Sabu Rp 102 M Digagalkan
Warga Iran Ngaku Hanya Dititipi Sampo, Tak Tahu Isinya Sabu
Rabu, 21/10/2009 12:52 WIB
Jakarta
7 dari 10 Warga Iran yang menjadi tersangka penyelundupan sabu-sabu mengaku hanya dititipi sampo. Mereka tidak tahu kalau di dalam sampo tersebut ada sabu-sabu.
Sedangkan dua tersangka lainnya mengaku hanya membeli sampo dan tidak tahu kalau mengandung sabu-sabu.
"Yang dua orang, dia beli shampo di supermarket besar, Syiria. Dia tidak tahu," ujar translator yang didatangkan oleh pihak kepolisian untuk menerjemahkan tersangka Warga Negara Iran, Hayam di kantor Bea dan Cukai area kargo Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (21/10/2009).
Dua orang yang mengaku membeli sampo tersebut, ditangkap setelah turun dari Qatar Airways. Mereka tertangkap tangan membawa 26 botol sabu-sabu cair yang disembunyikan dalam botol shampo dan botol sabun.
Dari penuturan Hayam, para tersangka tidak tahu menahu kalau yang dibawa adalah barang terlarang. Mereka juga menanyakan mengenai hukuman yang akan mereka terima.
"Dia nanya soal hukumannnya. Saya bilang nggak tahu. Saya bukan pengacara, saya bukan polisi. Saya tidak tahu," tegasnya.
Menurut Hayam, ada beberapa tersangka yang sudah pernah datang ke Indonesia yaitu KZS, MRN, KMS, dan MS. Keempatnya sudah pernah ke Indonesia.
"Katanya cuma jalan-jalan," jelasnya.
(gus/iy)
Sedangkan dua tersangka lainnya mengaku hanya membeli sampo dan tidak tahu kalau mengandung sabu-sabu.
"Yang dua orang, dia beli shampo di supermarket besar, Syiria. Dia tidak tahu," ujar translator yang didatangkan oleh pihak kepolisian untuk menerjemahkan tersangka Warga Negara Iran, Hayam di kantor Bea dan Cukai area kargo Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (21/10/2009).
Dua orang yang mengaku membeli sampo tersebut, ditangkap setelah turun dari Qatar Airways. Mereka tertangkap tangan membawa 26 botol sabu-sabu cair yang disembunyikan dalam botol shampo dan botol sabun.
Dari penuturan Hayam, para tersangka tidak tahu menahu kalau yang dibawa adalah barang terlarang. Mereka juga menanyakan mengenai hukuman yang akan mereka terima.
"Dia nanya soal hukumannnya. Saya bilang nggak tahu. Saya bukan pengacara, saya bukan polisi. Saya tidak tahu," tegasnya.
Menurut Hayam, ada beberapa tersangka yang sudah pernah datang ke Indonesia yaitu KZS, MRN, KMS, dan MS. Keempatnya sudah pernah ke Indonesia.
"Katanya cuma jalan-jalan," jelasnya.
(gus/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Kamis, 24/05/2012 22:27 WIB
Ketua F-PD: Grasi Corby Bukan Hasil Intervensi Australia ke RI
-
Kamis, 24/05/2012 22:03 WIB
Api Lalap Kasur & Atap Rumah Penduduk di Warakas
-
Kamis, 24/05/2012 21:50 WIB
Pramugari Anggi Seharusnya Menjadi Ikon Sukhoi Superjet
-
Kamis, 24/05/2012 21:42 WIB
Anas Sebut Tak Ada Ancaman Fisik Saat Berkunjung ke Maluku Utara
-
Kamis, 24/05/2012 21:33 WIB
Jokowi Akan Menjadi Mediator Konflik Kraton Surakarta
-
Kamis, 24/05/2012 19:48 WIB
Siswi SMAN 2 Kuningan Raih Nilai UN Murni Tertinggi
-
Kamis, 24/05/2012 20:17 WIB
Soal Lady Gaga, Mendikbud: Cari Saja Penyanyi yang Nggak Kontroversi
-
Kamis, 24/05/2012 21:50 WIB
Pramugari Anggi Seharusnya Menjadi Ikon Sukhoi Superjet
-
Kamis, 24/05/2012 21:42 WIB
Anas Sebut Tak Ada Ancaman Fisik Saat Berkunjung ke Maluku Utara
-
701 Komentar
-
260 Komentar
-
239 Komentar
-
227 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 894.000
- Rp 2,801.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
