detikcom

Ribuan Dus Permen dan Makanan Tidak Layak Konsumsi Disita Polisi

Mega Putra Ratya - detikNews
Selasa, 01/09/2009 00:45 WIB
ilustrasi (Dok.detikcom)
Jakarta Selama bulan puasa pihak Kepolisian Daerah Metro Jaya melakukan razia terhadap produk makanan tidak layak konsumsi. Hasilnya, sebanyak 4.000 dus permen dan 800 dus produk makanan terjaring operasi.

Razia produk makanan tersebut digelar menjelang lebaran di wilayah operasi Polda Metro Jaya. Di antaranya adalah di Tangerang, Jakarta Utara, dan Jakarta Barat.

Di Tangerang, operasi yang dilakukan Direktorat Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Metro Jaya ini menemukan sejumlah permen yang tak layak konsumsi di gudang milik AM. Permen-permen tersebut, sebagian besar sudah dalam keadaan
meleleh.

"Dari tempat tersebut kami menyita sebanyak 4.000 dus permen karena kondisinya sudah rusak dan berbahaya kalau dikonsumsi masyarakat," ujar Kasat Industri dan Perdagangan Direskrimsus, AKBP Rudi Setiawan, saat dihubungi wartawan, Senin (31/8/2009).

Sementara di Jakarta Utara, penyitaan sejumlah makanan dan bahan makanan tak berizin juga dilakukan di Gudang Inkopad, Muara Baru. Sebanyak 800 dus makanan tak berizin yang diimpor dari Inggris dan Malaysia disita.

Mereknya antara lain Knife Cooking Oil, Quaker Quick Cooking Oats, Diamond Prince, Shantou Salted Plum, dan Choco Mania Chocolate Ehip Cookies.

Selain tak berizin, kata Rudi, sebagian dari makanan tersebut juga sudah kedaluarsa dan tak layak konsumsi.

Dari Jakarta Barat, tepatnya di Jalan Kayu Besar Dalam, ditemukan puluhan dus makanan asal Cina yang diduga masa kadaluwarsanya telah dipalsukan. Hal ini dikarenakan Polisi menemukan dua unit mesin pengganti tanggal kadaluarsa di gudang milik seorang berinisial SS tersebut.

"Seluruh pemilik barang-barang di gudang tersebut sedang dalam pemeriksaan. Mereka mengaku biasanya mengedarkan permen dan makanan tersebut ke sejumlah toko dan supermarket di Jakarta dan Tangerang," kata Rudi.

Rudi menegaskan bahwa menjelang Lebaran permen dan makanan yang tak berijin dan habis masa kadaluarsanya marak beredar di pasaran. Untuk itu, ia menghimbau masyarakat agar berhati-hati dalam memilih produk yang akan dibeli.

(her/mok)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel