Rabu, 21/10/2009 23:51 WIB

Siti Harap Menkes Baru Pertahankan Policy Virus Indonesia di WHO

Nograhany Widhi K - detikNews
Siti Fadillah Supari
Jakarta - Indonesia dan WHO telah menjalin kesepakatan tentang pengiriman virus dengan cara baru, yang memberikan akses vaksin terhadap negara pengirim virus. Siti Fadillah Supari berharap Menteri Kesehatan yang baru, Endang Sedyaningsih, tidak mengubah kesepakatan itu.

"Saya khawatir kalau policy tentang virus yang ditandatangani WHO. Jangan sampai diubah!" kata Siti di rumah dinasnya, Jl Denpasar, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (21/10/2009).

Dikatakan Siti, persoalan virus sangat penting karena menyangkut ketahanan nasional. Dia berharap penggantinya mempunyai jiwa nasionalisme yang tinggi.

"Saya kira dia yang bisa mengerti. Saya harap dia punya jiwa nasionalis sehingga bisa meneruskan apa-apa yang bisa dicapai di WHO," kata perempuan asal Solo, Jawa Tengah itu.

Jika ternyata tidak? "Saya akan berteriak. Saya harap semua ikut mengawal," pungkasnya.

Seperti dikutip dari berbagai sumber, semasa dia menjabat menkes, Siti mengakhiri pengiriman virus flu burung ke laboratorium WHO. Dia menengarai penjualan vaksin flu itu cuma menguntungkan Amerika Serikat (AS), negara-negara maju, dan akan dikembangkan menjadi senjata biologi.

Kesepakatan baru dengan WHO dicapai pada 28 Maret 2007 bahwa Indonesia akan mulai mengirimkan virus dengan cara baru untuk memberikan akses vaksin terhadap negara berkembang.

Setahun kemudian, Siti merilis buku berjudul "Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung". Buku berisi mengenai konspirasi AS dan WHO dalam mengembangkan "senjata biologis" dengan menggunakan virus flu burung.

Buku itu oleh banyak kalangan dianggap membongkar konspirasi WHO dan AS. Selama lebih dari 50 tahun WHO mewajibkan virus sharing, namun ternyata banyak merugikan negara-negara miskin dan berkembang pengirim sampel virus tersebut. (irw/sho)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    100%
    Kontra
    0%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel