Kamis, 13/08/2009 19:29 WIB

Mayat Anak Kecil Mati Membusuk di Kamar Kontrakan

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Jakarta - Seorang mayat anak kecil ditemukan tewas membusuk di kamar kontrakannya. Mayat tersebut dikenali bernama Mulyadi (10).

"Namanya Mulyadi mas, dia ditumukan sudah membusuk dan banyak darah di sekitarnya," ujar Inah (45) pemilik kamar kontrakan tersebut kepada detikcom, di RT 03 RW 07, Kemayoran Gempol, Kelurahan Kebon Kosong, Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2009).

Mayat tersebut ditemukan setelah warga setempat mencium aroma bangkai yang berasal dari kamar tersebut. "Setelah kita cek ternyata ada mayat Mulyadi di dalam kamar," jelasnya.

Pantuan detikcom, kamar tersebut sudah kosong. banyak berkas bercak darah yang berceceran di atas lantai. mayat tersebut ditemukan warga sekitar pukul 12.00 WIB tadi siang.

Saat ini, pihak kepolisian masih mengejar orang tua Mulyadi yang diduga sebagai pelaku pembunuhan tersebut. Ayah Mulyadi bekerja sebagai tukang bajaj dan ibunya sehari-hari bekerja sebagai pengamen bersama Mulyadi di sekitar kawasan Kemayoran.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(fiq/anw)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
0%
Kontra
100%