Misteri Harta Mbah Surip
Royalti Tak Pasti, Rumah dan Mobil Ditarik Lagi
Kamis, 06/08/2009 16:06 WIB
Jakarta
Satu unit rumah di Kampung artis, Cipayung, Depok, Jawa Barat dan mobil Suzuki APV warna biru tahun 2006 bernopol B 8155 GX, batal menjadi milik Mbah Surip. Setelah seniman nyentrik itu meninggal dunia, Manajemen Kampung Artis mengambil kembali rumah dan mobil tersebut. Alasannya, kontrak Mbah Surip belum rampung.
Tentu saja, lepasnya rumah dan mobil dari genggaman Mbah Surip itu mengejutkan. Sebab sebelumnya dikabarkan, rumah dan mobil itu adalah bonus atas moncernya album 'Tak Gendong' yang dirilis pria gimbal itu.
Namun hal itu dibantah staf manajemen Kampung Artis, Petrus Idi Darmono. Menurutnya, rumah dan mobil itu memang akan menjadi milik Mbah Surip jika kontrak selama tiga tahun selesai.
"Rumah itu bukan bonus tapi sebagai itikad baik kami kepada Mbah Surip. Dalam perjanjian antara kami dan Mbah Surip tertulis kalau rumah dan mobil itu jadi milik Mbah Surip kalau selesai kontrak," jelas Petrus saat ditemui detikcom.
Dijelaskan Petrus, kesepakatan kerjasama dengan Mbah Surip dimulai sejak Juni 2009 hingga 2012. Selama rentan waktu itu, setiap kegiatan keartisan Mbah Surip ditangani Manajemen Kampung Artis. Dan setelah tiga tahun, maka rumah berikut mobil itu akan resmi menjadi milik Mbah Surip.
Namun takdir berkata lain. Sebelum kontrak berakhir, Mbah Surip telah menghadap Sang Pencipta. Praktis, mobil yang rencananya untuk pria yang gemar berpenampilan ala rasta itu kembali ditarik Kampung Artis.
"Ya sekarang sudah kami tarik. Karena memang perjanjiannya seperti itu," ujar Petrus.
Lantas bagaimana dengan pemasukan Mbah Surip dari royalti album 'Tak Gendong' serta ring back tone (RBT) yang kabarnya hasilnya mencapai miliaran rupiah? Hingga berita ini diturunkan, Manajeman PT Falcon, sebagai perusahaan label yang menangani album Mbah Surip belum bisa dihubungi.
Alhasil, tidak ada gambaran secara yang pasti berapa keping CD 'Tak Gendong' yang telah laku di pasaran. Sedangkan untuk royalti dari RBT, beberapa operator seluler mengaku raihan yang didapat tidak seheboh yang digembar-gemborkan.
Public Relations Manager XL, Febriati Nadira mengatakan, total pelanggan RBT lagu Mbah Surip lewat XL hingga saat ini mencapai 70 ribu orang. Peningkatan jumlah orang yang mendownload lagu Tak Gendong terjadi sejak Juni 2009. Sementara lagu Tak Gendong mulai di jual XL sejak Juni 2008.
Soal pembagian royalti, Nadira menjelaskan, dari pemasukan Rp 2 ribu yang diterima akan dibagi dua, yakni untuk operator 50% dan pihak label 50%. Nah bagian Mbah Surip itu masuk dalam bagian yang diterima pihak label, yakni Falcon.
"Untuk mengetahui berapa royalti Mbah Surip dan RBT tanya ke Falcon. Karena Falcon yang akan membaginya kepada Mbah Surip," jelas Nadira.
Hal yang sama dikatakan Division Head Content Management PT Indosat Tbk Dhoya Sugarda. Menurutnya, untuk royalti RBT Mbah Surip, Indosat bekerja sama dengan Falcon. Jadi untuk urusan royalti tergantung kesepakatan Falcon dengan Mbah Surip.
Namun diakui Sugarda, lagu Mbah Surip memang lumayan laris dalam tiga bulan terakhir. Bahkan saat pria asal Mojokerto itu diketahui meninggal, orang yang men-download lagu 'Tak Gendong' mencapai 10 ribu orang dalam sehari.
Adapun total pen-download lagu 'Tak Gendong' lewat operator Indosat, sejak Februari 2009 hingga tanggal 6 Agustus ini, jumlahnya mencapai 210 ribu orang. "Itu jumlah total dari Februari 2009 sampai tadi pagi," terang Sugarda.
Dengan pembagian sistem bagi hasil, maka hasil yang diperolah Indosat dan Falcon masing-masing Rp 105 juta. Dan lagi-lagi jatah untuk Mbah Surip juga tidak diketahui berapa nilainya. Karena semuanya tergantung kesepakatan antara Falcon dengan Mbah Surip. Dan sayangnya, pihak Falcon hingga kini terus bungkam.
Beberapa kawan dekat Mbah Surip juga mengaku tidak mengetahui persis berapa penghasilan Mbah Surip setelah album 'Tak Gendong' meledak. Sebab Mbah Surip memang tidak pernah cerita apa-apa tentang penghasilan yang dia dapat.
"Mbah Surip itu orangnya lugu dan tulus. Dia tidak mau memusingkan berapa bayaran dalam setiap manggung. Bagi dia yang penting semua orang bisa senang," begitu kata Anto Baret, sahabat Mbah Surip. (ddg/ken)
Dapatkan ulasan lengkap mengenai laporan & investigasi Majalah Detik melalui iPad dan Android tablet Anda



Tentu saja, lepasnya rumah dan mobil dari genggaman Mbah Surip itu mengejutkan. Sebab sebelumnya dikabarkan, rumah dan mobil itu adalah bonus atas moncernya album 'Tak Gendong' yang dirilis pria gimbal itu.
Namun hal itu dibantah staf manajemen Kampung Artis, Petrus Idi Darmono. Menurutnya, rumah dan mobil itu memang akan menjadi milik Mbah Surip jika kontrak selama tiga tahun selesai.
"Rumah itu bukan bonus tapi sebagai itikad baik kami kepada Mbah Surip. Dalam perjanjian antara kami dan Mbah Surip tertulis kalau rumah dan mobil itu jadi milik Mbah Surip kalau selesai kontrak," jelas Petrus saat ditemui detikcom.
Dijelaskan Petrus, kesepakatan kerjasama dengan Mbah Surip dimulai sejak Juni 2009 hingga 2012. Selama rentan waktu itu, setiap kegiatan keartisan Mbah Surip ditangani Manajemen Kampung Artis. Dan setelah tiga tahun, maka rumah berikut mobil itu akan resmi menjadi milik Mbah Surip.
Namun takdir berkata lain. Sebelum kontrak berakhir, Mbah Surip telah menghadap Sang Pencipta. Praktis, mobil yang rencananya untuk pria yang gemar berpenampilan ala rasta itu kembali ditarik Kampung Artis.
"Ya sekarang sudah kami tarik. Karena memang perjanjiannya seperti itu," ujar Petrus.
Lantas bagaimana dengan pemasukan Mbah Surip dari royalti album 'Tak Gendong' serta ring back tone (RBT) yang kabarnya hasilnya mencapai miliaran rupiah? Hingga berita ini diturunkan, Manajeman PT Falcon, sebagai perusahaan label yang menangani album Mbah Surip belum bisa dihubungi.
Alhasil, tidak ada gambaran secara yang pasti berapa keping CD 'Tak Gendong' yang telah laku di pasaran. Sedangkan untuk royalti dari RBT, beberapa operator seluler mengaku raihan yang didapat tidak seheboh yang digembar-gemborkan.
Public Relations Manager XL, Febriati Nadira mengatakan, total pelanggan RBT lagu Mbah Surip lewat XL hingga saat ini mencapai 70 ribu orang. Peningkatan jumlah orang yang mendownload lagu Tak Gendong terjadi sejak Juni 2009. Sementara lagu Tak Gendong mulai di jual XL sejak Juni 2008.
Soal pembagian royalti, Nadira menjelaskan, dari pemasukan Rp 2 ribu yang diterima akan dibagi dua, yakni untuk operator 50% dan pihak label 50%. Nah bagian Mbah Surip itu masuk dalam bagian yang diterima pihak label, yakni Falcon.
"Untuk mengetahui berapa royalti Mbah Surip dan RBT tanya ke Falcon. Karena Falcon yang akan membaginya kepada Mbah Surip," jelas Nadira.
Hal yang sama dikatakan Division Head Content Management PT Indosat Tbk Dhoya Sugarda. Menurutnya, untuk royalti RBT Mbah Surip, Indosat bekerja sama dengan Falcon. Jadi untuk urusan royalti tergantung kesepakatan Falcon dengan Mbah Surip.
Namun diakui Sugarda, lagu Mbah Surip memang lumayan laris dalam tiga bulan terakhir. Bahkan saat pria asal Mojokerto itu diketahui meninggal, orang yang men-download lagu 'Tak Gendong' mencapai 10 ribu orang dalam sehari.
Adapun total pen-download lagu 'Tak Gendong' lewat operator Indosat, sejak Februari 2009 hingga tanggal 6 Agustus ini, jumlahnya mencapai 210 ribu orang. "Itu jumlah total dari Februari 2009 sampai tadi pagi," terang Sugarda.
Dengan pembagian sistem bagi hasil, maka hasil yang diperolah Indosat dan Falcon masing-masing Rp 105 juta. Dan lagi-lagi jatah untuk Mbah Surip juga tidak diketahui berapa nilainya. Karena semuanya tergantung kesepakatan antara Falcon dengan Mbah Surip. Dan sayangnya, pihak Falcon hingga kini terus bungkam.
Beberapa kawan dekat Mbah Surip juga mengaku tidak mengetahui persis berapa penghasilan Mbah Surip setelah album 'Tak Gendong' meledak. Sebab Mbah Surip memang tidak pernah cerita apa-apa tentang penghasilan yang dia dapat.
"Mbah Surip itu orangnya lugu dan tulus. Dia tidak mau memusingkan berapa bayaran dalam setiap manggung. Bagi dia yang penting semua orang bisa senang," begitu kata Anto Baret, sahabat Mbah Surip. (ddg/ken)
Dapatkan ulasan lengkap mengenai laporan & investigasi Majalah Detik melalui iPad dan Android tablet Anda
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Laporan KhususTerbaru
Indeks Laporan Khusus »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Rabu, 16/05/2012 08:50 WIB
Jualan Sukhoi dari Pasar Asemka
-
Minggu, 27/05/2012 11:14 WIB
Konser Lady Gaga Batal!
-
Minggu, 27/05/2012 11:40 WIB
Konser Batal, Refund Tiket Lady Gaga 100 Persen
-
Minggu, 27/05/2012 11:57 WIB
Promotor: Konser Lady Gaga Pindah ke Bali Adalah Mustahil
-
Minggu, 27/05/2012 10:53 WIB
Pembunuh Janda Cantik di Kebayoran Baru Dibekuk
-
393 Komentar
-
288 Komentar
-
252 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
