detikcom

Gempa Sumbar

Evakuasi Dihentikan, Data Kerusakan & Korban Dirilis 21 Oktober video foto

Novia Chandra Dewi - detikNews
Minggu, 18/10/2009 17:03 WIB
Gumawan Fauzi (Ari S/detikcom)
Jakarta Data kerusakan dan korban gempa di Padang, Sumatera Barat, akan dirilis Rabu, 21 Oktober 2009. Saat ini tim verifikasi tengah turun ke lapangan guna memastikan tingkat kerusakan dan jumlah korban gempa.

"Tim verifikasi sedang turun sampai tanggal 21 Oktober. Tanggal 19 Oktober Menko Kesra dan Menko Perekonomian koordinasi membahas berapa jumlah yang didapat tiap rumah. Tanggal 21 Oktober akan ada hasil perumusan data jumlah kerugian dan kerusakan dari tim verifikasi," kata Gubernur Sumbar, Gumawan Fauzi.

Hal itu dikatakan Gumawan usai menjalani tes kesehatan untuk para calon menteri di RSPAD, Jakarta, Minggu (18/10/2009).

Menurut pria yang kabarnya akan diplot menjadi Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (PAN) ini, kondisi di Sumbar saat ini sudah mulai stabil. 95 Persen listrik sudah beroperasi, 85 persen air sudah kembali normal, dan 100 persen telepon sudah kembali berfungsi.

Sementara uang lauk sudah didistribuskan 2 kali sehari selama 10 hari. Bantuan sebanyak 3.100 kelas darurat dan 6.000 ton beras juga sudah didistribusikan.

"Kondisi terkini, evakuasi dihentikan. Semua yang meninggal sudah diidentifikasi kecuali di kuburan massal," kata Gumawan.

Posisi Menteri


Mengenai posisi di kabinet yang akan dijabatnya, Gumawan mengaku belum tahu. Yang jelas dia memastikan posisinya sebagai menteri tidak akan mengganggu jalannya pemerintahan di Sumbar.

"Kalau sistem sudah jalan dan tidak figure oriented, gubernur tidak pernah
kosong. Mekanismenya sudah ada sedemkian rupa. Kalau gubernur tidak ada, wakil yang menggantikan. Mudah-mudahan tidak terganggu," kata Gumawan.

Dia menambahkan, hal yang menonjol dari Sumbar adalah pembangunannya yang berkembang pesat. Waktu SBY pergi ke Sumbar, Gumawan memaparkan di hadapan SBY tentang perkembangan Sumbar.

"Penduduk miskin di bawah 10 persen, pengangguran berkurang hingga di bawah 8 persen. Pertumbuhan ekonomi di atas 8 persen. Kami rata-rata di atas nasional," terang Gumawan. (sho/iy)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel