Siap Pimpin Dunia, PM Jepang Usulkan Komunitas Negara Asia Timur
Sabtu, 24/10/2009 21:24 WIB
AFP
Bangkok
Pemimpin Asia sedang mendiskusikan rencana 'memimpin dunia' dengan membentuk sebuah komunitas gaya Uni Eropa. Ide ini bergulir dari Perdana Menteri Jepang Yukio Hatoyama.
"Itu akan bermakna bagi kita bahwa Asia Timur akan memimpin dunia dan dengan berbagai negara-negara dengan rezim yang berbeda satu sama lain bekerja sama dengan arah yang perspektif," kata Hatoyama kepada surat kabar Bangkok Post, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (24/10/2009).
Hatoyama menambahkan, usulan sebuah komunitas Asia Timur nantinya bisa mengambil peran utama dalam usaha global untuk pulih dari krisis ekonomi . Para perdana menteri raksasa regional seperti Cina dan India juga berusaha untuk menggalang persatuan.
Meski ide ini masih menjadi perdebatan apakah akan menyertakan Amerika Serikat. Hatoyama mengatakan, aliansi Tokyo dengan Washington adalah 'batu penjuru' dari kebijakan Jepang. Tetapi komunitas ini harus berusaha mengurangi sebanyak mungkin kesenjangan.
"Cina pasti akan tumbuh lebih jauh, khususnya ekonomi, Tapi aku tidak perlu menganggap itu sebagai ancaman," imbuh Hatoyama.
Mendengar usulan ini, Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva menyambut baik usulan tersebut. "Kami sangat tertarik mendengar visi dari perdana menteri tentang masyarakat Asia Timur. Karena saya tidak berpikir adanya perbedaan dalam kaitannya dengan kebutuhan integrasi yang lebih besar," katanya kepada wartawan.
(ape/ape)
"Itu akan bermakna bagi kita bahwa Asia Timur akan memimpin dunia dan dengan berbagai negara-negara dengan rezim yang berbeda satu sama lain bekerja sama dengan arah yang perspektif," kata Hatoyama kepada surat kabar Bangkok Post, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (24/10/2009).
Hatoyama menambahkan, usulan sebuah komunitas Asia Timur nantinya bisa mengambil peran utama dalam usaha global untuk pulih dari krisis ekonomi . Para perdana menteri raksasa regional seperti Cina dan India juga berusaha untuk menggalang persatuan.
Meski ide ini masih menjadi perdebatan apakah akan menyertakan Amerika Serikat. Hatoyama mengatakan, aliansi Tokyo dengan Washington adalah 'batu penjuru' dari kebijakan Jepang. Tetapi komunitas ini harus berusaha mengurangi sebanyak mungkin kesenjangan.
"Cina pasti akan tumbuh lebih jauh, khususnya ekonomi, Tapi aku tidak perlu menganggap itu sebagai ancaman," imbuh Hatoyama.
Mendengar usulan ini, Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva menyambut baik usulan tersebut. "Kami sangat tertarik mendengar visi dari perdana menteri tentang masyarakat Asia Timur. Karena saya tidak berpikir adanya perbedaan dalam kaitannya dengan kebutuhan integrasi yang lebih besar," katanya kepada wartawan.
(ape/ape)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 12:41 WIB
Mayat Penuh Luka Ditemukan Terapung di Sungai Sei Putih
-
Sabtu, 26/05/2012 12:32 WIB
Coret Baju dan Konvoi Sepeda Motor Ramaikan Kelulusan SMA di Yogya
-
Sabtu, 26/05/2012 12:17 WIB
Corby Diberi Grasi, Bagaimana dengan Ekstradisi Adrian Kiki?
-
Sabtu, 26/05/2012 12:13 WIB
Menkum: Apa yang Mereka Lakukan untuk WNI yang Dibui di Luar Negeri?
-
Sabtu, 26/05/2012 11:57 WIB
Pria Korban Penganiayaan Ditemukan Tewas di Tambak
-
Sabtu, 26/05/2012 10:59 WIB
Ini Sketsa Wajah Pelaku Penembakan 2 Satpam IPB
-
Sabtu, 26/05/2012 11:03 WIB
Ini Alasan Mahfud MD Ikut Sambut Bachtiar Chamsyah di Cipinang
-
Sabtu, 26/05/2012 10:32 WIB
Ini Kronologi Penembakan 2 Satpam IPB oleh Maling Motor
-
Sabtu, 26/05/2012 10:22 WIB
SBY Diyakini Akan Pegang Ucapannya, Ani Yudhoyono Tak Akan Maju di 2014
-
279 Komentar
-
245 Komentar
-
236 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message
.gif)

_2.gif)
_3.gif)
