Hujan Terang Tak Menentu, Pemantau Cuaca Makin Sibuk
Selasa, 06/10/2009 15:39 WIB
ilustrasi
Jakarta
Cuaca tidak menentu akhir-akhir ini membuat semua sibuk. Salah satunya terlihat di stasiun pemantau cuaca Kemayoran.
Petugas pemantau terlihat hilir mudik mencatat perubahan suhu, kuantitas sinar matahari dan kecepatan angin.
"Ya seperti ini kalau lagi musimnya ganti. Cuaca berubah-ubah harus rajin mencatat dan memantau," kata Nur Syamsi, petugas stasiun di Stasiun Meteorologi 745, Pemantauan Cuaca Kemayoran, Jl Angkasa, Jakpus, Senin (6/10/2009).
Tiap hari, sedikitnya 5 alat pemantau cuaca terus dipantau. Yakni pengukur suhu, bola pembakaran bias matahari, penakar hujan, pengukur penguapan, dan anemometer (pencatat arah dan kecepatan angin).
Alat itu terletak di lapangan terbuka seukuran lapangan bola di area Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kemayoran. Bentuknya berupa panel-panel dengan bentuk yang
khas.
"Kalau sekarang akan tetap tinggi perubahan cuacanya. Sebab terkena ekor badai Parma di Asia Tenggara," papar warga Bekasi ini.
Dari stasiun tersebut dan juga stasiun pemantau lain di Jakarta dan dari daerah lain, hasilnya dianalisis di BMKG Kemayoran. Kumpulan laporan itulah yang menjadi dasar prakiraan cuaca khususnya untuk mengantisipasi tindakan
yang diperlukan.
"Seperti akan ada badai tertentu, sebisa mungkin ada rekomendasi untuk menghindari dampaknya," pungkasnya sambil mencatat hasil alat-alat tersebut.
(Ari/mad)
Petugas pemantau terlihat hilir mudik mencatat perubahan suhu, kuantitas sinar matahari dan kecepatan angin.
"Ya seperti ini kalau lagi musimnya ganti. Cuaca berubah-ubah harus rajin mencatat dan memantau," kata Nur Syamsi, petugas stasiun di Stasiun Meteorologi 745, Pemantauan Cuaca Kemayoran, Jl Angkasa, Jakpus, Senin (6/10/2009).
Tiap hari, sedikitnya 5 alat pemantau cuaca terus dipantau. Yakni pengukur suhu, bola pembakaran bias matahari, penakar hujan, pengukur penguapan, dan anemometer (pencatat arah dan kecepatan angin).
Alat itu terletak di lapangan terbuka seukuran lapangan bola di area Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kemayoran. Bentuknya berupa panel-panel dengan bentuk yang
khas.
"Kalau sekarang akan tetap tinggi perubahan cuacanya. Sebab terkena ekor badai Parma di Asia Tenggara," papar warga Bekasi ini.
Dari stasiun tersebut dan juga stasiun pemantau lain di Jakarta dan dari daerah lain, hasilnya dianalisis di BMKG Kemayoran. Kumpulan laporan itulah yang menjadi dasar prakiraan cuaca khususnya untuk mengantisipasi tindakan
yang diperlukan.
"Seperti akan ada badai tertentu, sebisa mungkin ada rekomendasi untuk menghindari dampaknya," pungkasnya sambil mencatat hasil alat-alat tersebut.
(Ari/mad)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 13:40 WIB
Jelang Pilkada DKI, Alex Noerdin Diangkat Jadi Dewan Kehormatan MKGR
-
Minggu, 27/05/2012 13:38 WIB
Polisi: Konser Lady Gaga Hanya Kurang Izin dari Dinas Pariwisata
-
Minggu, 27/05/2012 13:23 WIB
Komisi III DPR: Konser Lady Gaga Batal Terganjal Persyaratan
-
Minggu, 27/05/2012 13:20 WIB
Polisi Bantu Promotor Amankan Refund Tiket Konser Lady Gaga
-
Minggu, 27/05/2012 13:18 WIB
Andi Nurpati Soal Grasi Corby: SBY Tak Langgar UU, Tak Layak Disoal
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
Minggu, 27/05/2012 13:23 WIB
Komisi III DPR: Konser Lady Gaga Batal Terganjal Persyaratan
-
Minggu, 27/05/2012 13:40 WIB
Corby Diusulkan Jadi Duta Anti Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 11:14 WIB
Konser Lady Gaga Batal!
-
590 Komentar
-
288 Komentar
-
254 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
