Jaga Demokrasi, SBY Diminta Tolak PDIP-Golkar Masuk Kabinet
Kamis, 06/08/2009 16:33 WIB
Jakarta
Presiden SBY diminta tidak mengajak PDIP dan Partai Golkar bergabung dalam pemerintahan. Karena kalau hal itu dilakukan dikhawatirkan merusak tatanan demokrasi yang berprinsip pada check and balances.
"Jika SBY menggandeng seluruh lawannya maka mau jadi apa demokrasi di negara ini. Untuk apa ada pemilu dan lembaga parlemen," tutur pengamat politik LIPI Siti Zuhro di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (6/8/2009).
Zuhroh berharap SBY juga tidak memberi angin segar dengan mengesankan PDIP dan Golkar akan diajak bergabung dalam pemerintahan. Sebaliknya, PDIP dan Golkar juga diminta tidak tergoda dengan iming-iming kursi Menteri jika memang disediakan SBY.
"SBY jangan lah memberi iming-iming kekuasaan kepada lawan-lawan politiknya. SBY harus membangun demokrasi yang bagus," tambah perempuan berkacamata ini.
Menurut Zuhroh, alasan SBY ingin menciptakan harmoni dan meminimalisir konflik dengan mengajak PDIP dan Golkar masuk ke pemerintahan tidaklah tepat. SBY seharusnya menjamin terciptanya iklim demokrasi yang kondusif selama 5 tahun masa kepemimpinannya mendatang.
"Sehingga partai yang menang yang memimpin pemerintahan dan yang kalah mau tak mau harus menjadi oposisi. Cara seperti itu, untuk menjamin tidak menumpuknya kekuasaan pada satu pihak. Harus dihindari adanya absolute power dalam demokrasi kita. Absolute power tend to corrupt," tutupnya.
(Rez/yid)
"Jika SBY menggandeng seluruh lawannya maka mau jadi apa demokrasi di negara ini. Untuk apa ada pemilu dan lembaga parlemen," tutur pengamat politik LIPI Siti Zuhro di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (6/8/2009).
Zuhroh berharap SBY juga tidak memberi angin segar dengan mengesankan PDIP dan Golkar akan diajak bergabung dalam pemerintahan. Sebaliknya, PDIP dan Golkar juga diminta tidak tergoda dengan iming-iming kursi Menteri jika memang disediakan SBY.
"SBY jangan lah memberi iming-iming kekuasaan kepada lawan-lawan politiknya. SBY harus membangun demokrasi yang bagus," tambah perempuan berkacamata ini.
Menurut Zuhroh, alasan SBY ingin menciptakan harmoni dan meminimalisir konflik dengan mengajak PDIP dan Golkar masuk ke pemerintahan tidaklah tepat. SBY seharusnya menjamin terciptanya iklim demokrasi yang kondusif selama 5 tahun masa kepemimpinannya mendatang.
"Sehingga partai yang menang yang memimpin pemerintahan dan yang kalah mau tak mau harus menjadi oposisi. Cara seperti itu, untuk menjamin tidak menumpuknya kekuasaan pada satu pihak. Harus dihindari adanya absolute power dalam demokrasi kita. Absolute power tend to corrupt," tutupnya.
(Rez/yid)
Baca Juga
- Sidang Gugatan Pilpres
Saksi Ahli JK-Wiranto Diomeli Hakim dan Disuruh Mundur - Sidang Gugatan Pilpres
Teleconference Ngadat, Keterangan Saksi di Sulteng Tertunda - Sidang Gugatan Pilpres
DPT Jadi Poin Krusial, Ketua Pokja DPT Tak Penah Hadiri Sidang - Sidang Gugatan Pilpres
Mahfud: Saksi Diminta Tidak Pakai Bahasa Madura
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 10/08/2009 13:49 WIB
Caleg Terpilih DPRD Muba Sumsel Diduga Berijazah Palsu
-
Kamis, 06/08/2009 20:40 WIB
Tim Mega-Prabowo: Penjelasan KPU tentang DPT di MK Menggelikan
-
Kamis, 06/08/2009 19:36 WIB
Pelaksanaan Pilpres 2009
Sekjen PBB Beri Selamat ke Presiden SBY
-
Kamis, 06/08/2009 19:19 WIB
Ical Diminta Waspadai Kader Pragmatis di Sekelilingnya
-
Kamis, 06/08/2009 18:34 WIB
Dituduh Curang, KPU Ancam Serang Balik
-
Sabtu, 26/05/2012 05:00 WIB
Pelaku Penembak Satpam IPB Sempat Beli Sandal Usai Tinggalkan Motor
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Sabtu, 26/05/2012 10:59 WIB
Ini Sketsa Wajah Pelaku Penembakan 2 Satpam IPB
-
Sabtu, 26/05/2012 11:03 WIB
Ini Alasan Mahfud MD Ikut Sambut Bachtiar Chamsyah di Cipinang
-
282 Komentar
-
230 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
