TK Belepotan Pimpin Sidang MPR, SBY yang Paling Dipermalukan
Selasa, 20/10/2009 18:31 WIB
Jakarta
Belepotannya pidato Ketua MPR Taufiq Kiemas di depan sidang paripurna membuktikan dirinya tidak punya pengalaman dalam memimpin. Namun tanggung jawab kesalahan itu harus juga ditujukan untuk SBY dan Partai Demokratnya.
"Yah itu bukti dia tidak punya pengalaman sama sekali dalam memimpin sidang. Tapi jangankan memimpin sidang, mengikuti sidang saja dia kan bisa dikatakan hampir tidak pernah," kata pengamat politik UI Arbi Sanit saat dihubungi, Selasa (20/10/2009).
Tidak hanya itu, SBY juga harus bertanggung jawab dalam kesalahan yang dibuat TK pada acara sakral kenegaraan itu. SBY, melalui Partai Demokrat, mendukung penuh TK menjadi Ketua MPR.
"Ini kesalahan orang yang mendorongnya jadi ketua MPR yaitu SBY. Dengan demikian maka masyarakat pun tahu bahwa SBY tidak tahu cara memilih orang karena SBY mendukung seseorang hanya berdasarkan kebutuhannya sendiri yaitu mengikuti selera orang-orang politik," kata Arbi.
Arbi mengatakan, hal itu justru menjadi bumerang buat SBY di tengah acara yang juga disaksikan para tamu negara sahabat itu. Seperti diketahui, SBY sempat sedikit menengok dan terlihat seperti menarik nafas saat TK salah menyebut namanya.
"Ini bukan lagi akan menjadi bumerang buat SBY, tapi sudah menjadi bumerang buat SBY. Coba dengan kejadian TK di sidang MPR ini siapa yang paling dipermalukan? Yah tentunya orang yang mendukungnya. Terus siapa yang mendukungnya? Yah SBY," pungkasnya.
(lrn/mok)
"Yah itu bukti dia tidak punya pengalaman sama sekali dalam memimpin sidang. Tapi jangankan memimpin sidang, mengikuti sidang saja dia kan bisa dikatakan hampir tidak pernah," kata pengamat politik UI Arbi Sanit saat dihubungi, Selasa (20/10/2009).
Tidak hanya itu, SBY juga harus bertanggung jawab dalam kesalahan yang dibuat TK pada acara sakral kenegaraan itu. SBY, melalui Partai Demokrat, mendukung penuh TK menjadi Ketua MPR.
"Ini kesalahan orang yang mendorongnya jadi ketua MPR yaitu SBY. Dengan demikian maka masyarakat pun tahu bahwa SBY tidak tahu cara memilih orang karena SBY mendukung seseorang hanya berdasarkan kebutuhannya sendiri yaitu mengikuti selera orang-orang politik," kata Arbi.
Arbi mengatakan, hal itu justru menjadi bumerang buat SBY di tengah acara yang juga disaksikan para tamu negara sahabat itu. Seperti diketahui, SBY sempat sedikit menengok dan terlihat seperti menarik nafas saat TK salah menyebut namanya.
"Ini bukan lagi akan menjadi bumerang buat SBY, tapi sudah menjadi bumerang buat SBY. Coba dengan kejadian TK di sidang MPR ini siapa yang paling dipermalukan? Yah tentunya orang yang mendukungnya. Terus siapa yang mendukungnya? Yah SBY," pungkasnya.
(lrn/mok)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 14:23 WIB
PKB Belum Siapkan Capres 2014, Tunggu Pileg
-
Minggu, 27/05/2012 13:40 WIB
Corby Diusulkan Jadi Duta Anti Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 13:40 WIB
Jelang Pilkada DKI, Alex Noerdin Diangkat Jadi Dewan Kehormatan MKGR
-
Minggu, 27/05/2012 13:38 WIB
Polisi: Konser Lady Gaga Hanya Kurang Izin dari Dinas Pariwisata
-
Minggu, 27/05/2012 13:23 WIB
Komisi III DPR: Konser Lady Gaga Batal Terganjal Persyaratan
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
Minggu, 27/05/2012 13:40 WIB
Corby Diusulkan Jadi Duta Anti Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 13:23 WIB
Komisi III DPR: Konser Lady Gaga Batal Terganjal Persyaratan
-
Minggu, 27/05/2012 11:14 WIB
Konser Lady Gaga Batal!
-
608 Komentar
-
288 Komentar
-
254 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
