MTI: Testimoni Antasari Skenario Hancurkan KPK
Rabu, 05/08/2009 08:44 WIB
Jakarta
Testimoni Antasari Azhar tentang pejabat KPK yang menerima suap menuai kecaman dari penggiat antikorupsi. Testimoni ini dianggap sebagai skenario untuk menghancurkan KPK.
"Ini rekayasa untuk menghancurkan KPK," ujar Ketua Badan Pengurus Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI), Hamid Chalid, dalam perbincangan dengan detikcom , Rabu (5/8/2009).
Menurut Hamid, sejak awal dipilihnya Antasari sebagai Ketua KPK sudah ada keraguan dari sejumlah pihak. Hal didasari atas rekam jejak karier Antasari sebagi jaksa yang tidak bersih.
"Orang ini dipasang untuk menghancurkan KPK dan terbukti apa yang dilakukannya sekarang ini," kata Hamid.
Hamid menerangkan, pertemuan yang dilakukan Antasari dengan pimpinan PT Masaro Anggoro Widjaja, yang telah jadi tersangka, di Singapura adalah tindakan melanggar hukum. Karena pejabat KPK dilarang bertemu dengan pihak luar yang tengah terkena kasus di KPK.
"Sebelum orang lain kena, dia dulu orangnya yang harus kena. Karena itu kan jelas melanggar hukum," tandas Hamid.
Hamid menyarankan polisi mengusut kebenaran dari testimoni Antasari, meskipun Hamid yakin bahwa testimoni itu tidak benar.
Hamid juga menyatakan, mengapa baru sekarang Antasari merilis testimoni itu jelas menimbulkan pertanyaan. Ini mengindikasikan Antasari tidak ingin hanya dia sendiri yang terjerat masalah hukum.
"Istilah orang Jawa, mati siji mati kabeh (mati satu, mati semua). Dia nggak mau cuma dia yang kena tapi semua orang yang kena," tuding Hamid. (ddt/nrl)
"Ini rekayasa untuk menghancurkan KPK," ujar Ketua Badan Pengurus Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI), Hamid Chalid, dalam perbincangan dengan detikcom , Rabu (5/8/2009).
Menurut Hamid, sejak awal dipilihnya Antasari sebagai Ketua KPK sudah ada keraguan dari sejumlah pihak. Hal didasari atas rekam jejak karier Antasari sebagi jaksa yang tidak bersih.
"Orang ini dipasang untuk menghancurkan KPK dan terbukti apa yang dilakukannya sekarang ini," kata Hamid.
Hamid menerangkan, pertemuan yang dilakukan Antasari dengan pimpinan PT Masaro Anggoro Widjaja, yang telah jadi tersangka, di Singapura adalah tindakan melanggar hukum. Karena pejabat KPK dilarang bertemu dengan pihak luar yang tengah terkena kasus di KPK.
"Sebelum orang lain kena, dia dulu orangnya yang harus kena. Karena itu kan jelas melanggar hukum," tandas Hamid.
Hamid menyarankan polisi mengusut kebenaran dari testimoni Antasari, meskipun Hamid yakin bahwa testimoni itu tidak benar.
Hamid juga menyatakan, mengapa baru sekarang Antasari merilis testimoni itu jelas menimbulkan pertanyaan. Ini mengindikasikan Antasari tidak ingin hanya dia sendiri yang terjerat masalah hukum.
"Istilah orang Jawa, mati siji mati kabeh (mati satu, mati semua). Dia nggak mau cuma dia yang kena tapi semua orang yang kena," tuding Hamid. (ddt/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Minggu, 27/05/2012 00:50 WIB
Kapal Kargo di Pelabuhan Sunda Kelapa Terbakar
-
Sabtu, 26/05/2012 23:45 WIB
Keluarga Pramugari Henny Korban Sukhoi Dapat Santunan Rp 25 Juta
-
Sabtu, 26/05/2012 23:16 WIB
Satu Orang Tewas Tertimpa Pohon Akibat Angin Kencang di Medan
-
Sabtu, 26/05/2012 22:36 WIB
Rudenim Manado Terima 35 Imigran Myanmar dari Kendari
-
Sabtu, 26/05/2012 05:00 WIB
Pelaku Penembak Satpam IPB Sempat Beli Sandal Usai Tinggalkan Motor
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Sabtu, 26/05/2012 10:59 WIB
Ini Sketsa Wajah Pelaku Penembakan 2 Satpam IPB
-
Sabtu, 26/05/2012 11:03 WIB
Ini Alasan Mahfud MD Ikut Sambut Bachtiar Chamsyah di Cipinang
-
282 Komentar
-
230 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
