detikcom
Selasa, 08/09/2009 16:40 WIB

Pesawat TNI AL Jatuh

7 Nomad Tidak Dioperasionalkan Sementara

Reza Yunanto - detikNews
Jakarta - Penyebab jatuhnya pesawat Nomad P-837 TNI AL di 24 km barat Tarakan, Kalimantan Timur, sampai saat ini masih dalam penyelidikan tim investigasi TNI AL. 7 Pesawat Nomad lainnya yang kondisinya masih laik terbang untuk sementara waktu tidak dioperasionalkan.

"Tujuh pesawat Nomad lainnya yang kondisinya masih laik terbang diperintahkan oleh Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijanto untuk tidak dioperasionalkan untuk sementara waktu," kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Iskandar Sitompul dalam rilis yang diterima detikcom, Selasa (8/9/2009).

9 Korban pesawat naas itu kini dievakuasi ke RS Tarakan. Sementara badan pesawat masih diupayakan untuk dievakuasi ke Pangkalan TNI AL (Lanal) Tarakan.

5 korban selamat sudah berada di Rumah Sakit TNI AL Tarakan untuk mendapatkan perawatan. Sementara 4 korban tewas dalam proses penyerahan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

"Seluruh biaya perawatan terhadap korban ditanggung oleh pihak TNI Angkatan Laut dan bahkan kepada pihak korban yang meninggal dunia akan diberikan santunan," ujar Iskandar.

Keempat korban tewas adalah Yakob Kayan (26), Muslimin, Sri Hardi (33) dan Fikri. Korban selamat yakni tiga orang awak pesawat yaitu pilot Lettu Laut (P) Erwin, kopilot Lettu Laut (P) Syaiful dan teknisi Serma SAA Sodikin, dua orang sipil, Muhib (24) dan Muhaimin (27).

Pesawat Nomad P 837 TNI AL terbang dari Tarakan, Kalimantan Timur, Senin (7/9) sekitar pukul 11.00 WITA untuk melakukan patroli maritim di Bandara Long Apung. Pukul 13.00 WITA, tower di Tarakan menerima laporan ada gangguan mesin dari pesawat. Pesawat kemudian hilang kontak dan diketahui jatuh di Sungai Sukun Mentadan, Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Timur.


Seorang polisi diduga bunuh diri dengan cara menembak kepalanya. Simak di "Reportase Malam", pukul 02.08 WIB Hanya di TransTV

(Rez/nrl)





Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
    Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
    Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra Index »

Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
Pro
56%
Kontra
44%
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
  • Rp .000
  • Rp .000
MustRead close