Kontroversi Tari Pendet
RI Tunggu Penjelasan Resmi Malaysia
Selasa, 25/08/2009 16:27 WIB
Jakarta
Pemerintah Indonesia masih menunggu penjelasan resmi dari Pemerintah Malaysia atas isu klaim tari pendet. Permintaan maaf dari pihak swasta pembuat iklan pariwisata Malaysia ke Depbudpar RI, dinilai belum cukup.
Demikian kata Menlu Hasan Wirajuda atas perkembangan penanganan isu tari
pendet. Ini disampaikannya usai melaporkan kasus itu kepada Presiden SBY di Kantor Presiden, Jakarta.
"Sejauh mana kaitannya dengan pemerintah Malaysia, masih kita tunggu penjelasannya. Tapi saya dengar dari dubes kita, sepertinya pihak kementerian kebudayaan Malaysia merasa itu bukan karyanya," kata Wirajuda, Selasa (25/8/2009).
Menurutnya meski iklan wisata yang bermasalah itu dibuat oleh swasta, bukan berarti pemerintah Malaysia boleh lepas tangan. Sebab bagaimana pun juga masalah tersebut terjadi di wilayah negara Malaysia.
"Pada gilirannya itu lalu mengganggu. Maka atas tindakan seperti itu timbul
reaksi keras di masyarakat kita, bisa dimengerti. Sekarang bagaimana kita masing-masing tertib agar semua itu tidak terjadi lagi karena bisa pengaruhi hubungan baik rakyat dua negara," jelas menlu panjang lebar.
Hal serupa juga disampaikan oleh Menbudpar Jero Wacik yang ditemui pada kesempatan sama. Dia mengaku sudah mendapatkan permintaan maaf dari pihak swasta pembuat iklan dan konfirmasi penarikan tanyangannya dari media televisi.
"Tapi saya belum mau terima, kita mau dengar dulu apa kata pemerintah
sana. Masa minta maaf lewat email," tandas Jero Wacik.
(lh/anw)
Demikian kata Menlu Hasan Wirajuda atas perkembangan penanganan isu tari
pendet. Ini disampaikannya usai melaporkan kasus itu kepada Presiden SBY di Kantor Presiden, Jakarta.
"Sejauh mana kaitannya dengan pemerintah Malaysia, masih kita tunggu penjelasannya. Tapi saya dengar dari dubes kita, sepertinya pihak kementerian kebudayaan Malaysia merasa itu bukan karyanya," kata Wirajuda, Selasa (25/8/2009).
Menurutnya meski iklan wisata yang bermasalah itu dibuat oleh swasta, bukan berarti pemerintah Malaysia boleh lepas tangan. Sebab bagaimana pun juga masalah tersebut terjadi di wilayah negara Malaysia.
"Pada gilirannya itu lalu mengganggu. Maka atas tindakan seperti itu timbul
reaksi keras di masyarakat kita, bisa dimengerti. Sekarang bagaimana kita masing-masing tertib agar semua itu tidak terjadi lagi karena bisa pengaruhi hubungan baik rakyat dua negara," jelas menlu panjang lebar.
Hal serupa juga disampaikan oleh Menbudpar Jero Wacik yang ditemui pada kesempatan sama. Dia mengaku sudah mendapatkan permintaan maaf dari pihak swasta pembuat iklan dan konfirmasi penarikan tanyangannya dari media televisi.
"Tapi saya belum mau terima, kita mau dengar dulu apa kata pemerintah
sana. Masa minta maaf lewat email," tandas Jero Wacik.
(lh/anw)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 13:18 WIB
Andi Nurpati Soal Grasi Corby: SBY Tak Langgar UU, Tak Layak Disoal
-
Minggu, 27/05/2012 13:06 WIB
Istri Wartawan Senior TVRI Harap Pembunuh Suaminya Ditangkap Hidup-hidup
-
Minggu, 27/05/2012 13:05 WIB
DPR Terus Dorong Australia Bebaskan Nelayan Anak Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 12:48 WIB
Nyapres, Ical Akan Yakinkan Rakyat
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
Minggu, 27/05/2012 11:14 WIB
Konser Lady Gaga Batal!
-
Minggu, 27/05/2012 11:40 WIB
Konser Batal, Refund Tiket Lady Gaga 100 Persen
-
Minggu, 27/05/2012 11:57 WIB
Promotor: Konser Lady Gaga Pindah ke Bali Adalah Mustahil
-
438 Komentar
-
288 Komentar
-
252 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
