detikcom

Indonesia Harap Manfaat dari Traktat Gen

Eddi Santosa - detikNews
Kamis, 20/08/2009 16:35 WIB
Roma Kepala Sekretariat dari Traktat Gen (ITPGRFA) Dr. Shakeel Bhatti akan bertemu Menteri Pertanian dan Kepala Badan Litbang Deptan di Jakarta (20-21/8/2009). Sebagai negara pihak Indonesia berharap memetik manfaat dari traktat gen ini.

Pertemuan tersebut untuk mempersiapkan Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan ke-4 di 2011 Governing Body dari International Treaty on Plant Genetic Resources for Food and Agriculture (GB-ITPGRFA), sebagai tindak lanjut dari hasil keputusan pada pertemuan sebelumnya di kota Tunis, Tunisia, Juni lalu.

Selain itu Dr. Bhatti diharapkan akan memberikan berbagai informasi lain terkait implementasi traktat sumber gen tanaman, yang dapat dimanfaatkan bagi kepentingan Indonesia, Atase Pertanian KBRI Roma Erizal Sodikin dan Counselor Multilateral Purnomo A. Chandra menyampaikan secara bersama kepada detikcom, Rabu (19/8/2009).

Traktat Gen Tumbuhan yang mulai berlaku sejak Juni 2004 ini merupakan suatu perjanjian internasional, yang menjadi acuan dunia dalam mengatur penggunaan gen tumbuhan dunia, dan keputusannya bersifat mengikat secara hukum. Saat ini negara Contracting Parties (yang sudah meratifikasi Traktat ini, red) berjumlah 120 negara, termasuk Indonesia.

Sebagai pemilik sumber keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia, Indonesia berharap memperoleh manfaat dari sisi sebagai tuan rumah. Lebih penting lagi adalah akses teknologi di masa akan datang dan manfaat komersial dari data sumber genetik yang diciptakan oleh mekanisme benefit-sharing ITPGRFA.

Mekanisme ITPGRFA dilindungi oleh payung hukum internasional secara solid, termasuk perlindungan terhadap pengetahuan tradisional dari petani dalam mengelola tanamannya.

Empat pilar utama mekanisme ITPGRFA yakni: pertukaran informasi, akses ke dan transfer teknologi, pembangunan kapasitas dan pembagian segala bentuk manfaat komersial telah terbukti dan diharapkan dapat mencegah dampak negatif dari pertukaran data genetik, yang merugikan kebanyakan negara berkembang sebagaimana terjadi pada sektor lain di beberapa badan internasional.

Peluang untuk memanfaatkan kesempatan tersebut pada akhirnya diharapkan dapat menjadikan sektor pertanian Indonesia menjadi unggulan tidak hanya ditingkat kawasan tetapi juga di tingkat global.

Pada pertemuan 2011 juga diharapkan dapat disepakati target dan strategi pendanaan sebesar US$ 116 juta untuk implementasi traktat di lapangan, khususnya di negara berkembang. Dana tersebut ditargetkan untuk kurun waktu 5 tahun dari 2009 sampai 2014, dan akan selalu dievaluasi dalam setiap pertemuan Governing Body setiap 2 tahun sekali. (es/es)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Lapsus Index »
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel