Gempa Sumbar
Pencarian Korban Dihentikan, Tanggap Darurat Diteruskan
Kamis, 15/10/2009 20:01 WIB
Jakarta
Meski operasi pencarian korban dihentikan, tapi tahap tanggap darurat gempa Sumbar dan Jambi masih berjalan. Tahapan penting itu baru dihentikan bila seluruh kebutuhan dasar pengungsi telah terpenuhi.
Demikian kata Ketua BNPB Syamsul Muarif usai rapat kabinet terbatas diperluas, Kamis (15/10/2009). Rapat berlangsung di Kantor Setneg, Jl Majapahit, Jakarta.
"Setelah segala sesatunya dianggap tuntas, barulah Presiden katakan tanggap darurat selesai. Tanpa dihentikan tanggap darurat kita tidak bisa memulai tahap rekonstruksi dan rehabilitasi," tegas dia.
Kebutuhan dasar yang hingga H+14 belum tuntas adalah pengadaan hunian sementara bagi para pengungsi. Jumlah total pengungsi yang membutuhkan
tenda sebanyak 90 ribu KK dan baru 2/3 saja yang hingga akhir pekan ini bisa terpenuhi.
Pangkal masalahnya adalah logistik berupa tenda regu yang telah disiapkan, ternyata tidak pas dengan nilai adat yang berlaku di Sumbar. Bahwa anggota keluarga yang telah berkeluarga tidak sepatutnya tinggal satu atap dengan orang tua.
"Warga minta tenda perorangan atau rumah darurat di depan rumah mereka yang rusak. Maka dari itu Pak Gubernur Sumbar mulai Sabtu besok akan membagikan pada warga alat pertukangan agar bisa membangun dulu sendiri shelter-nya," jelas Syamsul.
Sementara untuk kebutuhan makanan dan fasilitas umum, menurut Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi sudah hampir pulih seperti sedia kala. Listrik dan BBM sudah 100% kembali normal, air bersih baru 85% dan 103 ribu sekolah dijadwalkan sudah berdiri ada Sabtu besok.
Khusus untuk makanan, sebanyak 6 ribu ton beras telah dikirimkan permerintah pusat dan akan disusul 5 ton tambahan. Sementara di gudang Dolog Sumbar ada persediaan 14 ribu ton yang diperkirakan cukup untuk penuhi kebutuhan pengunggsi selama 4 bulan.
"Setiap hari dibagikan beras 400 gram dan uang lauk pauk sebesar Rp 5.000 per orang. Hingga kini dari BNPB telah cair uang lauk pauk Rp 44 miliar untuk keperluan 20 hari," papar Gamawan.
Makam Massal
Menyinggung jumlah korban tewas, setelah semua data dikumpulkan diketahui totalnya 1.117 jiwa. Sebanyak 907 orang berhasil diidentifikasi sementara 210 sisanya masih tertimbun longsongan yang tidak mungkin lagi bisa ditemukan dalam kondisi hidup.
"Ketebalan timbunan longsoran bisa sampai 10 meter. Maka warga Padang Pariaman dan Agam sepakat pencarian tidak dilanjutkan dan lokasi itu dijadikan pemakaman massal," jelas Gamawan. (lh/mad)
Demikian kata Ketua BNPB Syamsul Muarif usai rapat kabinet terbatas diperluas, Kamis (15/10/2009). Rapat berlangsung di Kantor Setneg, Jl Majapahit, Jakarta.
"Setelah segala sesatunya dianggap tuntas, barulah Presiden katakan tanggap darurat selesai. Tanpa dihentikan tanggap darurat kita tidak bisa memulai tahap rekonstruksi dan rehabilitasi," tegas dia.
Kebutuhan dasar yang hingga H+14 belum tuntas adalah pengadaan hunian sementara bagi para pengungsi. Jumlah total pengungsi yang membutuhkan
tenda sebanyak 90 ribu KK dan baru 2/3 saja yang hingga akhir pekan ini bisa terpenuhi.
Pangkal masalahnya adalah logistik berupa tenda regu yang telah disiapkan, ternyata tidak pas dengan nilai adat yang berlaku di Sumbar. Bahwa anggota keluarga yang telah berkeluarga tidak sepatutnya tinggal satu atap dengan orang tua.
"Warga minta tenda perorangan atau rumah darurat di depan rumah mereka yang rusak. Maka dari itu Pak Gubernur Sumbar mulai Sabtu besok akan membagikan pada warga alat pertukangan agar bisa membangun dulu sendiri shelter-nya," jelas Syamsul.
Sementara untuk kebutuhan makanan dan fasilitas umum, menurut Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi sudah hampir pulih seperti sedia kala. Listrik dan BBM sudah 100% kembali normal, air bersih baru 85% dan 103 ribu sekolah dijadwalkan sudah berdiri ada Sabtu besok.
Khusus untuk makanan, sebanyak 6 ribu ton beras telah dikirimkan permerintah pusat dan akan disusul 5 ton tambahan. Sementara di gudang Dolog Sumbar ada persediaan 14 ribu ton yang diperkirakan cukup untuk penuhi kebutuhan pengunggsi selama 4 bulan.
"Setiap hari dibagikan beras 400 gram dan uang lauk pauk sebesar Rp 5.000 per orang. Hingga kini dari BNPB telah cair uang lauk pauk Rp 44 miliar untuk keperluan 20 hari," papar Gamawan.
Makam Massal
Menyinggung jumlah korban tewas, setelah semua data dikumpulkan diketahui totalnya 1.117 jiwa. Sebanyak 907 orang berhasil diidentifikasi sementara 210 sisanya masih tertimbun longsongan yang tidak mungkin lagi bisa ditemukan dalam kondisi hidup.
"Ketebalan timbunan longsoran bisa sampai 10 meter. Maka warga Padang Pariaman dan Agam sepakat pencarian tidak dilanjutkan dan lokasi itu dijadikan pemakaman massal," jelas Gamawan. (lh/mad)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 12:13 WIB
Menkum: Apa yang Mereka Lakukan untuk WNI yang Dibui di Luar Negeri?
-
Sabtu, 26/05/2012 11:57 WIB
Pria Korban Penganiayaan Ditemukan Tewas di Tambak
-
Sabtu, 26/05/2012 11:56 WIB
Grasi Corby Digugat, Menkum HAM: Pelajari Dulu Masalahnya
-
Sabtu, 26/05/2012 11:03 WIB
Ini Alasan Mahfud MD Ikut Sambut Bachtiar Chamsyah di Cipinang
-
Sabtu, 26/05/2012 10:59 WIB
Ini Sketsa Wajah Pelaku Penembakan 2 Satpam IPB
-
Sabtu, 26/05/2012 10:59 WIB
Ini Sketsa Wajah Pelaku Penembakan 2 Satpam IPB
-
Sabtu, 26/05/2012 11:03 WIB
Ini Alasan Mahfud MD Ikut Sambut Bachtiar Chamsyah di Cipinang
-
Sabtu, 26/05/2012 10:32 WIB
Ini Kronologi Penembakan 2 Satpam IPB oleh Maling Motor
-
Sabtu, 26/05/2012 10:22 WIB
SBY Diyakini Akan Pegang Ucapannya, Ani Yudhoyono Tak Akan Maju di 2014
-
279 Komentar
-
245 Komentar
-
236 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
