Detik.com News
Detik.com
Jumat, 02/10/2009 17:07 WIB

Gempa 7,6 SR di Sumbar

Harga Tiket Pesawat Tujuan Padang Melambung di Bandara Polonia video foto

Khairul Ikhwan - detikNews
Harga Tiket Pesawat Tujuan Padang Melambung di Bandara Polonia
Medan - Sejumlah loket maskapai penerbangan di Bandara Polonia, Medan, diserbu ratusan calon penumpang yang akan berangkat ke Padang, Sumatera Barat.
Tragisnya, pihak penerbangan dan oknum calo memanfaat situasi ini untuk mengeruk keuntungan pribadi di tengah keterbatasan tiket yang tersedia.

Pengamatan detikcom, Jumat (2/10/2009), calon penumpang yang rela mengantri sejak pagi makin mengeluh karena sulitnya mendapatkan tiket. Kekesalan para penumpang diperparah dengan kenaikan harga tiket secara tiba-tiba yang diberlakukan sejumlah maskapai penerbangan tujuan Padang.

Hari biasa, harga tiket dari Medan menuju Padang hanya sekitar Rp 600 ribu. Akibat terjadi lonjakan penumpang, harga tiket melambung menjadi Rp 900 ribu.

Salah seorang calon penumpang, Leon Agustin menyesalkan kebijakan maskapai penerbangan yang mencari keuntungan dari penumpang tujuan Padang.

"Tidak manusiawi. Saat warga dalam kesulitan, pihak penerbangan mencari
keuntungan. Saya mau ke Padang bukan untuk rekreasi, tapi menjemput ibu.
Rencananya keluarga saya akan saya bawa ke Medan karena rumah ikut runtuh," kata Leon.

Keterbatasan tiket yang tersedia juga dimanfaatkan sejumlah calo yang
berkeliaran di Bandara Polonia Medan. Untuk tiket tujuan Padang, para calo mematok harga antara Rp 1,2 juta hingga Rp 1,5 juta per tiket.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rul/aan)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%