Depdag Razia Ratusan Ribu Lampu Hemat Energi Tanpa SNI
Kamis, 06/08/2009 17:25 WIB
Mega Putra Ratya/detkcom
Jakarta
Ratusan ribu lampu hemat energi (LHE) menumpuk di sebuah gudang di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara. Lampu-lampu itu tidak terdaftar dalam Badan Standar Nasional (BSN).
"Produk ini belum terdaftar sebagai produk yang memenuhi persyaratan SNI," ujar Direktur Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Direktorat Perdagangan Dalam Negeri Depdag Inayat Iman saat jumpa pers di Kantor Depdag, Jl Ridwan Rais, Jakarta, Kamis (5/8/2009).
Lampu hemat energi itu merupakan hasil sidak Direktorat Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Depdag.
Lampu bermerek dagang Pancaran, SZ-MR, dan Cahaya ditemukan menumpuk di gudang penyimpanan sementara milik mitra Induk Koperasi Angkatan Darat di Jl Pinisi Raya No 38, Jakarta Utara. Produk yang diyakini diimpor dari Cina itu berjumlah 596.910 unit.
"Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan dalam sebulan terakhir, ketiga produk ilegal ini sudah dijual bebas. Temuan inilah yang kemudian ditindaklanjuti dengan inspeksi mendadak," kata Inayat.
Inayat menambahkan, pemerintah akan terus memeriksa keabsahan produk yang telah wajib SNI. "Barang impor tidak hanya ada SNI di kemasannya, tapi juga harus ada nomor pendaftaran barang," papar Inayat.
Sidak yang dipimpin langsung oleh Inayat ini merupakan tim gabungan dari Direktorat Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Depdag, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas Provinsi DKI Jakarta, Dinas Perdagangan UMKM dan Koperasi Dinas Provinsi DKI Jakarta, dan Mabes Polri. (mpr/nik)
"Produk ini belum terdaftar sebagai produk yang memenuhi persyaratan SNI," ujar Direktur Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Direktorat Perdagangan Dalam Negeri Depdag Inayat Iman saat jumpa pers di Kantor Depdag, Jl Ridwan Rais, Jakarta, Kamis (5/8/2009).
Lampu hemat energi itu merupakan hasil sidak Direktorat Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Depdag.
Lampu bermerek dagang Pancaran, SZ-MR, dan Cahaya ditemukan menumpuk di gudang penyimpanan sementara milik mitra Induk Koperasi Angkatan Darat di Jl Pinisi Raya No 38, Jakarta Utara. Produk yang diyakini diimpor dari Cina itu berjumlah 596.910 unit.
"Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan dalam sebulan terakhir, ketiga produk ilegal ini sudah dijual bebas. Temuan inilah yang kemudian ditindaklanjuti dengan inspeksi mendadak," kata Inayat.
Inayat menambahkan, pemerintah akan terus memeriksa keabsahan produk yang telah wajib SNI. "Barang impor tidak hanya ada SNI di kemasannya, tapi juga harus ada nomor pendaftaran barang," papar Inayat.
Sidak yang dipimpin langsung oleh Inayat ini merupakan tim gabungan dari Direktorat Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Depdag, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas Provinsi DKI Jakarta, Dinas Perdagangan UMKM dan Koperasi Dinas Provinsi DKI Jakarta, dan Mabes Polri. (mpr/nik)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Minggu, 27/05/2012 00:50 WIB
Kapal Kargo di Pelabuhan Sunda Kelapa Terbakar
-
Sabtu, 26/05/2012 23:45 WIB
Keluarga Pramugari Henny Korban Sukhoi Dapat Santunan Rp 25 Juta
-
Sabtu, 26/05/2012 23:16 WIB
Satu Orang Tewas Tertimpa Pohon Akibat Angin Kencang di Medan
-
Sabtu, 26/05/2012 22:36 WIB
Rudenim Manado Terima 35 Imigran Myanmar dari Kendari
-
Sabtu, 26/05/2012 05:00 WIB
Pelaku Penembak Satpam IPB Sempat Beli Sandal Usai Tinggalkan Motor
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Sabtu, 26/05/2012 10:59 WIB
Ini Sketsa Wajah Pelaku Penembakan 2 Satpam IPB
-
Sabtu, 26/05/2012 11:03 WIB
Ini Alasan Mahfud MD Ikut Sambut Bachtiar Chamsyah di Cipinang
-
282 Komentar
-
230 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
