Mengherankan, Chandra & Bibit Jadi Tersangka Karena Cekal Koruptor
Rabu, 16/09/2009 11:18 WIB
Jakarta
Penetapan pimpinan KPK Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto sebagai tersangka dinilai prematur. Adalah mengherankan mereka ditetapkan sebagai tersangka karena mencekal 2 koruptor. Penetapan tersangka ini dinilai bagian dari skenario sistematis untuk mengkerdilkan KPK.
"Penetapan tersangka terhadap pimpinan KPK terlalu prematur. Mengherankan bahwa karena pencekalan kedua orang itu (Anggoro Widjojo dan Joko Tjandra) kemudian pimpinan KPK dijadikan tersangka penyalahgunaan wewenang," kata ahli hukum dari UI Mas Ahmad Santosa saat dihubungi detikcom, Rabu (16/9/2009).
Padahal, menurut Santoso, masyarakat melihat Anggoro dan Joko adalah 2 koruptor yang merugikan negara. Seharusnya pencekalan kedua orang itu adalah tindakan yang benar.
"Kok justru kemudian mereka (KPK) dikatakan menyalahgunakan wewenang. Masyarakat kan jadi bingung," kata Santosa.
Ditambah lagi, penetapan tersangka itu berawal dari testimoni Antasari. Padahal testimoni itu sendiri belum jelas benar. Pihak-pihak terkait, seperti Anggoro Widjojo dan Joko Tjandra, juga belum pernah diperiksa.
Santosa yakin penetapan tersangka ini hanyalah bagian dari skenario sistematis untuk mengkerdilkan KPK. Upaya pelemahan KPK juga datang dari Jaksa Agung yang menghendaki kewenangan penuntutan ditarik dari KPK dan dikembalikan ke Kejagung.
Dari sisi DPR juga pelemahan KPK terjadi dengan cara mempreteli kewenangan KPK lewat regulasi yang mereka buat. Santosa menilai para anggota DPR sudah gerah dengan KPK yang berulang kali menembak mereka dengan menangkapi para anggota Dewan korup.
"Memang kalau saya menghubungkan antara statement dari anggota DPR khususnya Komisi III, kemudian statement Jaksa Agung, dari para pembela kasus-kasus korupsi, pengacara-pengacara terkenal itu, mereka sudah sejak 5 tahun lalu mengeluhkan soal begitu kuatnya KPK. Jadi ini adalah rencana lama untuk mereduksi atau mengkerdilkan kewenangan KPK," papar Santosa.
Jika pelemahan itu sukses, bisa ditebak siapa yang akan diuntungkan. Mereka adalah para koruptor yang akan bersorak-sorai dengan kemenangan mereka. "Komunitas koruptor akan senang sekali," kata Santosa.
(sho/nrl)
"Penetapan tersangka terhadap pimpinan KPK terlalu prematur. Mengherankan bahwa karena pencekalan kedua orang itu (Anggoro Widjojo dan Joko Tjandra) kemudian pimpinan KPK dijadikan tersangka penyalahgunaan wewenang," kata ahli hukum dari UI Mas Ahmad Santosa saat dihubungi detikcom, Rabu (16/9/2009).
Padahal, menurut Santoso, masyarakat melihat Anggoro dan Joko adalah 2 koruptor yang merugikan negara. Seharusnya pencekalan kedua orang itu adalah tindakan yang benar.
"Kok justru kemudian mereka (KPK) dikatakan menyalahgunakan wewenang. Masyarakat kan jadi bingung," kata Santosa.
Ditambah lagi, penetapan tersangka itu berawal dari testimoni Antasari. Padahal testimoni itu sendiri belum jelas benar. Pihak-pihak terkait, seperti Anggoro Widjojo dan Joko Tjandra, juga belum pernah diperiksa.
Santosa yakin penetapan tersangka ini hanyalah bagian dari skenario sistematis untuk mengkerdilkan KPK. Upaya pelemahan KPK juga datang dari Jaksa Agung yang menghendaki kewenangan penuntutan ditarik dari KPK dan dikembalikan ke Kejagung.
Dari sisi DPR juga pelemahan KPK terjadi dengan cara mempreteli kewenangan KPK lewat regulasi yang mereka buat. Santosa menilai para anggota DPR sudah gerah dengan KPK yang berulang kali menembak mereka dengan menangkapi para anggota Dewan korup.
"Memang kalau saya menghubungkan antara statement dari anggota DPR khususnya Komisi III, kemudian statement Jaksa Agung, dari para pembela kasus-kasus korupsi, pengacara-pengacara terkenal itu, mereka sudah sejak 5 tahun lalu mengeluhkan soal begitu kuatnya KPK. Jadi ini adalah rencana lama untuk mereduksi atau mengkerdilkan kewenangan KPK," papar Santosa.
Jika pelemahan itu sukses, bisa ditebak siapa yang akan diuntungkan. Mereka adalah para koruptor yang akan bersorak-sorai dengan kemenangan mereka. "Komunitas koruptor akan senang sekali," kata Santosa.
(sho/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Kamis, 24/05/2012 18:37 WIB
Polisi Selidiki Pengirim Paket Ganja untuk Anak Renny Jayusman
-
Kamis, 24/05/2012 18:30 WIB
Grasi Corby Tak Perlu Dijadikan Polemik
-
Kamis, 24/05/2012 18:11 WIB
Pemerintah Buka Peluang Narapidana Asing Lain untuk Dapat Grasi
-
Kamis, 24/05/2012 18:09 WIB
207 Siswa SMA DKI Tidak Lulus, Jatim Peringkat Terbaik
-
Kamis, 24/05/2012 18:06 WIB
Muhammadiyah DKI Tolak Lady Gaga Karena Umbar Aurat
-
Kamis, 24/05/2012 17:55 WIB
Polda: Kiriman Paket Ganja untuk Anak Renny Jayusman Modus Baru
-
Kamis, 24/05/2012 16:42 WIB
'Bidadari' Beraksi di Bundaran HI, Lalu Lintas Tersendat
-
Kamis, 24/05/2012 17:46 WIB
Ahli Sebut Pemeran Video Porno Mirip Anggota Dewan
-
Kamis, 24/05/2012 16:36 WIB
Rusia Selidiki Dugaan Sukhoi Disabotase AS!
-
697 Komentar
-
258 Komentar
-
238 Komentar
-
227 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 894.000
- Rp 2,801.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
