Pendaki Everest Masuk RSJ
Clara Masih Bermimpi Daki 4 Puncak Gunung Tertinggi Lainnya
Senin, 12/10/2009 17:09 WIB
dok detikcom
Magelang
Clara Sumarwati, wanita pertama yang mencapai puncak Everest, menjalani perawatan di RSJ. Saat ini kondisi Clara mulai membaik. Menurut Clara, dirinya masih memimpikan mendaki 4 puncak gunung tertinggi lainnya.
Keempat puncak gunung itu adalah di Gunung Elbrus (Rusia), Gunung Vincon Massive (Antartika), Gunung Denali (Amerika), dan Pegunungan Kilimanjaro (Afrika Selatan). Clara sangat ingin bisa menaklukan keempat puncak gunung tertinggi di dunia itu.
"Kalau sudah keluar saya ingin tetap mendaki kembali. Saya memimpikan itu. Sempat saya rencanakan pada tahun 2006, tetapi batal karena tidak ada yang mengawal saya dan izinnya tidak keluar," ujar Clara saat ditemui detikcom di Wisma Drupadi, Kompleks RSJ Prof dr Soerojo Jl. Ahmad Yani, Magelang, Jawa Tengah, Senin (12/10/2009).
Wanita lajang kelahiran Yogyakarta 6 Juli 1967 itu mengaku, saat itu dirinya sudah sempat menghadap Presiden SBY di Jakarta. Namun tetap saja dirinya tersandung masalah perizinan.
"Saya masih inget Pak SBY saat itu minta foto saya saat di puncak dan foto bersama di istana negara," ungkap Clara.
Menurut Clara, dirinya sulit mendapatkan izin karena proses birokrasi yang berbelit-belit. Kondisi ini berbeda dengan saat dirinya mengurus berbagai keperluan untuk pendakian sebelumnya.
"Kita sudah siap, cuma di Menpora suratnya untuk menjelaskan bahwa saya benar-benar orang Indonesia susah keluar. Sebab kalau ada apa-apa government to government susah. Suratnya kayak semacam jaminan," tegas Clara.
Diakui Clara, permasalah ini membuat dirinya jengkel dan stres. Dia sangat menyesalkan mengapa pemerintah tidak mengeluarkan izin untuk mendaki 4 puncak gunung tersebut.
"Saya sudah mengajukan dana sebesar Rp 17 miliar karena akan mendaki 5 puncak. Dana yang dibutuhkan memang sangat banyak sebab untuk biaya pendekomuntasian sebagai bukti," jelas Clara.
Buka Toko Perlengkapan Mendaki
Obsesi Clara tidak hanya ingin mendaki semua puncak gunung tertinggi di dunia. Dia juga punya angan-angan membuka toko perlengkapan mendaki gunung jika pensiun nanti.
"Bila mimpi saya tidak tercapai sampai tahun 2010, maka saya akan membuka usaha alat-alat pendakian," ungkap Clara.
Clara juga mengaku sempat ditawari PT Gramedia untuk menyusun buku tentang pendidikan dan pengalamanya di bidang pendakian. Namun sampai sekarang belum berhasil karena PT Gramedia merasa kesulitan mencari editor buku soal pendakian.
"Saya sempat dipanggil Gramedia ke Jakarta untuk menyusun buku. Tapi gramedia kesulitan mencari editornya belum ketemu," aku Clara.
(djo/djo)
Keempat puncak gunung itu adalah di Gunung Elbrus (Rusia), Gunung Vincon Massive (Antartika), Gunung Denali (Amerika), dan Pegunungan Kilimanjaro (Afrika Selatan). Clara sangat ingin bisa menaklukan keempat puncak gunung tertinggi di dunia itu.
"Kalau sudah keluar saya ingin tetap mendaki kembali. Saya memimpikan itu. Sempat saya rencanakan pada tahun 2006, tetapi batal karena tidak ada yang mengawal saya dan izinnya tidak keluar," ujar Clara saat ditemui detikcom di Wisma Drupadi, Kompleks RSJ Prof dr Soerojo Jl. Ahmad Yani, Magelang, Jawa Tengah, Senin (12/10/2009).
Wanita lajang kelahiran Yogyakarta 6 Juli 1967 itu mengaku, saat itu dirinya sudah sempat menghadap Presiden SBY di Jakarta. Namun tetap saja dirinya tersandung masalah perizinan.
"Saya masih inget Pak SBY saat itu minta foto saya saat di puncak dan foto bersama di istana negara," ungkap Clara.
Menurut Clara, dirinya sulit mendapatkan izin karena proses birokrasi yang berbelit-belit. Kondisi ini berbeda dengan saat dirinya mengurus berbagai keperluan untuk pendakian sebelumnya.
"Kita sudah siap, cuma di Menpora suratnya untuk menjelaskan bahwa saya benar-benar orang Indonesia susah keluar. Sebab kalau ada apa-apa government to government susah. Suratnya kayak semacam jaminan," tegas Clara.
Diakui Clara, permasalah ini membuat dirinya jengkel dan stres. Dia sangat menyesalkan mengapa pemerintah tidak mengeluarkan izin untuk mendaki 4 puncak gunung tersebut.
"Saya sudah mengajukan dana sebesar Rp 17 miliar karena akan mendaki 5 puncak. Dana yang dibutuhkan memang sangat banyak sebab untuk biaya pendekomuntasian sebagai bukti," jelas Clara.
Buka Toko Perlengkapan Mendaki
Obsesi Clara tidak hanya ingin mendaki semua puncak gunung tertinggi di dunia. Dia juga punya angan-angan membuka toko perlengkapan mendaki gunung jika pensiun nanti.
"Bila mimpi saya tidak tercapai sampai tahun 2010, maka saya akan membuka usaha alat-alat pendakian," ungkap Clara.
Clara juga mengaku sempat ditawari PT Gramedia untuk menyusun buku tentang pendidikan dan pengalamanya di bidang pendakian. Namun sampai sekarang belum berhasil karena PT Gramedia merasa kesulitan mencari editor buku soal pendakian.
"Saya sempat dipanggil Gramedia ke Jakarta untuk menyusun buku. Tapi gramedia kesulitan mencari editornya belum ketemu," aku Clara.
(djo/djo)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Kamis, 24/05/2012 19:48 WIB
Siswi SMAN 2 Kuningan Raih Nilai UN Murni Tertinggi
-
Kamis, 24/05/2012 19:25 WIB
Andi Mallarangeng Diperiksa 10 Jam di KPK
-
Kamis, 24/05/2012 19:07 WIB
BNPB: Banjir & Longsor di Balikpapan, 4 Orang Tewas dan Belasan Rumah Rusak
-
Kamis, 24/05/2012 19:02 WIB
Ribuan Polisi Kawal Laga Inter Milan Vs Liga Selection
-
Kamis, 24/05/2012 18:51 WIB
Perebutan Wilayah, Sulbar: Pulau Lari-larian Milik Kami, Harga Mati!
-
Kamis, 24/05/2012 17:55 WIB
Polda: Kiriman Paket Ganja untuk Anak Renny Jayusman Modus Baru
-
Kamis, 24/05/2012 17:46 WIB
Ahli Sebut Pemeran Video Porno Mirip Anggota Dewan
-
Kamis, 24/05/2012 18:14 WIB
Tak Terbukti Bunuh Istri, AKBP Mindo Bebas
-
Kamis, 24/05/2012 16:42 WIB
'Bidadari' Beraksi di Bundaran HI, Lalu Lintas Tersendat
-
699 Komentar
-
259 Komentar
-
238 Komentar
-
227 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 572.000
- Rp 894.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
