Belanda, lembaga ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat," ujar Saidan.
Mengutip Djauhari, Saidan mengatakan bahwa hubungan historis, kultural dan emosional antara Indonesia-Belanda merupakan nilai tambah urgensi untuk membuka pusat kebudayaan di Belanda, yang kini sudah dimulai dengan kursus Bahasa Indonesia.
Menurutnya, saat ini ada sekitar 2 juta orang Belanda yang masih memiliki kaitan dengan Indonesia, sehingga diplomasi kebudayaan dan bahasa ini bisa menjadi perekat hubungan antara kedua bangsa.
"Kita mengidamkan semoga lembaga ini bisa menjadi bibit yang akan terus tumbuh, dikelola oleh instruktur yang semakin profesional, berkembang dan berkesinambungan di Belanda sebagaimana Erasmus Huis, Alliance Franaise, British Council, atau Goethe-Institut di tanah air," harap Saidan.
(es/es)
Memanfaatkan gedung SIN Wassenaar yang representatif dengan fasilitas area parkir sangat luas, lembaga ini ke depan bisa menjadi Pusat Kebudayaan Indonesia di bawah naungan Kedubes RI Den Haag. Kursus bahasa dan tari-tarian Indonesia, pameran dan ceramah kebudayaan bisa dipusatkan di sini.
Kelas reguler kursus Bahasa Indonesia saat ini telah berjalan dengan tiga tingkat kemahiran: Beginner voor Kinderen (Tingkat Dasar Anak-anak), Beginner voor Volwassenen ( Tingkat Dasar Dewasa), dan Intermediate Volwassenen (Tingkat Madya Dewasa).
"Program kursus Bahasa Indonesia ini merupakan bagian dari lapisan-lapisan multi-track diplomacy dan oleh sebab itu KBRI Den Haag mendukung sepenuhnya," ujar Korfungsi Ekonomi merangkap Kuasa Usaha Ad Interim Henk Saroinsong dalam sambutan pembukaan kelas perdana (24/10/2009).
Di hadapan peserta kursus angkatan pertama, Henk mewakili Dubes yang sedang ada tugas di Jakarta, juga menjelaskan peran penting bahasa Indonesia dalam proses terbentuknya beragam suku menjadi satu bangsa Indonesia dan selanjutnya menjadi bahasa persatuan.
Dubes RI J.E. Habibie sangat antusias dengan realisasi perintisan Pusat Kebudayaan Indonesia yang dimulai dengan kursus bahasa ini. Menurut Habibie, hubungan Indonesia-Belanda yang istimewa saat ini perlu dukungan pula dari aspek diplomasi kebudayaan, sebuah peranan yang bisa dimainkan bersama oleh KBRI Den Haag dan SIN Wassenaar.
Animo Tinggi
Pembukaan kursus Bahasa Indonesia di Belanda ini langsung diserbu peminat. Tercatat jumlah peserta kursus angkatan pertama ada 50 orang. Mereka terdiri dari bule Belanda dan Indo, anggota masyarakat Indonesia asal Maluku yang lahir dan besar di Belanda, orangtua dan siswa SIN Wassenaar yang berkultur Belanda, bahkan ada dari kalangan masyarakat Jawa Suriname.
"Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah mengingat animo untuk belajar Bahasa Indonesia di Belanda sangat tinggi," ujar staf pengajar SIN Gunaryadi kepada detikcom.
Saat ini para instruktur kursus Bahasa Indonesia ini terdiri dari 3 orang. Seorang dikirim dari Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia untuk masa tugas 3 bulan. Sedangkan 2 orang instruktur lainnya dari Belanda.
Erasmus Huis
Direktur SIN Wassenaar Saidan menjelaskan bahwa lembaga ini berawal dari gagasan yang sudah dirintis dan digodok sejak 2007 oleh Djauhari Oratmangun (Wakepri saat itu, kini Dirjen Kerjasama ASEAN Deplu, red) dengan tim khusus SIN Wassenaar.
"Sebagai pengembangan peran dan fungsi SIN Wassenaar dan pusat kebudayaan Indonesia di Belanda, lembaga ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat," ujar Saidan.
Mengutip Djauhari, Saidan mengatakan bahwa hubungan historis, kultural dan emosional antara Indonesia-Belanda merupakan nilai tambah urgensi untuk membuka pusat kebudayaan di Belanda, yang kini sudah dimulai dengan kursus Bahasa Indonesia.
Menurutnya, saat ini ada sekitar 2 juta orang Belanda yang masih memiliki kaitan dengan Indonesia, sehingga diplomasi kebudayaan dan bahasa ini bisa menjadi perekat hubungan antara kedua bangsa.
"Kita mengidamkan semoga lembaga ini bisa menjadi bibit yang akan terus tumbuh, dikelola oleh instruktur yang semakin profesional, berkembang dan berkesinambungan di Belanda sebagaimana Erasmus Huis, Alliance Franaise, British Council, atau Goethe-Institut di tanah air," harap Saidan.
(es/es)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 12:41 WIB
Mayat Penuh Luka Ditemukan Terapung di Sungai Sei Putih
-
Sabtu, 26/05/2012 12:32 WIB
Coret Baju dan Konvoi Sepeda Motor Ramaikan Kelulusan SMA di Yogya
-
Sabtu, 26/05/2012 12:17 WIB
Corby Diberi Grasi, Bagaimana dengan Ekstradisi Adrian Kiki?
-
Sabtu, 26/05/2012 12:13 WIB
Menkum: Apa yang Mereka Lakukan untuk WNI yang Dibui di Luar Negeri?
-
Sabtu, 26/05/2012 11:57 WIB
Pria Korban Penganiayaan Ditemukan Tewas di Tambak
-
Sabtu, 26/05/2012 10:59 WIB
Ini Sketsa Wajah Pelaku Penembakan 2 Satpam IPB
-
Sabtu, 26/05/2012 11:03 WIB
Ini Alasan Mahfud MD Ikut Sambut Bachtiar Chamsyah di Cipinang
-
Sabtu, 26/05/2012 10:32 WIB
Ini Kronologi Penembakan 2 Satpam IPB oleh Maling Motor
-
Sabtu, 26/05/2012 10:22 WIB
SBY Diyakini Akan Pegang Ucapannya, Ani Yudhoyono Tak Akan Maju di 2014
-
279 Komentar
-
245 Komentar
-
236 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message
.gif)

_2.gif)
_3.gif)
