Perang Mulut di Raker
Ngabalin Mau Rangkulan, Syarif Hasan 'Ngacir'
Rabu, 16/09/2009 17:17 WIB
Jakarta
Anggota Komisi I DPR Ali Mochtar Ngabalin dan Syarif Hasan diminta saling memaafkan dan berangkulan usai perang mulut dan nyaris baku hantam. Sayangnya, Syarif meninggalkan ruang rapat dahulu sebelum Ngabalin merangkulnya.
"Bapak pimpinan, saya mengusulkan agar saudara-saudara ini rangkul-rangkulan dan saling memaafkan sesudah rapat," kata seorang anggota Komisi I DPR dalam rapat kerja Komisi I DPR dengan Menteri Pertahanan (Menhan) yang membahas RUU Rahasia Negara di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2009).
Ketua Komisi I DPR Theo L Sambuaga pun menyetujui usulan itu. "Baiklah nanti akan kita lakukan," ujar Theo.
Namun sebelum rapat berakhir, Syarif keluar ruangan duluan. Sementara Ngabalin tetap duduk di kursinya.
"Tentunya kita berharap tidak ada lagi hal-hal seperti ini. Tadinya, Pak Ali mau merangkul, tetapi Pak Syarifnya keburu tidak ada," kata Theo.
Adegan saling memaafkan pun tidak terwujud. "Kul merangkul tidak usah dirumuskan ketua," celetuk Sabam Sirait dari FPDIP mencairkan suasana.
Anggota dewan pun bubar usai pimpinan membacakan rumusan kesimpulan Komisi I DPR seputar RUU Rahasia Negara. Ngabalin tampak berbicara dengan teman-temannya. Wajahnya masih terlihat tegang.
Ngabalin dan Syarif, sebelumnya terlibat adu mulut. Ngabalin menyentil tindakan Presiden SBY yang plin-plan soal RUU Rahasia Negara. Namun, Syarif tidak terima sang Presiden yang dijagokannya dikritik pedas dengan kata-kata yang dianggap tidak sopan oleh Ngabalin. Mereka pun nyaris baku hantam. Beruntung, rekan-rekannya melerai mereka.
(aan/iy)
"Bapak pimpinan, saya mengusulkan agar saudara-saudara ini rangkul-rangkulan dan saling memaafkan sesudah rapat," kata seorang anggota Komisi I DPR dalam rapat kerja Komisi I DPR dengan Menteri Pertahanan (Menhan) yang membahas RUU Rahasia Negara di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2009).
Ketua Komisi I DPR Theo L Sambuaga pun menyetujui usulan itu. "Baiklah nanti akan kita lakukan," ujar Theo.
Namun sebelum rapat berakhir, Syarif keluar ruangan duluan. Sementara Ngabalin tetap duduk di kursinya.
"Tentunya kita berharap tidak ada lagi hal-hal seperti ini. Tadinya, Pak Ali mau merangkul, tetapi Pak Syarifnya keburu tidak ada," kata Theo.
Adegan saling memaafkan pun tidak terwujud. "Kul merangkul tidak usah dirumuskan ketua," celetuk Sabam Sirait dari FPDIP mencairkan suasana.
Anggota dewan pun bubar usai pimpinan membacakan rumusan kesimpulan Komisi I DPR seputar RUU Rahasia Negara. Ngabalin tampak berbicara dengan teman-temannya. Wajahnya masih terlihat tegang.
Ngabalin dan Syarif, sebelumnya terlibat adu mulut. Ngabalin menyentil tindakan Presiden SBY yang plin-plan soal RUU Rahasia Negara. Namun, Syarif tidak terima sang Presiden yang dijagokannya dikritik pedas dengan kata-kata yang dianggap tidak sopan oleh Ngabalin. Mereka pun nyaris baku hantam. Beruntung, rekan-rekannya melerai mereka.
(aan/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Minggu, 27/05/2012 00:50 WIB
Kapal Kargo di Pelabuhan Sunda Kelapa Terbakar
-
Sabtu, 26/05/2012 23:45 WIB
Keluarga Pramugari Henny Korban Sukhoi Dapat Santunan Rp 25 Juta
-
Sabtu, 26/05/2012 23:16 WIB
Satu Orang Tewas Tertimpa Pohon Akibat Angin Kencang di Medan
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Sabtu, 26/05/2012 05:00 WIB
Pelaku Penembak Satpam IPB Sempat Beli Sandal Usai Tinggalkan Motor
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Sabtu, 26/05/2012 10:59 WIB
Ini Sketsa Wajah Pelaku Penembakan 2 Satpam IPB
-
282 Komentar
-
232 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
