detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 21:48 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 02/10/2009 17:07 WIB

Gempa 7,6 SR di Sumbar

Harga Tiket Pesawat Tujuan Padang Melambung di Bandara Polonia video foto

Khairul Ikhwan - detikNews
Medan - Sejumlah loket maskapai penerbangan di Bandara Polonia, Medan, diserbu ratusan calon penumpang yang akan berangkat ke Padang, Sumatera Barat.
Tragisnya, pihak penerbangan dan oknum calo memanfaat situasi ini untuk mengeruk keuntungan pribadi di tengah keterbatasan tiket yang tersedia.

Pengamatan detikcom, Jumat (2/10/2009), calon penumpang yang rela mengantri sejak pagi makin mengeluh karena sulitnya mendapatkan tiket. Kekesalan para penumpang diperparah dengan kenaikan harga tiket secara tiba-tiba yang diberlakukan sejumlah maskapai penerbangan tujuan Padang.

Hari biasa, harga tiket dari Medan menuju Padang hanya sekitar Rp 600 ribu. Akibat terjadi lonjakan penumpang, harga tiket melambung menjadi Rp 900 ribu.

Salah seorang calon penumpang, Leon Agustin menyesalkan kebijakan maskapai penerbangan yang mencari keuntungan dari penumpang tujuan Padang.

"Tidak manusiawi. Saat warga dalam kesulitan, pihak penerbangan mencari
keuntungan. Saya mau ke Padang bukan untuk rekreasi, tapi menjemput ibu.
Rencananya keluarga saya akan saya bawa ke Medan karena rumah ikut runtuh," kata Leon.

Keterbatasan tiket yang tersedia juga dimanfaatkan sejumlah calo yang
berkeliaran di Bandara Polonia Medan. Untuk tiket tujuan Padang, para calo mematok harga antara Rp 1,2 juta hingga Rp 1,5 juta per tiket.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(rul/aan)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%