detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 15:16 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Minggu, 18/10/2009 15:11 WIB

Nila Juwita Anfasa Moeleok Calon Menkes?

Luhur Hertanto - detikNews
foto: Didit/detikcom
Jakarta - Perempuan kedua yang mengikuti 'audisi' calon menteri di Cikeas adalah Nila Juwita Anfasa Moeloek. Nila mengaku diajak bicara soal mengurangi angka kematian ibu, anak, dan pengurangan kemiskinan.

"Tadi Pak Boediono banyak mengatakan capaian MDG's yang harus kita capai pada 2015. Ya kan banyak kalau MDG's antara lain mengurangi angka kematian ibu, angka kematian anak, pengurangan kemiskinan dan lain-lain," ujar Nila kepada wartawan di Cikeas, Minggu (18/10/2009).

Nila yang datang mengenakan baju batik biru hijau ini mengaku belum tahu persis pos kementrian apa yang akan didudukinya. Nila mengaku dipanggil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) baru sebatas calon saja.

"Saya dipanggil ke Cikeas sebagai calon. Detailnya belum, ini masih calon lo," ujarnya yang tampak canggung dikerumuni wartawan.

Nila adalah dokter spesialis mata lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI). Selain sebagai dokter, Nila tercatat masih sebagai ketua umum Dharma Wanita Pusat. Nila adalah istri mantan Menteri Kesehatan Farid Anfasa Moeloek.

Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(Rez/iy)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%