Korban Gempa Padang Langsungkan Pernikahan Secara Sederhana
Minggu, 04/10/2009 10:31 WIB
Foto: AFP
Terkait
Jakarta
Pasca gempa yang terjadi di Sumatera Barat (Sumbar) Rabu (30/9/2009) lalu, sedikitnya delapan pesta perkawinan dilangsungkan di kelurahan Parupuk Tabing, kota Padang, Sumbar. Keluarga dari kedua mempelai sepakat untuk tetap melangsungkan pernikahan meski tanpa harus mengadakan pesta.
“Yang nikah kali ini adik bungsu kami, jadi wajar kalau kami ingin pestanya berlangsung meriah. Jauh-jauh hari kami sudah mempersiapkan segala kebutuhan. Tapi apa daya, dua hari menjelang pesta gempa datang dan kami terpaksa membatalkan pestanya,” tutur En (37) warga kelurahan Parupuk Tabing kepada detikcom , Minggu (4/10/2009).
Dikatakan En, meski pesta dibatalkan mereka tetap menikahkan adik mereka secara sederhana. Selain penghulu, hanya kerabat dekat saja yang datang saat akad nikah berlangsung siang kemarin.
“Kami memang sudah menyebar undangan jauh-jauh hari, tapi boleh dikatakan tidak ada satupun yang datang. Ya mesti bagaimana lagi, seandainya mereka datang pun kami pasti akan kebingungan untuk menjamu mereka secara layak,” ujarnya lirih.
Kondisi serupa juga dialami warga Tabing lainnya, Usmiati (33). Mimpinya untuk melangsungkan pesta pernikahan secara meriah pupus sudah akibat gempa.
“Sebelumnya, rencana pernikahan kami sempat diundur beberapa kali karena berbagai hal dan setelah rencana matang, kembali harus menerima kondisi seperti ini. Syukurlah akad nikah kami berlangsung dengan baik tadi malam” ucapnya.
Dikatakan Usmiati, pernikahan yang dilakukan tengah malam itu sempat ditentang oleh sebagaian anggota keluarganya karena kesannya seperti pernikahan pasangan mesum yang tertangkap warga. Namun, karena takut niat baiknya ini kembali tertunda, pernikahan pun tetap diselenggarakan meski tidak ada undangan yang hadir.
“Lagi pula, tidak baik mengundur-undur niat baik terlalu lama. Suami saya itu tinggal di Pasaman, untuk sampai ke Padang saja memerlukan waktu seharian karena sering kena macet. Tidak ada pesta lagi hari ini, hiburan organ tunggal sudah kami batalkan dan kami sudah minta pemilik tenda sewaan membawa kembali tendanya. Tidak ada undangan yang datang,” tutur Usmiati.
Sementara itu, Nida Husni (45) warga Tabing lainnya mengatakan, di sekitar tempat tinggalnya setidaknya ada 8 pesta kawinan yang terpaksa dilangsungkan seadanya pasca gempa.
“Itu hanya yang saya ketahui. Saya juga berencana menggelar pesta pernikahan anak perempuan saya pada 30 Oktober mendatang. Doakan saja tidak ada gempa susulan yang membuat niat kami itu terpaksa diundur,” tukasnya.
(yon/ddt)
“Yang nikah kali ini adik bungsu kami, jadi wajar kalau kami ingin pestanya berlangsung meriah. Jauh-jauh hari kami sudah mempersiapkan segala kebutuhan. Tapi apa daya, dua hari menjelang pesta gempa datang dan kami terpaksa membatalkan pestanya,” tutur En (37) warga kelurahan Parupuk Tabing kepada detikcom , Minggu (4/10/2009).
Dikatakan En, meski pesta dibatalkan mereka tetap menikahkan adik mereka secara sederhana. Selain penghulu, hanya kerabat dekat saja yang datang saat akad nikah berlangsung siang kemarin.
“Kami memang sudah menyebar undangan jauh-jauh hari, tapi boleh dikatakan tidak ada satupun yang datang. Ya mesti bagaimana lagi, seandainya mereka datang pun kami pasti akan kebingungan untuk menjamu mereka secara layak,” ujarnya lirih.
Kondisi serupa juga dialami warga Tabing lainnya, Usmiati (33). Mimpinya untuk melangsungkan pesta pernikahan secara meriah pupus sudah akibat gempa.
“Sebelumnya, rencana pernikahan kami sempat diundur beberapa kali karena berbagai hal dan setelah rencana matang, kembali harus menerima kondisi seperti ini. Syukurlah akad nikah kami berlangsung dengan baik tadi malam” ucapnya.
Dikatakan Usmiati, pernikahan yang dilakukan tengah malam itu sempat ditentang oleh sebagaian anggota keluarganya karena kesannya seperti pernikahan pasangan mesum yang tertangkap warga. Namun, karena takut niat baiknya ini kembali tertunda, pernikahan pun tetap diselenggarakan meski tidak ada undangan yang hadir.
“Lagi pula, tidak baik mengundur-undur niat baik terlalu lama. Suami saya itu tinggal di Pasaman, untuk sampai ke Padang saja memerlukan waktu seharian karena sering kena macet. Tidak ada pesta lagi hari ini, hiburan organ tunggal sudah kami batalkan dan kami sudah minta pemilik tenda sewaan membawa kembali tendanya. Tidak ada undangan yang datang,” tutur Usmiati.
Sementara itu, Nida Husni (45) warga Tabing lainnya mengatakan, di sekitar tempat tinggalnya setidaknya ada 8 pesta kawinan yang terpaksa dilangsungkan seadanya pasca gempa.
“Itu hanya yang saya ketahui. Saya juga berencana menggelar pesta pernikahan anak perempuan saya pada 30 Oktober mendatang. Doakan saja tidak ada gempa susulan yang membuat niat kami itu terpaksa diundur,” tukasnya.
(yon/ddt)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 13:40 WIB
Jelang Pilkada DKI, Alex Noerdin Diangkat Jadi Dewan Kehormatan MKGR
-
Minggu, 27/05/2012 13:38 WIB
Polisi: Konser Lady Gaga Hanya Kurang Izin dari Dinas Pariwisata
-
Minggu, 27/05/2012 13:23 WIB
Komisi III DPR: Konser Lady Gaga Batal Terganjal Persyaratan
-
Minggu, 27/05/2012 13:20 WIB
Polisi Bantu Promotor Amankan Refund Tiket Konser Lady Gaga
-
Minggu, 27/05/2012 13:18 WIB
Andi Nurpati Soal Grasi Corby: SBY Tak Langgar UU, Tak Layak Disoal
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
Minggu, 27/05/2012 13:23 WIB
Komisi III DPR: Konser Lady Gaga Batal Terganjal Persyaratan
-
Minggu, 27/05/2012 11:14 WIB
Konser Lady Gaga Batal!
-
Minggu, 27/05/2012 11:40 WIB
Konser Batal, Refund Tiket Lady Gaga 100 Persen
-
590 Komentar
-
288 Komentar
-
254 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
