Jadi Tersangka
Usman Hamid: Saya Tidak Akan Mundur & Cabut Pernyataan
Rabu, 09/09/2009 14:58 WIB
Jakarta
Koordinator Kontras yang menjadi tersangka pencemaran nama baik Muchdi Pr, Usman Hamid, menegaskan dirinya tidak akan mundur atau pun mencabut pernyataannya. Sampai saat ini Usman masih haqqul yakin bahwa Muchdi adalah pembunuh Munir.
"Saya tidak akan mundur atau mencabut pernyataan saya," kata Usman dalam
konferensi pers di Kantor Kontras, Jl Borobudur, Jakarta, Rabu (9/9/2009).
Dalam konferensi pers itu Usman tampak didampingi para pengacaranya, antara lain Hendardi, Asfinawati, dan Hendrayana serta istri almarhum Munir, Suciwati. Dalam proses hukum selanjutnya Usman mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada tim kuasa hukumnya itu.
Dari fakta-fakta yang disampaikan di persidangan dan fakta-fakta yang diketahuinya namun tidak disampaikan di persidangan, Usman yakin bahwa Muchdi merupakan pembunuh Munir. Penetapan dirinya sebagai tersangka pencemaran nama baik Muchdi menurutnya hanyalah modus agar Peninjauan Kembali (PK) atas kasus Munir tidak dilakukan.
"Ini hanya untuk menunda agar PK atas kasus pembunuhan Munir tidak terlaksana," kata Usman.
Sementara itu, salah seorang kuasa hukum Usman, Hendardi, mengatakan bahwa penetapan Usman sebagai tersangka merupakan bentuk kriminalisasi terhadap pembela HAM. Kriminalisasi ini dimaksudkan untuk membungkam para pembela HAM yang selama ini selaku bersikap kritis.
"Saya kira dalih penegakan hukum yang jadi landasan kepolisian untuk melakukan kriminalisasi pembela HAM hanyalah cara untuk membungkan para pembela HAM. Dalam kasus ini cara ini seringkali jadi cara ampuh membungkam kebebasan berpendapat," kata Hendardi.
Menurut dia, cara-cara itu adalah cara kuno yang tidak relevan lagi digunakan. Dan cara semacam itu tidak akan mempan untuk membungkam mereka. Bukan saja tidak akan mundur dari kasus Usman, Hendardi menegaskan mereka juga tidak akan mundur untuk menuntut keadilan untuk Munir.
"Saat ini hal-hal itu sudah tidak jadi masanya lagi dan tidak akan bisa
membungkam kami. Kami hanya ingin membuktikan bahwa kami bukan pemain musiman seperti yang sering dituduhkan para pemain politik musiman yang kalah," tegas Hendardi.
(sho/anw)
"Saya tidak akan mundur atau mencabut pernyataan saya," kata Usman dalam
konferensi pers di Kantor Kontras, Jl Borobudur, Jakarta, Rabu (9/9/2009).
Dalam konferensi pers itu Usman tampak didampingi para pengacaranya, antara lain Hendardi, Asfinawati, dan Hendrayana serta istri almarhum Munir, Suciwati. Dalam proses hukum selanjutnya Usman mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada tim kuasa hukumnya itu.
Dari fakta-fakta yang disampaikan di persidangan dan fakta-fakta yang diketahuinya namun tidak disampaikan di persidangan, Usman yakin bahwa Muchdi merupakan pembunuh Munir. Penetapan dirinya sebagai tersangka pencemaran nama baik Muchdi menurutnya hanyalah modus agar Peninjauan Kembali (PK) atas kasus Munir tidak dilakukan.
"Ini hanya untuk menunda agar PK atas kasus pembunuhan Munir tidak terlaksana," kata Usman.
Sementara itu, salah seorang kuasa hukum Usman, Hendardi, mengatakan bahwa penetapan Usman sebagai tersangka merupakan bentuk kriminalisasi terhadap pembela HAM. Kriminalisasi ini dimaksudkan untuk membungkam para pembela HAM yang selama ini selaku bersikap kritis.
"Saya kira dalih penegakan hukum yang jadi landasan kepolisian untuk melakukan kriminalisasi pembela HAM hanyalah cara untuk membungkan para pembela HAM. Dalam kasus ini cara ini seringkali jadi cara ampuh membungkam kebebasan berpendapat," kata Hendardi.
Menurut dia, cara-cara itu adalah cara kuno yang tidak relevan lagi digunakan. Dan cara semacam itu tidak akan mempan untuk membungkam mereka. Bukan saja tidak akan mundur dari kasus Usman, Hendardi menegaskan mereka juga tidak akan mundur untuk menuntut keadilan untuk Munir.
"Saat ini hal-hal itu sudah tidak jadi masanya lagi dan tidak akan bisa
membungkam kami. Kami hanya ingin membuktikan bahwa kami bukan pemain musiman seperti yang sering dituduhkan para pemain politik musiman yang kalah," tegas Hendardi.
(sho/anw)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Kamis, 24/05/2012 18:11 WIB
Pemerintah Buka Peluang Narapidana Asing Lain untuk Dapat Grasi
-
Kamis, 24/05/2012 18:09 WIB
207 Siswa SMA DKI Tidak Lulus, Jatim Peringkat Terbaik
-
Kamis, 24/05/2012 18:06 WIB
Muhammadiyah DKI Tolak Lady Gaga Karena Umbar Aurat
-
Kamis, 24/05/2012 18:05 WIB
Pedagang Bensin Eceran di Ciledug Kepergok Polisi Jualan Ganja
-
Kamis, 24/05/2012 17:59 WIB
Mahfud MD Soal Grasi Corby: Narkoba Lebih Jahat dari Korupsi dan Terorisme!
-
Kamis, 24/05/2012 16:42 WIB
'Bidadari' Beraksi di Bundaran HI, Lalu Lintas Tersendat
-
Kamis, 24/05/2012 17:46 WIB
Ahli Sebut Pemeran Video Porno Mirip Anggota Dewan
-
Kamis, 24/05/2012 16:36 WIB
Rusia Selidiki Dugaan Sukhoi Disabotase AS!
-
Kamis, 24/05/2012 17:36 WIB
Wakil Ketua Komisi I: Panglima Harus Usut Porsche Cayenne Berpelat TNI
-
697 Komentar
-
258 Komentar
-
238 Komentar
-
227 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,801.000
- Rp 894.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
