Jadi Menteri SBY
Presiden PKS Mundur, Kapan Ketum PKB dan PPP?
Minggu, 25/10/2009 15:03 WIB
Jakarta
Komitmen untuk fokus kepada tugas sebagai menteri telah ditunjukkan oleh Presiden PKS Tifatul Sembiring yang ditunjuk SBY menjadi Menkominfo. Bagaimana dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang diberi amanat sebagai Menakertrans dan Ketua Umum PPP Suryadharma Ali yang menjadi Menag?
Tifatul memilih melepaskan jabatannya sebagai presiden PKS karena ingin fokus dengan tugas barunya sebagai Menkominfo. Tifatul menilai dengan memilih salah satu akan menjadikan pekerjaan itu lebih fokus dan tepat sasaran.
Hal ini sangat berbeda dengan Muhaimin dan Suryadharma Ali yang memilih tetap merangkap jabatan sebagai menteri dan ketua umum partai. Meskipun saat dilakukan fit and proper test keduanya mengaku siap menanggalkan kekuasaanya di partai jika terpilih jadi menteri, sampai saat ini mereka masih tetap merangkap.
Surya bahkan secara tegas menyatakan kesiapannya untuk mundur sebagai Ketua Umum PPP jika terpilih menjadi menteri SBY. Saat itu Surya mengatakan jika benar kembali jadi menteri, pria yang akrab disapa SDA itu pun siap meninggalkan jabatannya sebagai Ketua Umum PPP jika diperlukan.
"Kalau diperlukan (mundur dari Ketum PPP)," kata SDA usai tes wawancara dengan SBY dan Boediono di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (17/10/2009).
Hal yang sama juga disampaikan Muhaimin Iskandar. Usai dipanggil SBY, Muhaimin mengatakan soal posisinya di partai selain soal amanat baru yang akan diembannya. Meski tidak tegas mengatakan akan mundur, pria asal Jombang, Jawa Timur, itu mengaku akan menunjuk pelaksana tugas harian (Plt).
"Saya akan tunjuk pelaksana," kata pria yang akrab disama Cak Imin ini usai bertemu dengan Presiden SBY di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (17/10/2009).
Untuk diketahui, beredar kabar bagian dari kontrak kerja SBY dengan para pimpinan parpol yang menjadi menteri salah satunya harus memilih sebagai ketua umum atau menteri. Memang sempat terdengar kabar, para menteri di jajaran pemerintahan SBY jilid II tidak boleh menduduki jabatan penting di partai politik. Namun kabar itu masih belum dipastikan benar.
Isu penolakan rangkap jabatan itu direspons para elit partai yang tidak menpersoalkan rangkap jabatan. Ketua DPP PPP Lukman Hakim Saifudin menilai, tuntutan mundur ketua umum partai yang jadi menteri terlalu naif.
Sementara Ketua DPP PKB Marwan Jafar menilai tuntutan mundur ketua umum partai yang menjadi menteri SBY tidak memiliki dasar yang kuat. "Tidak ada UU yang melarang adanya rangkap jabatan. Kita pakai dasar UU saja soal ini. Jangan dipolitisir," tegasnya kepada detikcom, Minggu (25/10/2009).
(her/nrl)
Tifatul memilih melepaskan jabatannya sebagai presiden PKS karena ingin fokus dengan tugas barunya sebagai Menkominfo. Tifatul menilai dengan memilih salah satu akan menjadikan pekerjaan itu lebih fokus dan tepat sasaran.
Hal ini sangat berbeda dengan Muhaimin dan Suryadharma Ali yang memilih tetap merangkap jabatan sebagai menteri dan ketua umum partai. Meskipun saat dilakukan fit and proper test keduanya mengaku siap menanggalkan kekuasaanya di partai jika terpilih jadi menteri, sampai saat ini mereka masih tetap merangkap.
Surya bahkan secara tegas menyatakan kesiapannya untuk mundur sebagai Ketua Umum PPP jika terpilih menjadi menteri SBY. Saat itu Surya mengatakan jika benar kembali jadi menteri, pria yang akrab disapa SDA itu pun siap meninggalkan jabatannya sebagai Ketua Umum PPP jika diperlukan.
"Kalau diperlukan (mundur dari Ketum PPP)," kata SDA usai tes wawancara dengan SBY dan Boediono di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (17/10/2009).
Hal yang sama juga disampaikan Muhaimin Iskandar. Usai dipanggil SBY, Muhaimin mengatakan soal posisinya di partai selain soal amanat baru yang akan diembannya. Meski tidak tegas mengatakan akan mundur, pria asal Jombang, Jawa Timur, itu mengaku akan menunjuk pelaksana tugas harian (Plt).
"Saya akan tunjuk pelaksana," kata pria yang akrab disama Cak Imin ini usai bertemu dengan Presiden SBY di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (17/10/2009).
Untuk diketahui, beredar kabar bagian dari kontrak kerja SBY dengan para pimpinan parpol yang menjadi menteri salah satunya harus memilih sebagai ketua umum atau menteri. Memang sempat terdengar kabar, para menteri di jajaran pemerintahan SBY jilid II tidak boleh menduduki jabatan penting di partai politik. Namun kabar itu masih belum dipastikan benar.
Isu penolakan rangkap jabatan itu direspons para elit partai yang tidak menpersoalkan rangkap jabatan. Ketua DPP PPP Lukman Hakim Saifudin menilai, tuntutan mundur ketua umum partai yang jadi menteri terlalu naif.
Sementara Ketua DPP PKB Marwan Jafar menilai tuntutan mundur ketua umum partai yang menjadi menteri SBY tidak memiliki dasar yang kuat. "Tidak ada UU yang melarang adanya rangkap jabatan. Kita pakai dasar UU saja soal ini. Jangan dipolitisir," tegasnya kepada detikcom, Minggu (25/10/2009).
(her/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 12:41 WIB
Mayat Penuh Luka Ditemukan Terapung di Sungai Sei Putih
-
Sabtu, 26/05/2012 12:32 WIB
Coret Baju dan Konvoi Sepeda Motor Ramaikan Kelulusan SMA di Yogya
-
Sabtu, 26/05/2012 12:17 WIB
Corby Diberi Grasi, Bagaimana dengan Ekstradisi Adrian Kiki?
-
Sabtu, 26/05/2012 12:13 WIB
Menkum: Apa yang Mereka Lakukan untuk WNI yang Dibui di Luar Negeri?
-
Sabtu, 26/05/2012 11:57 WIB
Pria Korban Penganiayaan Ditemukan Tewas di Tambak
-
Sabtu, 26/05/2012 10:59 WIB
Ini Sketsa Wajah Pelaku Penembakan 2 Satpam IPB
-
Sabtu, 26/05/2012 11:03 WIB
Ini Alasan Mahfud MD Ikut Sambut Bachtiar Chamsyah di Cipinang
-
Sabtu, 26/05/2012 10:32 WIB
Ini Kronologi Penembakan 2 Satpam IPB oleh Maling Motor
-
Sabtu, 26/05/2012 10:22 WIB
SBY Diyakini Akan Pegang Ucapannya, Ani Yudhoyono Tak Akan Maju di 2014
-
279 Komentar
-
245 Komentar
-
236 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
