detikcom

Para Artis Pencari Tuhan

Goncang, Ke Pesantren, Bercadar Lalu 'Menghilang' Agar Tenang

Deden Gunawan - detikNews
Kamis, 10/09/2009 10:21 WIB
Foto: Soraya collection
Jakarta Setelah lama lepas dari sorotan publik, nama Soraya Abdullah kembali muncul. Ia menjadi sorotan lantaran kedekatannya dengan Mohammad Jibril
Abdurrahman, tersangka teroris yang kini ditahan polisi.

Soraya juga diketahui ikut membantu Mohammad Jibril di media Arrahmah. Ia bekerja sebagai marketing freelance di media yang sering membela tersangka terorisme tersebut.

Kabar keterkaitannya dengan aksi teror di Hotel JW Marriot dan Rizt-Carlton seolah menguat ketika wanita cantik kelahiran Jakarta, 3 Agustus 1978, itu
mendadak hilang dari rumahnya di Perumahan Graha Hijau II, Blok F No 11, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten. Soraya dikabarkan menghilang tidak berapa lama setelah bom bunuh diri diledakan di Hotel JW Marriot dan Ritch Carlton, Juli silam.

Namun Selasa, beberapa hari lalu, 8 September, Soraya akhirnya memberikan pernyataan terkait rumor kedekatannya dengan para tersangka teroris. Mantan
model yang kini berpakaian muslimah plus cadar ini, membantah kalau dirinya terkait aksi teroris yang menghantui Indonesia.

"Saya tidak terlibat aksi teroris di manapun, baik di luar negeri maupun di dalam negeri," jelas Soraya melalui surat elektronik yang dikirimkan kepada sejumlah media, termasuk detikcom.

Selain membantah keterlibatannya dengan teroris, Soraya juga menjelaskan soal kepergiannya dari tempat tinggalnya di wilayah Ciputat, beberapa waktu lalu.
Kata Soraya, ia dan keluarganya pindah sejak awal bulan Mei 2009, bukan Juli setelah bom meledak di JW Marriott.

Alasan pindah, kata Soraya, untuk mengindari dampak buruk lingkungan setempat bagi anak-anaknya, Muhammad Senarai Ikhtiar dan Siti Aisyah Az-Zahra. Selain itu, Soraya juga mengaku sudah merasa jenuh tinggal di Jakarta lantaran tidak bisa khusuk beribadah.

Namun ia membantah kalau kepindahannya dilakukan secara diam-diam. Sebab, kata Soraya, sebelum pindah ia sudah berusaha berpamitan dengan Ketua RT maupun RW setempat. Namun karena kedua pimpinan di wilayah itu hanya bisa ditemui malam hari, maka Soraya tidak berhasil menemuinya.

"Beliau (ketua RT/RW) hanya bisa ditemui pada malam hari saja, sedangkan kami, sebagai seorang muslimah, hanya bisa keluar siang hari. Akhirnya kami gagal menemuinya. Tapi kami telah berpamitan kepada Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) setempat," jelas Soraya.

Beberapa tetangga Soraya di Perumahan Graha Hijau mengatakan, jebolan Akademi Sekretaris Manajemen Don Bosco, Jakarta, itu orang yang ramah. Hanya saja keluarga mereka sangat tertutup. Warga, bahkan Ketua RT ,setempat bahkan tidak pernah bertemu suami Soraya.

Ananta, ketua RT setempat mengatakan, suami Soraya jarang terlihat di lingkungan tempatinggalnya. "Saya nggak pernah ketemu. Tapi saya pernah dengar suaminya kerja sebagai karyawan Departemen Agama (Depag). Suaminya jarang tinggal di rumah situ," kata Ananta kepada detikcom.

Kehidupan Soraya mulai berubah menjadi lebih Islami sejak 2006 lalu. Soraya yang saat itu rumahtangganya sedang goncang mengikuti pesantren
kilat di Pondok pesantren (Ponpes) Al-Ihya, Ciomas, Bogor, Jawa Barat, yang dipimpin K.H. Husni Thamrin.

Karena merasa mendapatkan kedamaian di Ponpes itu, Soraya kemudian memilih memperdalam ilmu agama di sana. Di ponpes itu pula sempat tersiar kabar Soraya
menikah dengan ustad Ato, salah satu pengajar di ponpes tersebut. Saat mondok di sana, Soraya masih bisa berkomunikasi dengan wartawan serta teman-temannya sesama artis. Ia juga sering terlibat kegiatan-kegiatan sosial bersama beberapa kalangan.

Namun ketika pemain sinetron Gerhana itu mulai berkenalan dengan Abu Jibril dan mengikuti pengajian yang diadakan di Masjid Al Munawaroh, perumahan Witanaharja, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, kehidupan Soraya jadi berubah drastis. Ia menjadi sangat tertutup. Ia diketahui hanya dekat dengan para jamaah Abu Jibril, terutama keluarga sang ustad.

Penampilannya pun juga berubah sejak itu. Ia mimilih mengenakan cadar hitam sebagai penutup wajahnya. Menurut Soraya, dalam emailnya, ia memakai cadar dengan kesadaran pribadi sebagai sorang wanita untuk menjaga kehormatan. Alasannya, wajah merupakan pintu masuk fitnah sehingga harus ditutup.

Karena alasan itu pula Soraya tidak terima jika media masih memuat foto dirinya yang tidak mengenakan cadar. Secara terang-terangan ia mengancam akan melakukan gugatan secara hukum bila fotonya yang tidak bercadar ditayangkan.

"Kami tekankan bahwa kami sudah berlepas dari dunia artis yang penuh fitnah dan malapetaka, kami bersyukur menggantinya dengan kehidupan Islam yang menyejukkan dan damai," tegas Soraya, yang kini menjadi seorang ustadzah tersebut.

Meski membantah menghilang, Soraya yang punya motto hidup “Jihad di Jalan Allah” saat ini tidak jelas dimana tempat tinggalnya. Dalam pernyataan persnya ia hanya mengatakan saat ini keluarganya berada di suatu tempat yang lebih damai dan bisa beribadah dengan tenang.
(ddg/iy)

Dapatkan ulasan lengkap mengenai laporan & investigasi Majalah Detik melalui iPad dan Android tablet Anda
     

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Laporan KhususTerbaru Indeks Laporan Khusus »
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel