Munas VIII Partai Golkar
JK Ingin Oposisi, Yuddy Makin Optimis Dapat Dukungan
Selasa, 06/10/2009 10:27 WIB
Jakarta
Permintaan Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla (JK) agar partainya menjadi pengontrol pemerintah disambut baik calon ketua umum Yuddy Chrisnandi. Yuddy merasa pidato terakhir JK sebagai ketua umum menjadi motivasi tersendiri dan bahan untuk terus bersemangat maju memperebutkan kursi ketua umum.
"Pidato Pak JK tentu membuat saya makin optimis. Apalagi sejak dari awal saya sudah deklarasikan akan membawa Golkar sebagai partai pengontrol pemerintah," kata Yuddy kepada wartawan di Arena Munas, Hotel Labersa, Riau, Selasa (6/10/2009).
Menurut Yuddy, posisi Golkar yang saat ini kalah dalam pemilu jika tetap
bergabung dengan pemerintah akan menurunkan nilai tawar partai ini. Karena
itulah, posisi sebagai pengontrol merupakan pilihan pas dan tepat karena akan menjadikan partai ini kembali bermartabat ketika berhadapan dengan pemerintah.
"Kalau kita bergabung dengan pemerintah dengan kondisi seadanya, ya kita hanya akan dapat seadanya. Tapi kalau kita berada pada posisi sebagai pengontrol posisi kita akan seimbang dan sejajar dengan pemerintah," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla (JK) menyampaikan permintaan terakhirnya kepada para peserta Munas agar menjadikan Golkar sebagai partai oposisi. Karena untuk menjadi bermanfaat bagi masyarakat tidak harus memposisikan Golkar sebagai partai peminta-minta.
"Parpol selalu punya 2 pilihan. Memegang kekuasaan atau mengontrol kekuasan.
Tidak ada pilihan lain. Tidak ada pilihan ketiga. Memang Golkar tidak biasa di luar kekuasaan. Tapi Golkar lebih tidak terbiasa lagi meminta-minta kekuasaan," kata JK.
JK menyampaikan hal itu dalam sambutannya yang disambut tepuk tangan meriah
hadirin saat membuka Munas Golkar di Hotel Labersa, Pekanbaru, Riau, Senin
(5/10/2009).
Menurut JK, kekuasaan adalah suatu yang diinginkan oleh semua kekuatan partai politik termasuk Golkar. Karena itu, jika sudah tidak bisa lagi berkuasa secara penuh, Golkar harus siap beroposisi sebagai pengontrol kekuasaan.
"Kekuasaan sendiri adalah hal yang baik. Apabila kita ingin maju dengan program kita, harus memegang kekuasaan. Tapi bila tidak, maka kita harus mengontrol kekuasaan. Dan hanyalah dengan cara itu akan tercapai sistem demokrasi yang baik, check and balances," paparnya.
(yid/rdf)
"Pidato Pak JK tentu membuat saya makin optimis. Apalagi sejak dari awal saya sudah deklarasikan akan membawa Golkar sebagai partai pengontrol pemerintah," kata Yuddy kepada wartawan di Arena Munas, Hotel Labersa, Riau, Selasa (6/10/2009).
Menurut Yuddy, posisi Golkar yang saat ini kalah dalam pemilu jika tetap
bergabung dengan pemerintah akan menurunkan nilai tawar partai ini. Karena
itulah, posisi sebagai pengontrol merupakan pilihan pas dan tepat karena akan menjadikan partai ini kembali bermartabat ketika berhadapan dengan pemerintah.
"Kalau kita bergabung dengan pemerintah dengan kondisi seadanya, ya kita hanya akan dapat seadanya. Tapi kalau kita berada pada posisi sebagai pengontrol posisi kita akan seimbang dan sejajar dengan pemerintah," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla (JK) menyampaikan permintaan terakhirnya kepada para peserta Munas agar menjadikan Golkar sebagai partai oposisi. Karena untuk menjadi bermanfaat bagi masyarakat tidak harus memposisikan Golkar sebagai partai peminta-minta.
"Parpol selalu punya 2 pilihan. Memegang kekuasaan atau mengontrol kekuasan.
Tidak ada pilihan lain. Tidak ada pilihan ketiga. Memang Golkar tidak biasa di luar kekuasaan. Tapi Golkar lebih tidak terbiasa lagi meminta-minta kekuasaan," kata JK.
JK menyampaikan hal itu dalam sambutannya yang disambut tepuk tangan meriah
hadirin saat membuka Munas Golkar di Hotel Labersa, Pekanbaru, Riau, Senin
(5/10/2009).
Menurut JK, kekuasaan adalah suatu yang diinginkan oleh semua kekuatan partai politik termasuk Golkar. Karena itu, jika sudah tidak bisa lagi berkuasa secara penuh, Golkar harus siap beroposisi sebagai pengontrol kekuasaan.
"Kekuasaan sendiri adalah hal yang baik. Apabila kita ingin maju dengan program kita, harus memegang kekuasaan. Tapi bila tidak, maka kita harus mengontrol kekuasaan. Dan hanyalah dengan cara itu akan tercapai sistem demokrasi yang baik, check and balances," paparnya.
(yid/rdf)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 13:40 WIB
Jelang Pilkada DKI, Alex Noerdin Diangkat Jadi Dewan Kehormatan MKGR
-
Minggu, 27/05/2012 13:38 WIB
Polisi: Konser Lady Gaga Hanya Kurang Izin dari Dinas Pariwisata
-
Minggu, 27/05/2012 13:23 WIB
Komisi III DPR: Konser Lady Gaga Batal Terganjal Persyaratan
-
Minggu, 27/05/2012 13:20 WIB
Polisi Bantu Promotor Amankan Refund Tiket Konser Lady Gaga
-
Minggu, 27/05/2012 13:18 WIB
Andi Nurpati Soal Grasi Corby: SBY Tak Langgar UU, Tak Layak Disoal
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
Minggu, 27/05/2012 13:23 WIB
Komisi III DPR: Konser Lady Gaga Batal Terganjal Persyaratan
-
Minggu, 27/05/2012 13:40 WIB
Corby Diusulkan Jadi Duta Anti Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 11:14 WIB
Konser Lady Gaga Batal!
-
590 Komentar
-
288 Komentar
-
254 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
