Laporan dari Berlin
Syiar Sunan Kalijaga Sampai Berlin
Sabtu, 19/09/2009 18:28 WIB
Foto: Fitraya R/Detikcom
Berlin
Wayang Kulit dan Gamelan menjadi alat dakwah Sunan Kalijaga. Dengan nilai seni yang begitu tinggi, ratusan orang menonton pertunjukan wayang kulit dalam festival Ramadan di Berlin, Jerman.
Untuk pertama kalinya di Berlin digelar sebuah festival Ramadan sebulan penuh bertajuk Die Naechte Des Ramadan (Malam-malam Ramadan). Ini adalah festival di taman Lustgarten dan sekitarnya dan setiap malam diisi berbagai kesenian Islam dari seluruh dunia.
Indonesia pun tampil dengan Wayang Kulit dan Gamelan, alat kesenian yang merupakan alat dakwah penyebaran Islam di Jawa. Lakonnya adalah kisah Sunan Kalijaga yang berguru pada Sunan Bonang.
Pada Jumat (18/9/2009) menjelang buka puasa pukul 19.20, para penonton mulai berdatangan ke Lustgarten. Mereka adalah warga Berlin dan para turis. Pertunjukan pun dimulai pukul 20.00 setelah memberi kesempatan pengunjung dan pemain berbuka puasa dengan kue-kue Indonesia.
Pemain Gamelan adalah kelompok Lindhu Raras, kelompok Gamelan dari Berlin yang berisi bule-bule. Dalangnya adalah Sri Joko Raharjo, dalang muda yang menjadi pelatih dan kurator di Museum Dahlem, Berlin.
"Saya pakai wayang biasa. Tapi untuk Sunan Kalijaga dan Sunan Bonang, saya membuat sendiri wayangnya," kata Joko kepada detikcom.
Pertunjukan wayang kulit ini pun berlangsung seru. Sekitar 300 penonton memenuhi Lustgarten. Mereka antusias menyaksikan kisah Raden Sahid, mulai menjadi perampok, bertobat, berguru pada Sunan Bonang, menjaga sungai dan menjadi Sunan Kalijaga.
Pementasan Wayang Kulit ini memakai bahasa Jawa. Tapi jangan kuatir, para penonton diberi terjemahan cerita dalam bahasa Jerman. Yang seru, sang Dalang menyelipkan bahasa Jerman dalam wayang kulitnya lewat tokoh Limbuk dan ibunya Cangih.
Sebagai adegan selingan, Limbuk dan Cangih dengan bahasa Jerman mengenalkan budaya Indonesia sambil melontarkan lelucon. Penonton pun dibuat tertawa tergelak-gelak. Selain itu wayang kulit ini dikombinasikan juga dengan Tari Kuda Lumping.
"Pertunjukan ini sangat bagus, saya baru pertama kali melihat wayang kulit," kata Karolina, seorang penonton.
Usai pertunjukan para penonton pun mengerubuti panggung. Mereka antusias melihat bentuk wayang kulit dari dekat. Salah satu pengasuh Lindhu Raras, Wawang Sudarga merasa puas dengan penampilan mereka setelah hampir 2 bulan persiapan.
"Panitia memang sudah berkomunikasi dengan kita sejak lama untuk penampilan wayang kulit ini," kata dia.
(fay/mok)
Untuk pertama kalinya di Berlin digelar sebuah festival Ramadan sebulan penuh bertajuk Die Naechte Des Ramadan (Malam-malam Ramadan). Ini adalah festival di taman Lustgarten dan sekitarnya dan setiap malam diisi berbagai kesenian Islam dari seluruh dunia.
Indonesia pun tampil dengan Wayang Kulit dan Gamelan, alat kesenian yang merupakan alat dakwah penyebaran Islam di Jawa. Lakonnya adalah kisah Sunan Kalijaga yang berguru pada Sunan Bonang.
Pada Jumat (18/9/2009) menjelang buka puasa pukul 19.20, para penonton mulai berdatangan ke Lustgarten. Mereka adalah warga Berlin dan para turis. Pertunjukan pun dimulai pukul 20.00 setelah memberi kesempatan pengunjung dan pemain berbuka puasa dengan kue-kue Indonesia.
Pemain Gamelan adalah kelompok Lindhu Raras, kelompok Gamelan dari Berlin yang berisi bule-bule. Dalangnya adalah Sri Joko Raharjo, dalang muda yang menjadi pelatih dan kurator di Museum Dahlem, Berlin.
"Saya pakai wayang biasa. Tapi untuk Sunan Kalijaga dan Sunan Bonang, saya membuat sendiri wayangnya," kata Joko kepada detikcom.
Pertunjukan wayang kulit ini pun berlangsung seru. Sekitar 300 penonton memenuhi Lustgarten. Mereka antusias menyaksikan kisah Raden Sahid, mulai menjadi perampok, bertobat, berguru pada Sunan Bonang, menjaga sungai dan menjadi Sunan Kalijaga.
Pementasan Wayang Kulit ini memakai bahasa Jawa. Tapi jangan kuatir, para penonton diberi terjemahan cerita dalam bahasa Jerman. Yang seru, sang Dalang menyelipkan bahasa Jerman dalam wayang kulitnya lewat tokoh Limbuk dan ibunya Cangih.
Sebagai adegan selingan, Limbuk dan Cangih dengan bahasa Jerman mengenalkan budaya Indonesia sambil melontarkan lelucon. Penonton pun dibuat tertawa tergelak-gelak. Selain itu wayang kulit ini dikombinasikan juga dengan Tari Kuda Lumping.
"Pertunjukan ini sangat bagus, saya baru pertama kali melihat wayang kulit," kata Karolina, seorang penonton.
Usai pertunjukan para penonton pun mengerubuti panggung. Mereka antusias melihat bentuk wayang kulit dari dekat. Salah satu pengasuh Lindhu Raras, Wawang Sudarga merasa puas dengan penampilan mereka setelah hampir 2 bulan persiapan.
"Panitia memang sudah berkomunikasi dengan kita sejak lama untuk penampilan wayang kulit ini," kata dia.
(fay/mok)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Kamis, 24/05/2012 18:37 WIB
Polisi Selidiki Pengirim Paket Ganja untuk Anak Renny Jayusman
-
Kamis, 24/05/2012 18:30 WIB
Grasi Corby Tak Perlu Dijadikan Polemik
-
Kamis, 24/05/2012 18:14 WIB
Tak Terbukti Bunuh Istri, AKBP Mindo Bebas
-
Kamis, 24/05/2012 18:11 WIB
Pemerintah Buka Peluang Narapidana Asing Lain untuk Dapat Grasi
-
Kamis, 24/05/2012 18:09 WIB
207 Siswa SMA DKI Tidak Lulus, Jatim Peringkat Terbaik
-
Kamis, 24/05/2012 17:55 WIB
Polda: Kiriman Paket Ganja untuk Anak Renny Jayusman Modus Baru
-
Kamis, 24/05/2012 16:42 WIB
'Bidadari' Beraksi di Bundaran HI, Lalu Lintas Tersendat
-
Kamis, 24/05/2012 17:46 WIB
Ahli Sebut Pemeran Video Porno Mirip Anggota Dewan
-
Kamis, 24/05/2012 16:36 WIB
Rusia Selidiki Dugaan Sukhoi Disabotase AS!
-
697 Komentar
-
258 Komentar
-
238 Komentar
-
227 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 894.000
- Rp 572.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
