detikcom
Rabu, 12/08/2009 14:26 WIB

Pelaku Bom Marriott

Tersedu-sedu, Kakak Dani Dwi Permana Minta Maaf pada Publik video foto

Mega Putra Ratya - detikNews
Jakarta - Keluarga Dani Dwi Permana, pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriott, terlihat sangat syok saat remaja 18 tahun itu dikuburkan. Sambil menangis tersedu-sedu, kakak Dani, Jaka, meminta maaf pada masyarakat.

"Atas nama keluarga, mohon dimaafkan jika adik saya punya salah," kata Jaka saat jenazah Dani terbungkus kain kafan dimasukkan ke liang lahat di tanah wakaf Kampung Sasak, Bogor, Jawa Barat, Rabu (12/8/2009).

Menurut Jaka, adiknya hanyalah remaja yang tidak mengerti apa yang dilakukannya. "Dia tidak tahu apa-apa," kata Jaka dengan air mata masih bercucuran.

Kesedihan tidak hanya terlihat di wajah Jaka. Sang ibu, Tini, juga tampak sangat terpukul. Dari Masjid As Surur tempat jenazah yang disimpan dalam peti disemayamkan, Tini tampak lemah dan dibopong beberapa orang.

Acara pemakaman dihadiri oleh puluhan warga sekitar. Beberapa di antara mereka adalah teman-teman Dani semasa bersekolah di SMA Yadika 7 Bogor.

Praktek penimbunan BBM melibatkan oknum aparat keamanan. Seperti apa modusnya? Tonton "Reportase Investigasi", Minggu, 26 Mei 2013, pukul 16.45, hanya di TRANSTV

(ken/nrl)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    55%
    Kontra
    45%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000