detikcom
Senin, 19/10/2009 17:42 WIB

Poligami

Menneg PP Baru Ditantang Revisi UU Perkawinan

Laurencius Simanjuntak - detikNews
Foto: wahidinstitute
Jakarta - Keberadaan UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dipandang tidak relevan lagi dengan persoalan yang dihadapi masyarakat Indonesia sekarang ini. Terlebih mengenai aturan yang memperbolehkan poligami.

Untuk itu, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan (Menneg PP) dalam kabinet mendatang ditantang untuk merevisi UU Perkawinan yang sudah berusia 35 tahun itu.

"Direvisi dengan menggunakan tafsir yang tepat," kata aktivis perempuan Nursyahbani Katjasungkana di Jakarta, Senin (19/10/2009).

Menurut mantan anggota DPR ini, aturan poligami dalam UU Perkawinan sebenarnya dimaksudkan sebagai 'pintu darurat' dari masalah yang dihadapi oleh pasangan suami istri. Misalnya, sang istri sakit-sakitan dan tidak bisa punya anak.

"Tapi (sekarang) ini kan seperti dibudayakan," ujarnya.

Rekomendasi komite The Convention on The Elimination of Discrimination Againts Women (CEDAW) untuk merevisi UU Perkawinan, katanya, tidak pernah direspon oleh Kemenneg PP selama ini. Oleh karenanya, Menneg PP mendatang diharapkan bisa mengajukan usulan RUU perbaikan tentang UU 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

"Sudah sampai 10 tahun(tidak direspon)," katanya.

Linda Agum Gumelar


Posisi Menneg dalam kabinet mendatang kemungkinan besar akan diisi Linda Agum Gumelar. Mantan istri petinggi militer Agum Gumelar ini sudah dipanggil SBY untuk diaudisi sebagai calon menteri.

Menurut Nursyahbani, nama Linda Agum Gumelar memang dipromosikan oleh sejumlah pemerhati masalah perempuan yang dikoordinir oleh mantan Menneg PP Anindyati Sulasikin Murpraptomo dan Habibie Centre.

"Dalam sebulan terakhir, kami cukup intensif bertemu, ketika ada isu Kemenneg PP akan disatukan degan Depkes dan Diknas. Dan ia salah satu yang kami promosikan," ujarnya.

Nursyahbani menambahkan Menneg PP haruslah memiliki pemahaman yang mendalam dan utuh tentang konsep diskriminasi gender, HAM, dan perempuan. "Ia harus memahamai situasi perempuan," pungkasnya.

Ikuti sejumlah peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 12.45 WIB

(lrn/iy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%