Gugatan Pilpres Ditolak, Mega Bisa Pahami Putusan MK
Rabu, 12/08/2009 18:35 WIB
Jakarta
Capres Megawati Soekarnoputri mengaku bisa memahami keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak gugatan sengketa Pilpres. Sejumlah catatan disertakan Mega terkait penyelenggaraan Pilpres.
"Bahwa meski keputusan MK tersebut tidak seperti yang kami harapkan tapi dengan ini kami menyatakan memahami keputusan MK tersebut," kata Mega dalam jumpa pers di kediamannya di Jl Teuku Umar, Jakarta Pusat, Rabu (12/8/2009).
Dalam jumpa pers itu, Mega didampingi Prabowo, Fadli Zon, Pramono Anung, dan Gayus Lumbuun.
Meski menyatakan memahami, namun Mega menyatakan ada sejumlah catatan yang perlu diperhatikan dalam penyelenggaraan Pilpres yang bertentangan dengan pembangunan sistem demokrasi.
Catatan itu, kata Mega, yakni penghilangan sebagian hak warga negara dalam DPT, penghilangan TPS lebih dari 69.500 TPS, kecurangan yang dilakukan secara masif dan sistematis, adanya keterlibatan aparat negara di berbagai tingkatan, dan keterlibatan asing dalam penghitungan suara.
Mega pun mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang sudah membantu perjuangannya menggugat hasil Pilpres.
"Pada kesempatan ini pula kami menyampaikan dan mengucapkan beribu terimakasih pada tim hukum, pendukung, simpatisan, sukarelawan, para pemilih dan seluruh rakyat Indonesia atas segala daya dan upaya yang diperjuangkan demi tegaknya demokrasi di bumi Indonesia," tutup Mega. Tidak ada sesi tanya jawab. Ketika Pram memberi kesempatan kepada wartawan untuk menyampaikan pertanyaan, Prabowo buru-buru menginterupsi. "Cukup," katanya kepada Pram. (Rez/iy)
"Bahwa meski keputusan MK tersebut tidak seperti yang kami harapkan tapi dengan ini kami menyatakan memahami keputusan MK tersebut," kata Mega dalam jumpa pers di kediamannya di Jl Teuku Umar, Jakarta Pusat, Rabu (12/8/2009).
Dalam jumpa pers itu, Mega didampingi Prabowo, Fadli Zon, Pramono Anung, dan Gayus Lumbuun.
Meski menyatakan memahami, namun Mega menyatakan ada sejumlah catatan yang perlu diperhatikan dalam penyelenggaraan Pilpres yang bertentangan dengan pembangunan sistem demokrasi.
Catatan itu, kata Mega, yakni penghilangan sebagian hak warga negara dalam DPT, penghilangan TPS lebih dari 69.500 TPS, kecurangan yang dilakukan secara masif dan sistematis, adanya keterlibatan aparat negara di berbagai tingkatan, dan keterlibatan asing dalam penghitungan suara.
Mega pun mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang sudah membantu perjuangannya menggugat hasil Pilpres.
"Pada kesempatan ini pula kami menyampaikan dan mengucapkan beribu terimakasih pada tim hukum, pendukung, simpatisan, sukarelawan, para pemilih dan seluruh rakyat Indonesia atas segala daya dan upaya yang diperjuangkan demi tegaknya demokrasi di bumi Indonesia," tutup Mega. Tidak ada sesi tanya jawab. Ketika Pram memberi kesempatan kepada wartawan untuk menyampaikan pertanyaan, Prabowo buru-buru menginterupsi. "Cukup," katanya kepada Pram. (Rez/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Kamis, 24/05/2012 17:37 WIB
Polri: Izin Konser Konser Lady Gaga Sudah Diterima Beberapa Instansi
-
Kamis, 24/05/2012 17:34 WIB
31 Kambing Mati Dimangsa Anjing, Pemkab Banyumas Upayakan Ganti Rugi
-
Kamis, 24/05/2012 17:31 WIB
Secure Parking: Mobil Kedubes Inggris Keluar PIM dengan Tiket Asli
-
Kamis, 24/05/2012 17:31 WIB
Demokrat Minta Insiden Ibas & Anas di Ternate Jangan Dibesar-besarkan
-
Kamis, 24/05/2012 17:19 WIB
Pemakaman Korban Sukhoi Heny di Lampung Diiringi TNI & Bupati
-
Kamis, 24/05/2012 16:42 WIB
'Bidadari' Beraksi di Bundaran HI, Lalu Lintas Tersendat
-
Kamis, 24/05/2012 16:36 WIB
Rusia Selidiki Dugaan Sukhoi Disabotase AS!
-
Kamis, 24/05/2012 15:35 WIB
Kaca Retak, Lion Air Bayar Rp 45 Juta pada Penumpang
-
Kamis, 24/05/2012 16:42 WIB
Ibas Soal Insiden di Ternate: Peristiwa Anarkis Tak Bisa Ditolerir
-
696 Komentar
-
258 Komentar
-
238 Komentar
-
227 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,010.000
- Rp 2,801.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
