detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 15:34 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Sabtu, 19/09/2009 14:30 WIB

Tentukan 1 Syawal, Depag Gelar Sidang Isbat Pukul 16.30 WIB

Ken Yunita - detikNews
Jakarta - Kapan 1 Syawal 1430 H tiba belum diketahui secara pasti. Untuk itu, Departemen Agama (Depag) akan menggelar sidang Isbat untuk menentukan Hari Raya Idul Fitri tahun ini.

Cecep Nur dari Badan Hisab dan Rukyat Depag mengatakan, sidang yang akan dihadiri perwakilan dari pemerintah, DPR, dan ormas Islam itu digelar Sabtu (19/9/2009) pukul 16.30 WIB.

"Iya, kita nanti akan mulai 16.30 WIB," kata Cecep saat dihubungi detikcom. Menteri Agama Maftuh Basyuni, Menteri Kominfo M Nuh, perwakilan DPR, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), akan hadir dalam sidang tersebut.

Dalam kalender 2009 versi pemerintah, Hari Raya Idul Fitri tercetak pada tanggal 21 September. Namun sebelumnya Maftuh berkeyakinan Lebaran akan jatuh pada 20 September. Beberapa kalender keluaran swasta juga menempatkan 1 Syawal pada 20 September.

MUI juga meyakini, 1 Syawal akan jatuh pada 20 September karena kemungkinan pada Sabtu 19 September ketinggian bulan sudah mencapai 3 hingga 5 derajat. Demikian pula Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) yang yakin hilal akan terlihat malam nanti.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(ken/sho)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
90%
Kontra
10%