Merpati Hilang
Cuaca Ekstrem Selalu Ancam Oksibil di Siang Hari
Selasa, 04/08/2009 12:42 WIB
Ilustrasi
Jakarta
Pesawat Twin Otter milik Merpati Airlines yang hilang di pegunungan Maoke, Oksibil, Papua, telah ditemukan. Namun, tim SAR belum berani menjangkau ke lokasi karena cuaca yang buruk.
Helikopter Kamov yang berpenumpang tim SAR memilih untuk melanjutkan penerbangan ke Oksibil Airport (OKL). Lokasi ditemukannya serpihan pesawat bernomor penerbangan MNA 976I OD itu tertutup awan, sehingga menyulitkan pendaratan.
"Jadi helikopter sudah berangkat ke lokasi, karena tertutup kabut, ya, sudah ke Oksibil," kata Kabag Humas Basarnas Papua, Gagah Prakoso, saat dihubungi detikcom, Selasa (4/8/2009).
Cuaca di Oksibil maupun Papua pada umumnya memang dikenal cepat berubah-ubah dan ekstrem. Wilayahnya yang berupa pegunungan menjadi faktor utama kondisi cuaca yang seperti itu.
Oksibil merupakan salah satu distrik (setingkat kecamatan) yang menjadi ibukota Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin). Pegubin terletak di daerah pegunungan tengah Papua dan berbatasan dengan Papua Nugini di sebelah timur.
Menurut Gagah, penerbangan dari dan ke Oksibil hanya bisa dilakukan pada pagi hari. Jika sudah memasuki siang, cuaca akan berubah drastis sehingga pesawat-pesawat perintis tidak akan berani terbang. Sementara akses ke Oksibil hanya bisa dijangkau melalui udara saja.
"Ya, memang begitu alamnya. Kalau kita pernah ke sana, pagi-pagi sudah siap. Sekarang siapa yang mau menembus awan? Sekarang gampangnya di Jawa di ketinggian 1.000 meter saja sudah kabut. Di Papua, ketinggiannya bisa tiga kali lipat," jelas Gagah.
Bandara OKL sendiri baru bisa didarati pesawat terbatas, meski sudah ada kemajuan di pembangunan bandara tersebut di sana-sini. Pesawat yang beroperasi ke Oksibil di antaranya pesawat jenis DAS7, Trigana, dan Merpati.
Selain itu, ada pula pesawat-pesawat misionaris seperti Maf, Ama, Yajasi, Advent dan pesawat lainnya seperti Premi Air, Susi Air, Casa TNI AU, dan Skaitrek (Polri).
Dibangun pada 1958, konstruksi landasan pacu bandara itu adalah tanah berumput dengan panjang 700 meter dan hanya bisa didarati pesawat Cessna. 61 Tahun kemudian, runaway bandara tersebut diperpanjang jadi 900 meter, sehingga pesawat jenis Twin Otter dapat mendarat.
Tahun ini, bandara tersebut ditargetken bisa didarati pesawat jenis Fokker- 27 (F-27). "Bandaranya cukup sibuk juga, tapi, ya, tidak terlalu ramai," pungkas Gagah.
(irw/nrl)
Helikopter Kamov yang berpenumpang tim SAR memilih untuk melanjutkan penerbangan ke Oksibil Airport (OKL). Lokasi ditemukannya serpihan pesawat bernomor penerbangan MNA 976I OD itu tertutup awan, sehingga menyulitkan pendaratan.
"Jadi helikopter sudah berangkat ke lokasi, karena tertutup kabut, ya, sudah ke Oksibil," kata Kabag Humas Basarnas Papua, Gagah Prakoso, saat dihubungi detikcom, Selasa (4/8/2009).
Cuaca di Oksibil maupun Papua pada umumnya memang dikenal cepat berubah-ubah dan ekstrem. Wilayahnya yang berupa pegunungan menjadi faktor utama kondisi cuaca yang seperti itu.
Oksibil merupakan salah satu distrik (setingkat kecamatan) yang menjadi ibukota Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin). Pegubin terletak di daerah pegunungan tengah Papua dan berbatasan dengan Papua Nugini di sebelah timur.
Menurut Gagah, penerbangan dari dan ke Oksibil hanya bisa dilakukan pada pagi hari. Jika sudah memasuki siang, cuaca akan berubah drastis sehingga pesawat-pesawat perintis tidak akan berani terbang. Sementara akses ke Oksibil hanya bisa dijangkau melalui udara saja.
"Ya, memang begitu alamnya. Kalau kita pernah ke sana, pagi-pagi sudah siap. Sekarang siapa yang mau menembus awan? Sekarang gampangnya di Jawa di ketinggian 1.000 meter saja sudah kabut. Di Papua, ketinggiannya bisa tiga kali lipat," jelas Gagah.
Bandara OKL sendiri baru bisa didarati pesawat terbatas, meski sudah ada kemajuan di pembangunan bandara tersebut di sana-sini. Pesawat yang beroperasi ke Oksibil di antaranya pesawat jenis DAS7, Trigana, dan Merpati.
Selain itu, ada pula pesawat-pesawat misionaris seperti Maf, Ama, Yajasi, Advent dan pesawat lainnya seperti Premi Air, Susi Air, Casa TNI AU, dan Skaitrek (Polri).
Dibangun pada 1958, konstruksi landasan pacu bandara itu adalah tanah berumput dengan panjang 700 meter dan hanya bisa didarati pesawat Cessna. 61 Tahun kemudian, runaway bandara tersebut diperpanjang jadi 900 meter, sehingga pesawat jenis Twin Otter dapat mendarat.
Tahun ini, bandara tersebut ditargetken bisa didarati pesawat jenis Fokker- 27 (F-27). "Bandaranya cukup sibuk juga, tapi, ya, tidak terlalu ramai," pungkas Gagah.
(irw/nrl)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 16:21 WIB
Keluarga Korban Sukhoi Belum Dikontak Soal Asuransi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:19 WIB
Panic Button Bagi Minimarket di Jakarta Masih Dalam Tahap Uji Coba
-
Sabtu, 26/05/2012 16:07 WIB
Ini Dia Hasil UN SMA di DKI Jakarta
-
Sabtu, 26/05/2012 16:00 WIB
Avanza Terguling di Tol Jagorawi, Sopir Luka Ringan
-
Sabtu, 26/05/2012 15:43 WIB
Cerita Buyung Soal Kepemimpinan SBY yang Unik
-
Sabtu, 26/05/2012 15:22 WIB
Lengkapi Izin, Promotor Lady Gaga Diberi Waktu Hingga Senin
-
Sabtu, 26/05/2012 14:20 WIB
Sebanyak 53.401 Siswa Lulus SNMPTN 2012 Jalur Undangan
-
Sabtu, 26/05/2012 13:53 WIB
Menjarah Toko, Putri Jutawan Inggris Dipenjara 2 Tahun
-
Sabtu, 26/05/2012 15:08 WIB
Usai Rapimnassus, Kader Golkar yang Tak Dukung Ical akan Dipecat
-
279 Komentar
-
245 Komentar
-
237 Komentar
-
214 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message
.gif)

_2.gif)
_3.gif)
