Dokumen 15 Juli
Anggodo Jelas Hendak Suap KPK, Kenapa Tak Diusut Polisi?
Senin, 12/10/2009 14:46 WIB
Jakarta
Sikap polisi atas dokumen 15 Juli 2009 yang menyebut Antasari Azhar meminta suap Rp 6 miliar kepada buron KPK Anggoro Widjojo, mulai dipertanyakan.
Dalam dokumen itu, jelas sekali adik Anggoro, Anggodo mengaku telah menggelontorkan uang kepada Ary Muladi untuk melakukan penyuapan ke KPK.
"Kalau menurut kita, sudah ada percobaan penyuapan yang sempurna. Kalau sesuai dengan tetsimoni dia, sudah sepantasnya diproses tindakan penyuapan," kata pengacara KPK, Alex Lay di Jakarta, Senin (12/10/2009).
Anggodo dalam testimoni di dokumen 15 Juli itu meminta bantuan Ary Muladi untuk menghubungi orang di KPK. Dia pun mengaku telah menggelontorkan uang Rp 3,7 miliar melalui Ary.
Tapi Ary kemudian dijerat polisi dengan pasal penipuan dan penggelapan. Ary mencabut isi pernyataannya di dokumen itu yang menyatakan ia menyetor uang ke oknum di KPK. Ary mengaku dia tidak pernah memberi uang ke orang KPK.
"Harusnya polisi mengeksplore penyuapan dan penggelapan. Uangnya tidak pernah sampai kepada pimpinan KPK, permulaan sudah ada. Harusnya polisi memproses," terang Alex.
Alex menemukan kejanggalan dari proses pengusutan suap di KPK yang polisi lakukan. "Anggodo yang menginisiasi penyuapan, tidak diproses. Anggodo dibela kepolisian, sinyalemen ini sangat kuat. Ary Muladi saja ditahan," tutupnya.
(ndr/iy)
Dalam dokumen itu, jelas sekali adik Anggoro, Anggodo mengaku telah menggelontorkan uang kepada Ary Muladi untuk melakukan penyuapan ke KPK.
"Kalau menurut kita, sudah ada percobaan penyuapan yang sempurna. Kalau sesuai dengan tetsimoni dia, sudah sepantasnya diproses tindakan penyuapan," kata pengacara KPK, Alex Lay di Jakarta, Senin (12/10/2009).
Anggodo dalam testimoni di dokumen 15 Juli itu meminta bantuan Ary Muladi untuk menghubungi orang di KPK. Dia pun mengaku telah menggelontorkan uang Rp 3,7 miliar melalui Ary.
Tapi Ary kemudian dijerat polisi dengan pasal penipuan dan penggelapan. Ary mencabut isi pernyataannya di dokumen itu yang menyatakan ia menyetor uang ke oknum di KPK. Ary mengaku dia tidak pernah memberi uang ke orang KPK.
"Harusnya polisi mengeksplore penyuapan dan penggelapan. Uangnya tidak pernah sampai kepada pimpinan KPK, permulaan sudah ada. Harusnya polisi memproses," terang Alex.
Alex menemukan kejanggalan dari proses pengusutan suap di KPK yang polisi lakukan. "Anggodo yang menginisiasi penyuapan, tidak diproses. Anggodo dibela kepolisian, sinyalemen ini sangat kuat. Ary Muladi saja ditahan," tutupnya.
(ndr/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Kamis, 24/05/2012 19:25 WIB
Andi Mallarangeng Diperiksa 10 Jam di KPK
-
Kamis, 24/05/2012 19:07 WIB
BNPB: Banjir & Longsor di Balikpapan, 4 Orang Tewas dan Belasan Rumah Rusak
-
Kamis, 24/05/2012 19:02 WIB
Ribuan Polisi Kawal Laga Inter Milan Vs Liga Selection
-
Kamis, 24/05/2012 18:51 WIB
Perebutan Wilayah, Sulbar: Pulau Lari-larian Milik Kami, Harga Mati!
-
Kamis, 24/05/2012 18:37 WIB
Polisi Selidiki Pengirim Paket Ganja untuk Anak Renny Jayusman
-
Kamis, 24/05/2012 17:55 WIB
Polda: Kiriman Paket Ganja untuk Anak Renny Jayusman Modus Baru
-
Kamis, 24/05/2012 17:46 WIB
Ahli Sebut Pemeran Video Porno Mirip Anggota Dewan
-
Kamis, 24/05/2012 18:14 WIB
Tak Terbukti Bunuh Istri, AKBP Mindo Bebas
-
Kamis, 24/05/2012 16:42 WIB
'Bidadari' Beraksi di Bundaran HI, Lalu Lintas Tersendat
-
699 Komentar
-
259 Komentar
-
238 Komentar
-
227 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 894.000
- Rp 6,010.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
