Wakil PM Muhyidin: Salahkan Discovery Channel, Jangan Malaysia
Jumat, 04/09/2009 10:28 WIB
Putrajaya
Berhentilah menyalahkan Malaysia. Adalah salah Discovery Channel yang memasukkan tari pendet dalam iklan program film dokumenternya tentang Malaysia. Kementerian Pariwisata Malaysia tidak ikut terlibat dalam pembuatan video iklan tersebut.
Seperti dilansir The Star, Jumat (4/9/2009), Deputi Perdana Menteri Tan Sri Muhyiddin Yassin mengatakan pihak Discovery Channel telah mengklarifikasi bahwa itu murni kesalahpahaman pihak pembuat video iklan tersebut dan telah meminta maaf karena tarian yang ditampilkan dalam iklan adalah tarian yang salah.
Dia menambahkan Kementerian Pariwisata dan Dinas Pariwisata Malaysia tidak terlibat dalam produksi video tersebut. Video itu ditayangkan oleh Discovery Channel dan ternyata mereka tidak menyadari jika telah menggunakan tarian tradisional Indonesia dalam iklan program film dokumenter tentang Malaysia tersebut.
"Penjelasan dari pihak Discovery Channel dapat diterima dan saya berharap persoalan ini (protes kepada Malaysia karena penggunaan tari pendet dalam video iklan pariwisata) tidak akan berlarut-larut," ujar Muhyiddin dalam jumpa pers.
Akibat persoalan ini telah menuai protes besar-besaran di Indonesia, bahkan terus meningkat. Aksi protes yang terjadi termasuk insiden di Kedutaan Besar Malaysia di Indonesia pada Selasa lalu. Sekitar 30 mahasiswa Indonesia melempari gedung Kedubes Malaysia dengan telur dan berusaha menaikkan bendera Indonesia di gerbang Kedubes.
Sementara Menteri Pariwisata Malaysia Datuk Seri Dr Ng Yen Yen mengatakan, kementeriannya telah menghubungi pihak Discovery Channel pada hari iklan tersebut ditayangkan. Pihak Discovery Channel telah mengirimkan surat untuk meminta maaf.
"Discovery telah mengirimkan surat guna menjelaskan duduk persoalan keseluruhan dan meminta maaf atas kesalahan yang terjadi, baik kepada Kementerian Pariwisata Malaysia maupun Indonesia," jelas dia.
Seusai rapat kabinet, Muhyiddin mengatakan keputusan yang diambil adalah menciptakan koordinasi yang lebih baik antara kementerian terkait dengan pihak-pihak yang bertugas melakukan promosi pariwisata, agar tidak ada kesalahan informasi yang disampaikan kepada masyarakat. Selanjutnya, akan diadakan pertemuan antara pihak-pihak terkait tersebut untuk membahas lebih lanjut tentang koordinasi yang tepat.
(nvc/nrl)
Seperti dilansir The Star, Jumat (4/9/2009), Deputi Perdana Menteri Tan Sri Muhyiddin Yassin mengatakan pihak Discovery Channel telah mengklarifikasi bahwa itu murni kesalahpahaman pihak pembuat video iklan tersebut dan telah meminta maaf karena tarian yang ditampilkan dalam iklan adalah tarian yang salah.
Dia menambahkan Kementerian Pariwisata dan Dinas Pariwisata Malaysia tidak terlibat dalam produksi video tersebut. Video itu ditayangkan oleh Discovery Channel dan ternyata mereka tidak menyadari jika telah menggunakan tarian tradisional Indonesia dalam iklan program film dokumenter tentang Malaysia tersebut.
"Penjelasan dari pihak Discovery Channel dapat diterima dan saya berharap persoalan ini (protes kepada Malaysia karena penggunaan tari pendet dalam video iklan pariwisata) tidak akan berlarut-larut," ujar Muhyiddin dalam jumpa pers.
Akibat persoalan ini telah menuai protes besar-besaran di Indonesia, bahkan terus meningkat. Aksi protes yang terjadi termasuk insiden di Kedutaan Besar Malaysia di Indonesia pada Selasa lalu. Sekitar 30 mahasiswa Indonesia melempari gedung Kedubes Malaysia dengan telur dan berusaha menaikkan bendera Indonesia di gerbang Kedubes.
Sementara Menteri Pariwisata Malaysia Datuk Seri Dr Ng Yen Yen mengatakan, kementeriannya telah menghubungi pihak Discovery Channel pada hari iklan tersebut ditayangkan. Pihak Discovery Channel telah mengirimkan surat untuk meminta maaf.
"Discovery telah mengirimkan surat guna menjelaskan duduk persoalan keseluruhan dan meminta maaf atas kesalahan yang terjadi, baik kepada Kementerian Pariwisata Malaysia maupun Indonesia," jelas dia.
Seusai rapat kabinet, Muhyiddin mengatakan keputusan yang diambil adalah menciptakan koordinasi yang lebih baik antara kementerian terkait dengan pihak-pihak yang bertugas melakukan promosi pariwisata, agar tidak ada kesalahan informasi yang disampaikan kepada masyarakat. Selanjutnya, akan diadakan pertemuan antara pihak-pihak terkait tersebut untuk membahas lebih lanjut tentang koordinasi yang tepat.
(nvc/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 13:20 WIB
Polisi Bantu Promotor Amankan Refund Tiket Konser Lady Gaga
-
Minggu, 27/05/2012 13:18 WIB
Andi Nurpati Soal Grasi Corby: SBY Tak Langgar UU, Tak Layak Disoal
-
Minggu, 27/05/2012 13:06 WIB
Istri Wartawan Senior TVRI Harap Pembunuh Suaminya Ditangkap Hidup-hidup
-
Minggu, 27/05/2012 13:05 WIB
DPR Terus Dorong Australia Bebaskan Nelayan Anak Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 12:48 WIB
Nyapres, Ical Akan Yakinkan Rakyat
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
Minggu, 27/05/2012 11:14 WIB
Konser Lady Gaga Batal!
-
Minggu, 27/05/2012 11:40 WIB
Konser Batal, Refund Tiket Lady Gaga 100 Persen
-
Minggu, 27/05/2012 11:57 WIB
Promotor: Konser Lady Gaga Pindah ke Bali Adalah Mustahil
-
489 Komentar
-
288 Komentar
-
253 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
