Departemen PU Belum Prioritaskan Jembatan RI-Malaysia
Jumat, 21/08/2009 11:20 WIB
Foto : thestraitofmalaccacrossing.com
Jakarta
Malaysia optimistis, pembangunan jembatan yang akan menghubungkan Dumai, Indonesia-Malaka, Malaysia dapat dimulai akhir 2009. Namun target ini sepertinya tidak akan terwujud karena proyek senilai US$ 12,5 miliar itu tidak masuk prioritas.
"Belumlah, kalau bicara prioritas, itu bukan salah satu yang mendesak untuk dilakukan," kata Dirjen Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum (PU) Hermanto Dardak saat berbincang dengan detikcom, Jumat (21/8/2009).
Hermanto mengatakan, saat ini pemerintah masih fokus untuk membangun infrastruktur yang dapat memperlancar transportasi antar pulau di Indonesia. Hal itu, berkaitan dengan pemerataan ekonomi di Indonesia.
"Kita lebih baik mengikat dalam negeri dulu dari pada luar negeri, yang potensial memacu industri dalam negeri. Saya kira posisi Indonesia begitu," kata Hermanto.
Hermanto mengatakan, sebenarnya, bukan Indonesia tidak merespons usulan yang telah dicanangkan 14 tahun lalu tersebut. Namun hingga saat ini belum ada respons aktif dari pemerintah soal proyek jembatan yang konon akan sepanjang 38 km itu.
"Kalau sebatas teknis, studi, ya tidak masalah. Tapi yang jelas bukan prioritas," tandasnya.
Apakah jembatan ini kurang menguntungkan untuk Indonesia? "Ya menguntungkan saja, tapi kalau sekarang belum juga ya. Lebih baik mengikat antar pulau dulu kan ekonomi kita kuat. Baru nanti dengan negara lain," jawabnya diplomatis.
Hermanto mengatakan, sebenanya saat ini akses ke Malaka sudah cukup mudah. Untuk jalur perdagangan, akses dapat menggunakan kapal Ferry. "Kan sekarang sudah cukup efektif dengan Ferry," katanya.
(ken/iy)
"Belumlah, kalau bicara prioritas, itu bukan salah satu yang mendesak untuk dilakukan," kata Dirjen Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum (PU) Hermanto Dardak saat berbincang dengan detikcom, Jumat (21/8/2009).
Hermanto mengatakan, saat ini pemerintah masih fokus untuk membangun infrastruktur yang dapat memperlancar transportasi antar pulau di Indonesia. Hal itu, berkaitan dengan pemerataan ekonomi di Indonesia.
"Kita lebih baik mengikat dalam negeri dulu dari pada luar negeri, yang potensial memacu industri dalam negeri. Saya kira posisi Indonesia begitu," kata Hermanto.
Hermanto mengatakan, sebenarnya, bukan Indonesia tidak merespons usulan yang telah dicanangkan 14 tahun lalu tersebut. Namun hingga saat ini belum ada respons aktif dari pemerintah soal proyek jembatan yang konon akan sepanjang 38 km itu.
"Kalau sebatas teknis, studi, ya tidak masalah. Tapi yang jelas bukan prioritas," tandasnya.
Apakah jembatan ini kurang menguntungkan untuk Indonesia? "Ya menguntungkan saja, tapi kalau sekarang belum juga ya. Lebih baik mengikat antar pulau dulu kan ekonomi kita kuat. Baru nanti dengan negara lain," jawabnya diplomatis.
Hermanto mengatakan, sebenanya saat ini akses ke Malaka sudah cukup mudah. Untuk jalur perdagangan, akses dapat menggunakan kapal Ferry. "Kan sekarang sudah cukup efektif dengan Ferry," katanya.
(ken/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Kamis, 24/05/2012 17:46 WIB
Ahli Sebut Pemeran Video Porno Mirip Anggota Dewan
-
Kamis, 24/05/2012 17:43 WIB
Peringati Pidato Bung Karno 1 Juni, MPR Undang RI 1 & RI 2 Semua Periode
-
Kamis, 24/05/2012 17:37 WIB
Polri: Izin Konser Konser Lady Gaga Sudah Diterima Beberapa Instansi
-
Kamis, 24/05/2012 17:36 WIB
Wakil Ketua Komisi I: Panglima Harus Usut Porsche Cayenne Berpelat TNI
-
Kamis, 24/05/2012 17:34 WIB
31 Kambing Mati Dimangsa Anjing, Pemkab Banyumas Upayakan Ganti Rugi
-
Kamis, 24/05/2012 16:42 WIB
'Bidadari' Beraksi di Bundaran HI, Lalu Lintas Tersendat
-
Kamis, 24/05/2012 16:36 WIB
Rusia Selidiki Dugaan Sukhoi Disabotase AS!
-
Kamis, 24/05/2012 15:35 WIB
Kaca Retak, Lion Air Bayar Rp 45 Juta pada Penumpang
-
Kamis, 24/05/2012 16:42 WIB
Ibas Soal Insiden di Ternate: Peristiwa Anarkis Tak Bisa Ditolerir
-
697 Komentar
-
258 Komentar
-
238 Komentar
-
227 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 894.000
- Rp 6,010.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
