Sabtu, 19/09/2009 14:30 WIB

Tentukan 1 Syawal, Depag Gelar Sidang Isbat Pukul 16.30 WIB

Ken Yunita - detikNews
Jakarta - Kapan 1 Syawal 1430 H tiba belum diketahui secara pasti. Untuk itu, Departemen Agama (Depag) akan menggelar sidang Isbat untuk menentukan Hari Raya Idul Fitri tahun ini.

Cecep Nur dari Badan Hisab dan Rukyat Depag mengatakan, sidang yang akan dihadiri perwakilan dari pemerintah, DPR, dan ormas Islam itu digelar Sabtu (19/9/2009) pukul 16.30 WIB.

"Iya, kita nanti akan mulai 16.30 WIB," kata Cecep saat dihubungi detikcom. Menteri Agama Maftuh Basyuni, Menteri Kominfo M Nuh, perwakilan DPR, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), akan hadir dalam sidang tersebut.

Dalam kalender 2009 versi pemerintah, Hari Raya Idul Fitri tercetak pada tanggal 21 September. Namun sebelumnya Maftuh berkeyakinan Lebaran akan jatuh pada 20 September. Beberapa kalender keluaran swasta juga menempatkan 1 Syawal pada 20 September.

MUI juga meyakini, 1 Syawal akan jatuh pada 20 September karena kemungkinan pada Sabtu 19 September ketinggian bulan sudah mencapai 3 hingga 5 derajat. Demikian pula Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) yang yakin hilal akan terlihat malam nanti.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(ken/sho)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
65%
Kontra
35%