Komplotan Pencongkel Spion Alphard Dibekuk di Senayan
Jumat, 23/10/2009 11:13 WIB
(Foto: dok detikcom)
Jakarta
4 Pelaku pencongkel mobil spion Alphard yang sering meresahkan diringkus Polda Metryo Jaya. Keempat pelaku yang dikenal sebagai kelompok Yuli Wahyu Cs dibekuk di kawasan Senayan, Jakarta Pusat.
Penangkapan dilakukan aparat Satuan Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada Kamis malam kemarin.
"Penangkapan pelaku dilakukan berdasarkan informasi masyarakat yang
mengetahui bahwa di tempat tersebut rawan pelaku pencongkelan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Chryshnanda Dwilaksana kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jaksel, Jum'at (23/10/2009).
Adapun modus yang dilakukan para tersangka adalah dengan memepet mobil-mobil mewah seperti Alphard dan Toyota Harrier. Pelaku biasanya melakukan aksinya di kawasan yang macet, seperti di bawah jembatan Senayan dan Dukuh Atas.
Saat melakukan aksinya, pelaku bekerja lebih dari 2 orang menggunakan motor. Dua orang bertugas stand by di kaca bagian kiri mobil, bertugas mengetok mobil untuk mengalihkan perhatian sang sopir.
"Dua orang lagi berada di pintu kanan, bertugas mencongkel spion tersebut," ungkap Chryshnanda.
Karena aksi ini sudah dilakukan sejak lama oleh komplotan ini, tentunya pemetik atau pencongkel bekerja sangat cepat saat mematahkan kaca spion tersebut.
Jika berhasil, pelaku mendapat keuntungan Rp 3 juta untuk satu buah kaca spion Alphard dan Rp 1 juta untuk spion mobil Harier. Kelompok ini biasanya menjual hasil kejahatannya di kawasan Asen Reges.
(mei/nwk)
Penangkapan dilakukan aparat Satuan Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada Kamis malam kemarin.
"Penangkapan pelaku dilakukan berdasarkan informasi masyarakat yang
mengetahui bahwa di tempat tersebut rawan pelaku pencongkelan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Chryshnanda Dwilaksana kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jaksel, Jum'at (23/10/2009).
Adapun modus yang dilakukan para tersangka adalah dengan memepet mobil-mobil mewah seperti Alphard dan Toyota Harrier. Pelaku biasanya melakukan aksinya di kawasan yang macet, seperti di bawah jembatan Senayan dan Dukuh Atas.
Saat melakukan aksinya, pelaku bekerja lebih dari 2 orang menggunakan motor. Dua orang bertugas stand by di kaca bagian kiri mobil, bertugas mengetok mobil untuk mengalihkan perhatian sang sopir.
"Dua orang lagi berada di pintu kanan, bertugas mencongkel spion tersebut," ungkap Chryshnanda.
Karena aksi ini sudah dilakukan sejak lama oleh komplotan ini, tentunya pemetik atau pencongkel bekerja sangat cepat saat mematahkan kaca spion tersebut.
Jika berhasil, pelaku mendapat keuntungan Rp 3 juta untuk satu buah kaca spion Alphard dan Rp 1 juta untuk spion mobil Harier. Kelompok ini biasanya menjual hasil kejahatannya di kawasan Asen Reges.
(mei/nwk)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 14:23 WIB
PKB Belum Siapkan Capres 2014, Tunggu Pileg
-
Minggu, 27/05/2012 13:40 WIB
Corby Diusulkan Jadi Duta Anti Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 13:40 WIB
Jelang Pilkada DKI, Alex Noerdin Diangkat Jadi Dewan Kehormatan MKGR
-
Minggu, 27/05/2012 13:38 WIB
Polisi: Konser Lady Gaga Hanya Kurang Izin dari Dinas Pariwisata
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
Minggu, 27/05/2012 13:40 WIB
Corby Diusulkan Jadi Duta Anti Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 13:23 WIB
Komisi III DPR: Konser Lady Gaga Batal Terganjal Persyaratan
-
Minggu, 27/05/2012 11:14 WIB
Konser Lady Gaga Batal!
-
608 Komentar
-
288 Komentar
-
254 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
