PPATK Minta Bea & Cukai Lacak Dana Tunai Teroris
Jumat, 21/08/2009 11:28 WIB
Jakarta
Agar tidak mudah terdeteksi, teroris melakukan transaksi keuangan secara tunai atau melalui kurir. Bea dan Cukai juga diminta melaporkan transaksi keuangan mencurigakan yang melalui Kepabeanan.
"Kita tidak lihat indikasi dari asing karena mereka tidak bodoh, tidak pakai sistem. Kalau pakai sistem mudah terdata. Kalau pakai cash dan kurir itu sulit terdeteksi," kata Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein di Gedung MA, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (21/8/2009).
Menurut dia, Bea dan Cukai dapat melacak transaksi keuangan mencurigakan secara tunai.
"Bea dan Cukai yang lebih mampu karena ada kewajiban untuk melaporkan kalau ada bawa uang ratusan juta lewat Pabean. Kalau tidak bisa, denda Rp 100 juta sampai Rp 300 juta," ujarnya.
Dikatakan dia, PPATK telah melacak 80 transaksi keuangan yang mencurigakan sejak tahun 2004. Transaksi itu ditemukan di 10 hingga 13 bank-bank besar di dalam negeri yang tersebar di 10 kota antara lain Yogyakarta, Makassar, Bekasi, Jakarta, Solo dan Poso.
"Nilainya kecil-kecil, ratusan ribu sampai beberapa juta," ujarnya.
Yunus mengaku, sebagian besar permintaan untuk melacak transaksi keuangan mencurigakan datang dari kepolisian.
"Polisi sudah lebih dulu tahu. Kalau kita tahu dari daftar (teroris) PBB. Yang mengeluarkan UN Consolidated List. Di situ ada daftar teroris di seluruh dunia. Ada sekitar sekian ratus adalah orang Indonesia, cuma saya tidak mau sebut," papar dia.
Yunus menjelaskan indikasi transaksi mencurigakan berdasarkan UU 15 tahun 2002 tentang pencucian uang antara lain, menyimpang dari pola transaksi. "Misalnya, gaji Rp 25 juta. Sedangkan penerimaan miliaran," kata dia.
Kedua, menghindari pelaporan. "Misalnya transaksi tunai Rp 500 juta. Dia dapat Rp 800 juta untuk menghindari dia, pecah-pecah. Itu justru dianggap mencurigakan," kata Yunus.
Ketiga, lanjut dia, transaksi ada kaitannya dilakukan dengan hasil tindak pidana.
(aan/nrl)
"Kita tidak lihat indikasi dari asing karena mereka tidak bodoh, tidak pakai sistem. Kalau pakai sistem mudah terdata. Kalau pakai cash dan kurir itu sulit terdeteksi," kata Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein di Gedung MA, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (21/8/2009).
Menurut dia, Bea dan Cukai dapat melacak transaksi keuangan mencurigakan secara tunai.
"Bea dan Cukai yang lebih mampu karena ada kewajiban untuk melaporkan kalau ada bawa uang ratusan juta lewat Pabean. Kalau tidak bisa, denda Rp 100 juta sampai Rp 300 juta," ujarnya.
Dikatakan dia, PPATK telah melacak 80 transaksi keuangan yang mencurigakan sejak tahun 2004. Transaksi itu ditemukan di 10 hingga 13 bank-bank besar di dalam negeri yang tersebar di 10 kota antara lain Yogyakarta, Makassar, Bekasi, Jakarta, Solo dan Poso.
"Nilainya kecil-kecil, ratusan ribu sampai beberapa juta," ujarnya.
Yunus mengaku, sebagian besar permintaan untuk melacak transaksi keuangan mencurigakan datang dari kepolisian.
"Polisi sudah lebih dulu tahu. Kalau kita tahu dari daftar (teroris) PBB. Yang mengeluarkan UN Consolidated List. Di situ ada daftar teroris di seluruh dunia. Ada sekitar sekian ratus adalah orang Indonesia, cuma saya tidak mau sebut," papar dia.
Yunus menjelaskan indikasi transaksi mencurigakan berdasarkan UU 15 tahun 2002 tentang pencucian uang antara lain, menyimpang dari pola transaksi. "Misalnya, gaji Rp 25 juta. Sedangkan penerimaan miliaran," kata dia.
Kedua, menghindari pelaporan. "Misalnya transaksi tunai Rp 500 juta. Dia dapat Rp 800 juta untuk menghindari dia, pecah-pecah. Itu justru dianggap mencurigakan," kata Yunus.
Ketiga, lanjut dia, transaksi ada kaitannya dilakukan dengan hasil tindak pidana.
(aan/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Minggu, 27/05/2012 00:50 WIB
Kapal Kargo di Pelabuhan Sunda Kelapa Terbakar
-
Sabtu, 26/05/2012 23:45 WIB
Keluarga Pramugari Henny Korban Sukhoi Dapat Santunan Rp 25 Juta
-
Sabtu, 26/05/2012 23:16 WIB
Satu Orang Tewas Tertimpa Pohon Akibat Angin Kencang di Medan
-
Sabtu, 26/05/2012 22:36 WIB
Rudenim Manado Terima 35 Imigran Myanmar dari Kendari
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Sabtu, 26/05/2012 05:00 WIB
Pelaku Penembak Satpam IPB Sempat Beli Sandal Usai Tinggalkan Motor
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Sabtu, 26/05/2012 10:59 WIB
Ini Sketsa Wajah Pelaku Penembakan 2 Satpam IPB
-
282 Komentar
-
232 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
