Tim Mega-Prabowo: Penjelasan KPU tentang DPT di MK Menggelikan
Kamis, 06/08/2009 20:40 WIB
Jakarta
Persoalan daftar pemilih tetap (DPT) menjadi poin paling krusial yang dibahas dalam persidangan di MK. Tim Kampanye Mega Prabowo menilai penjelasan KPU menyangkut persoalan DPT menggelikan dan merupakan kebohongan publik.
"Penjelasan KPU tentang DPT di MK menggelikan, membohongi publik, sekaligus menunjukkan carut marutnya DPT serta tak bisa dipertanggungjawabkan dengan baik," anggota Tim Kampanye Mega-Prabowo, Arif Wibowo, dalam pesan singkat kepada detikcom, Kamis (6/8/2009).
Menurut Arif, KPU tidak bisa membedakan antara pemutakhiran daftar pemilih yang diperintahkan oleh Pasal 29 UU No 42 Tahun 2008 dengan rekapitulasi daftar pemilih yang bertujuan menjamin kepastian logistik pemilu seperti diatur dalam pasal 30 UU yang sama.
"Begitu juga alasan yang sangat simplistik mengenai berkurangnya 69.918 TPS," imbuh Arif.
Arif juga mempersoalkan soft copy DPT yang diberikan KPU kepada tim kampanye namun ternyata belum dimutakhirkan. Bahkan KPU, kata Arif, mengakui jika DPT yang dimiliki KPU mungkin berbeda dengan yang dimiliki KPPS.
"Sungguh memprihatinkan komisioner yang bertanggung jawab terhadap DPT malah tidak pernah hadir di persidangan MK," tegas Arif.
Dengan demikian, menurut Arif, penilaian bahwa KPU tidak profesional dan bahkan memiliki interest politik tertentu obyektif adanya. Karena itu Tim Mega-Prabowo meminta agar anggota KPU diberhentikan segera dan diganti dengan yang baru.
"Mencermati beberapa hal tersebut, pascapilpres mendesak dilakukan penggantian anggota KPU demi berlangsungnya demokrasi yang lebih baik di masa depan," tandas Arif.
(sho/mok)
"Penjelasan KPU tentang DPT di MK menggelikan, membohongi publik, sekaligus menunjukkan carut marutnya DPT serta tak bisa dipertanggungjawabkan dengan baik," anggota Tim Kampanye Mega-Prabowo, Arif Wibowo, dalam pesan singkat kepada detikcom, Kamis (6/8/2009).
Menurut Arif, KPU tidak bisa membedakan antara pemutakhiran daftar pemilih yang diperintahkan oleh Pasal 29 UU No 42 Tahun 2008 dengan rekapitulasi daftar pemilih yang bertujuan menjamin kepastian logistik pemilu seperti diatur dalam pasal 30 UU yang sama.
"Begitu juga alasan yang sangat simplistik mengenai berkurangnya 69.918 TPS," imbuh Arif.
Arif juga mempersoalkan soft copy DPT yang diberikan KPU kepada tim kampanye namun ternyata belum dimutakhirkan. Bahkan KPU, kata Arif, mengakui jika DPT yang dimiliki KPU mungkin berbeda dengan yang dimiliki KPPS.
"Sungguh memprihatinkan komisioner yang bertanggung jawab terhadap DPT malah tidak pernah hadir di persidangan MK," tegas Arif.
Dengan demikian, menurut Arif, penilaian bahwa KPU tidak profesional dan bahkan memiliki interest politik tertentu obyektif adanya. Karena itu Tim Mega-Prabowo meminta agar anggota KPU diberhentikan segera dan diganti dengan yang baru.
"Mencermati beberapa hal tersebut, pascapilpres mendesak dilakukan penggantian anggota KPU demi berlangsungnya demokrasi yang lebih baik di masa depan," tandas Arif.
(sho/mok)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 10/08/2009 13:49 WIB
Caleg Terpilih DPRD Muba Sumsel Diduga Berijazah Palsu
-
Kamis, 06/08/2009 19:36 WIB
Pelaksanaan Pilpres 2009
Sekjen PBB Beri Selamat ke Presiden SBY
-
Kamis, 06/08/2009 19:19 WIB
Ical Diminta Waspadai Kader Pragmatis di Sekelilingnya
-
Kamis, 06/08/2009 18:34 WIB
Dituduh Curang, KPU Ancam Serang Balik
-
Rabu, 16/05/2012 21:13 WIB
Karyawan Trans Corp Menggelar Salat Gaib untuk Ismi dan Aditya
-
Rabu, 16/05/2012 21:32 WIB
Kapolri Tegaskan Konser Lady Gaga Masih Dievaluasi
-
Rabu, 16/05/2012 20:46 WIB
Hari Ke-8 Evakuasi, 32 Kantong Jenazah Sudah Dikirim ke RS Polri Kramatjati
-
Rabu, 16/05/2012 21:58 WIB
Polisi Jaga Ketat Ruang Rawat John Kei di RS Polri
-
362 Komentar
-
307 Komentar
-
266 Komentar
-
264 Komentar
Lapsus
Index »
-
Selasa, 15/05/2012 08:57 WIB
Yang Mistis & Yang Ilmiah di Gunung Salak
-
Senin, 14/05/2012 09:10 WIB
Sukhoi Maut & Misteri Gunung Salak
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 472.000
- Rp 2,771.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



_(baru).gif)


(2).gif)

.gif)
